Jakarta, Indonesiawatch.id – Pesawat Azerbaijan Airlines J2-8243 yang nahas jatuh di Kazakhstan merupakan hasil pabrikan asal Brasil, Embraer, pesaing Boeing dan Airbus, yang memiliki catatan keselamatan yang tinggi.
Dilansir dari BBC pada Jumat, (27/12), laporan media Rusia yang belum terkonfirmasi bahwa mungkin sebelum jatuh pesawat nahas tersebut bertabrakan dengan sekawanan burung.
Baca juga:
Konsumsi Sabu, Ugal-ugalan di Jalan Raya, Sopir Truk Ini Ditetapkan Tersangka
“Embraer mengatakan bahwa pihaknya siap membantu semua otoritas terkait,” kata BBC.
Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, dilansir dari AP News, menyampaikan, masih terlalu dini untuk berspekulasi mengenai penyabab kecelakaan pesawat tersebut.
Ia menyampaikan, sesuai informasi yang diterima bahwa perubahan rute dilakukan karena cuaca buruk sehingga dialihkan ke bandara Aktau.
“Sayangnya, pesawat jatuh saat mencoba mendarat,” ujar Aliyev diwartawkan AP News.
Senada dengan AP New, BBC juga mewartakan bahwa pesawat nahas milik maskapai Azerbaijan Airlines itu terbakar saat mencoba melakukan pendaratan darurat di dekat Kota Aktau, Kazakhstan.
Pesawat itu sedang dalam perjalanan menuju Grozny, Rusia, tetapi dialihkan karena kabut. Pesawat tersebut lepas landas dari ibu Kota Azerbaijan, Baku, pada Rabu, (25/12).
Berdasarkan keterangan pejabat setempat, puluhan orang selamat dari kecelakaan pesawat yang membawa 67 orang di Kazakhstan. Pihak berwenang Kazakhstan mengatakan 38 orang tewas dalam kecelakaan itu.
Rekaman menunjukkan pesawat menuju ke tanah dengan kecepatan tinggi dengan roda pendaratan diturunkan, sebelum terbakar saat mendarat.
Rekaman video yang belum diverifikasi menunjukkan orang-orang yang selamat merangkak keluar dari reruntuhan, beberapa di antaranya terlihat mengalami luka-luka.
Mereka yang berada di dalam pesawat sebagian besar adalah warga negara Azerbaijan, namun ada juga beberapa penumpang dari Rusia, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan.
Seorang wanita yang sedang bepergian untuk menghabiskan liburan bersama anak-anaknya di Chechnya, yang beribu kota Grozny, tewas dalam kecelakaan itu. Seorang ibu, yang bepergian dengan membawa tes kesehatan untuk anaknya yang sakit, masih hilang.
Seorang wanita muda menceritakan kesedihannya kepada BBC di Azerbaijan ketika dia mati-matian berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada ayahnya, yang berada dalam penerbangan tersebut.
Dia menjelaskan bahwa ayahnya sedang bepergian bersama putranya, yang selamat dari kecelakaan itu. Sang anak berhasil menghubungi adiknya, namun masih belum ada kabar dari ayahnya.
Azerbaijan Airlines mengatakan pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat sekitar 3 km (1,9 mil) dari Aktau. Penerbangan antara Baku dan Kota Grozny dan Makhachkala di Rusia akan dibatalkan sementara penyelidikan atas insiden tersebut selesai.
Para pejabat mengatakan kotak hitam perekam penerbangan pesawat telah ditemukan. Azerbaijan dan Kazakhstan telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.
[red]






