Menu ✖

Dark Mode
Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

Politik

PDIP Tantang Koalisi Gemuk Bobby Nasution, Jokowi: Parpol Pintar Baca “Arah Angin”

Avatarbadge-check


					Wali Kota Medan Bobby Nasution (ANTARA News/ IW Grafis) Perbesar

Wali Kota Medan Bobby Nasution (ANTARA News/ IW Grafis)

Jakarta, Indonesiawatch.id – PDI Perjuangan (PDIP) berupaya meracik strategi untuk melawan ketangguhan Wali Kota Medan Bobby Nasution di kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatra Utara (Sumut) 2024. Partai berlambang banteng moncong putih itu mengaku tak gentar meski harus berhadapan dengan koalisi gemuk yang mengusung menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution.

“Kita akan berusaha tetap membangun koalisi, membangun kerja sama dengan rakyat di bawah. Kita akan bentuk koalisi sendiri. Biarkan semut melawan gajah,” kata Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Syaiful Hidayat kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 11 Juli 2024.

Menurut Djarot, PDIP masih terus menjaring figur-figur yang akan diusung. Nama-nama potensial akan dikerucutkan berdasarkan suara akar rumput dan basis survei. Sementara, keputusan akhir akan diputuskan langsung oleh Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ia menyampaikan salah satu usulan akar rumput, yakni mengusung tokoh Edy Rahmayadi yang merupakan mantan Gubernur Sumut. “Ada beberapa [nama], ada Pak Edy Rahmayadi masuk di situ, ada Nikson Nababan masih di situ. Kita juga punya banyak stok, ada akademisi, tokoh orang Jawa yang bagus itu doktor Sutarto,” ujar Djarot.

Dirinya mengatakan, DPP PDIP tidak akan membiarkan Bobby Nasution melawan kotak kosong di Pilgub Sumut 2024. “Apakah kita membangun sistem demokrasi dengan pendidikan politik Bobby dibiarkan melawan kotak kosong? Melawan kotak kosong atau tidak tergantung PDI Perjuangan,” kata Djarot.

Ia menampik anggapan bahwa PDIP akan “main aman” dengan merapat ke kubu Bobby untuk mengincar kemenangan di Pilgub Sumut. Menurutnya, pertarungan politik harus berjalan fair dan penuh rivalitas untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat. “Sekarang masalahnya kalau PDIP misalnya merapat kerja samanya ke Bobby, ya selesai. Artinya apa? Ya, kotak kosong. Kalau kotak kosong apa pantes gitu lho? Nanti kita khawatir jangan-jangan kotak kosongnya yang menang. Malah bahaya lagi malahan. Betul enggak?” tuturnya.

PDIP, lanjut Djarot, akan mempersiapkan lawan yang seimbang untuk berhadapan dengan Bobby di Pilgub Sumut. Salah satu kiatnya dengan menggali aspirasi akar rumput terkait cagub-cawagub yang akan diusung partai pemenang pemilu tersebut. “Kita akan tetap berusaha untuk mendengarkan suara semut-semut (simpatisan akar rumput) di bawah ini, betul enggak?” ujar Djarot.

Djarot balik mempertanyakan dukungan “super koalisi” yang diberikan sejumlah partai politik apakah lantaran kapasitas Bobby yang moncer atau justru karena pengaruh sang mertua, yakni Presiden Joko Jokowi. “Pilkada Sumut ya, untuk Mas Bobby sudah dapat (dukungan yang banyak), itu karena Mas Bobby-nya atau karena mertuanya? Itu pertanyaannya. Jadi pertanyaannya itu,” kata Djarot bernada retoris.

Diketahui, nama Bobby Nasution didukung oleh banyak partai politik untuk menjadi calon gubernur Sumut. Hingga saat ini, Bobby sudah mengantongi dukungan dari tujuh parpol untuk maju di Pilgub Sumut 2024. Di antaranya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Golkar, Gerindra, NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Jokowi merespons sikap PDIP yang mempertanyakan dukungan parpol ke Bobby Nasution karena pengaruh dan bayang-bayangnya. Menurutnya, dukungan sejumlah parpol terhadap Bobby di Pilkada Sumut mengisyaratkan bahwa pimpinan partai politik saat ini sudah pintar “membaca arah angin” alias jeli memilih bakal calon.

“Tanyakan partai-partai, partai-partai itu pinter-pinter, apalagi ketuanya. Biasanya yang dilihat elektabilitas,” ujar Jokowi dalam keterangannya di sela agenda kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung pada Kamis, 11 Juli 2024.

Saat Jokowi menjawab pertanyaan awak media, Ketum PAN yang juga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) turut menimpali. Menurutnya, partai politik akan memilih calon kontestan yang berpotensi besar untuk menang, termasuk sosok Bobby Nasution. “Kita pilih yang menang dong,” imbuh Zulhas.

Diketahui, menantu Presiden, Bobby Nasution, saat ini memeroleh dukungan total 63 dari total 100 kursi di legislatif Provinsi Sumut, masing-masing Golkar 22 kursi, Gerindra 13 kursi, Nasdem 12 kursi, PAN enam kursi, Demokrat lima kursi, PKB empat kursi, dan PPP satu kursi.

[red]

Berita Terbaru

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

18 October 2026 - 13:09 WIB

Talkshow bertajuk “Ada Apa dengan Negeriku” yang digelar di Menja Resto & Lounge, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026) (Ist.)

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.
Populer Berita Hukum