<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bea cukai Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/bea-cukai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/bea-cukai/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Nov 2024 01:35:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>bea cukai Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/bea-cukai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Banyak Impor Ilegal di Indonesia, Investor Ogah Bangun Pabrik Tekstil</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/banyak-impor-ilegal-di-indonesia-investor-ogah-bangun-pabrik-tekstil/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/banyak-impor-ilegal-di-indonesia-investor-ogah-bangun-pabrik-tekstil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Nov 2024 01:35:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[bea cukai]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kemendag]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik tekstil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4977</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Karena banyak impor ilegal di Indonesia, investor jadinya ogah berinvestasi di Indonesia....</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/banyak-impor-ilegal-di-indonesia-investor-ogah-bangun-pabrik-tekstil/">Banyak Impor Ilegal di Indonesia, Investor Ogah Bangun Pabrik Tekstil</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Karena banyak impor ilegal di Indonesia, investor jadinya ogah berinvestasi di Indonesia. Apalagi impor ilegal yang menjamur di  industri tekstil dan produk tekstil (TPT), membuat investor enggan membangun pabrik di Indonesia.</p>
<p>Menurut Ketua Komite Perdagangan Luar Negeri/Pengembangan Ekspor Bidang Perdagangan <a href="https://apindo.or.id/">Apindo</a> Budihardjo Iduansjah impor ilegal harus bisa dihilangkan.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/ini-pandangan-ekonom-soal-prabowo-selamatkan-raksasa-tekstil-sritex/">Ini Pandangan Ekonom soal Prabowo Selamatkan Raksasa Tekstil Sritex</a></span></h6>
</blockquote>
<p>“Karena investasi orang membuat pabrik akan takut. Baik pengusaha lokal maupun luar negeri kalau mau datang ke Indonesia melihat nanti investasi di sini tapi melihat impor dengan jalur khusus, itu enggak akan mau,&#8221; katanya, (19/11).</p>
<p>Budi mencatat nilai impor TPT dari China yang tercatat resmi sebesar US$3,5 miliar yang dipersyaratkan dengan Persetujuan Impor. Namun, dalam pelaksanaannya beberapa importir nakal memperjualbelikan kuota impor.</p>
<p>Sementara, impor TPT yang tidak tercatat atau ilegal senilai USD 2,9 miliar dengan modus importir memberitahu harga di bawah nilai transaksi atau under invoicing, dan pemindahan barang dari satu moda transportasi ke transportasi lain dalam perjalanan impor atau transhipment.</p>
<p>Dari nilai barang impor USD 2,9 miliar tersebut, Budi memperkirakan negara kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp25,6 triliun dari pajak pertambahan nilai (PPN) 11%, pajak penghasilan 25%, bea masuk 20%, dan bea masuk tindakan pengamanan 25%.</p>
<p>Budi berharap impor ilegal bisa dilenyapkan.&#8221;Ini penegakan hukum harus dilaksanakan. Apalagi sektor perdagangan dalam negeri berkontribusi 52 persen menghidupi ekonomi kita. Kalau terganggu, bisa terjadi ekonomi yang tak bagus bagi negara kita,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/banyak-impor-ilegal-di-indonesia-investor-ogah-bangun-pabrik-tekstil/">Banyak Impor Ilegal di Indonesia, Investor Ogah Bangun Pabrik Tekstil</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/banyak-impor-ilegal-di-indonesia-investor-ogah-bangun-pabrik-tekstil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kehancuran Tekstil Nasional Diduga Karena Impor Ilegal dan Bobolnya Bea Cukai</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/kehancuran-tekstil-nasional-diduga-karena-impor-ilegal-dan-bobolnya-bea-cukai/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/kehancuran-tekstil-nasional-diduga-karena-impor-ilegal-dan-bobolnya-bea-cukai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2024 05:28:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[bea cukai]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[impor ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[tekstil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4241</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Pabrik dan bisnis tekstil di Indonesia mulai berguguran dan berpotensi menciptakan masyarakat...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kehancuran-tekstil-nasional-diduga-karena-impor-ilegal-dan-bobolnya-bea-cukai/">Kehancuran Tekstil Nasional Diduga Karena Impor Ilegal dan Bobolnya Bea Cukai</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> &#8211; Pabrik dan bisnis tekstil di Indonesia mulai berguguran dan berpotensi menciptakan masyarakat miskin baru, akibat gelombang PHK yang besar. Maklum industri tekstil merupakan padat karya yang selama ini menyerap banyak sumber daya manusia.</p>
<p>Ketua Umum <a href="https://apsyfi.org/">Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia</a> (APSyFI) Redma Gita Wirawasta menyampaikan bahwa akar persoalan dari kehancuran industri tekstil nasional karena importasi ilegal.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/setelah-sritex-pabrik-tekstil-asia-pacific-di-karawang-tutup-sementara/">Setelah Sritex, Pabrik Tekstil Asia Pacific di Karawang Tutup Sementara</a></span></h6>
</blockquote>
<p>“Dan ini seperti direstui oleh Kementerian Keuangan, karena masuknya itu pakai sistem impor borongan kubikasi,” ujar Redma dalam Siniar Akbar Faizal Uncensored, seperti dikutip, (03/11).</p>
<p>Menurut Redma, praktik impor borongan yaitu barang-barang yang berbeda jenisnya dan digabung dalam satu kontainer. Seharusnya, kata Redma, setiap barang impor tersebut harus dicek kode HS masing-masing barang. Lalu dihitung bea masuknya.</p>
<p>“Setiap kode HS, bea masuknya beda, pajaknya 10%, kan dihitung. Nah kalau kita ngimpor satu kontainer misalkan pakaian jadi, Rp2 miliar, itu dihitung berapa PPN-nya, berapa bea masuknya,” ujarnya.</p>
<p>Yang jadi persoalan, katanya, banyak oknum bea cukai tidak memeriksa kode HS tersebut atau sengaja melakukannya. “Kalau pakai borongan itu, Bea Cukai tutup mata. Pokoknya masuk aja lewat jalur hijau, ya kan masuk jalur hijau, cukup bayarnya Rp200 juta. Uda selesai enggak usah pakai apa-apa,” kata Redma.</p>
<p>Karena itu, pakaian bekas impor yang ilegal termasuk impor kain, masuk ke dalam negeri enggak pernah dikenakan pajak PPN. Karena itu harga jual di Indonesia menjadi murah. “Ketika masuknya kan enggak bayar PPN enggak ada PPN masukannya,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Redma, bobolnya otoritas Bea Cukai ini tidak saja merugikan negara, karena pemasukan negara menjadi berkurang. Di sisi lain, kata Redma, gara-gara oknum Bea Cukai tersebut, pelaku industri, termasuk para karyawan, menjual harga tekstil di bawah harga produksi. Opsi ini dilakukan agar harga bisa kompetitif di pasar.</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/kehancuran-tekstil-nasional-diduga-karena-impor-ilegal-dan-bobolnya-bea-cukai/">Kehancuran Tekstil Nasional Diduga Karena Impor Ilegal dan Bobolnya Bea Cukai</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/kehancuran-tekstil-nasional-diduga-karena-impor-ilegal-dan-bobolnya-bea-cukai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Temuan BPK Atas Masalah di Ditjen Bea &#038; Cukai</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-temuan-bpk-atas-masalah-di-ditjen-bea-cukai/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-temuan-bpk-atas-masalah-di-ditjen-bea-cukai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Oct 2024 18:18:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[bea cukai]]></category>
		<category><![CDATA[BPK]]></category>
		<category><![CDATA[BPK RI]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4095</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan beberapa masalah di Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-temuan-bpk-atas-masalah-di-ditjen-bea-cukai/">Ini Temuan BPK Atas Masalah di Ditjen Bea &#038; Cukai</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> <a href="https://www.bpk.go.id/">Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)</a> menemukan beberapa masalah di Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.<br />
Berdasarkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHPS) Semester 1 tahun 2024, BPK menyimpulkan bahwa ada pengelolaan kegiatan pengawasan, audit, penindakan dan penyidikan tahun 2021-2023 belum sesuai kriteria.</p>
<p>Pertama, belum terdapat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur tata cara pelayanan dan pengawasan terhadap pengangkutan Barang Tertentu dalam daerah pabean, mekanisme pemberitahuan penetapan Barang Tertentu kepada Menteri Keuangan, serta pemeriksaan pabean terhadap Barang Tertentu sebagaimana diamanatkan UU Kepabeanan.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/banyak-politisi-jadi-pimpinan-bpk-maki-mau-gugat-ke-mk/">Banyak Politisi Jadi Pimpinan BPK, MAKI Mau Gugat ke MK</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Dengan belum ditetapkannya PMK sebagai peraturan pelaksanaan sampai dengan tahun 2023, belum terdapat instansi teknis terkait, yang menyampaikan penetapan Barang Tertentu yang perlu dilakukan pengawasan antar pulau.</p>
<p>“Akibatnya, terdapat peluang penyalahgunaan/penyelundupan dengan modus pengangkutan antar pulau,” dikutip dari IHPS Semester 1 tahun 2024, (28/10).</p>
<p>Temuan kedua, pendokumentasian Kertas Kerja Audit (KKA) kepabeanan dan cukai tidak sesuai standar. Penyebabnya karena dokumen pendukung KKA tidak ditatausahakan Ditjen Bea dan Cukai, alias tidak lengkap.</p>
<p>Dasar pertimbangan penetapan tarif dan/atau nilai pabean juga tidak didokumentasikan secara tertib. Hal ini semakin diperparah dengan pedoman penyusunan dan penatausahaan KKA yang belum ditetapkan.</p>
<p>“Akibatnya, Laporan Hasil Audit (LHA) DJBC tidak dapat dievaluasi dan KKA tidak dapat dijadikan rujukan untuk audit berikutnya,” seperti dikutip dari sumber yang sama.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-temuan-bpk-atas-masalah-di-ditjen-bea-cukai/">Ini Temuan BPK Atas Masalah di Ditjen Bea &#038; Cukai</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-temuan-bpk-atas-masalah-di-ditjen-bea-cukai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-30 10:46:04 by W3 Total Cache
-->