Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Ekonomi

Eks Menkeu Jokowi Sebut Air Galon Buat Miskin, INDEF: Mengaburkan Masalah Utama

Avatarbadge-check


					Ilustrasi air galon. Perbesar

Ilustrasi air galon.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Pernyataan eks Menteri Keuangan (Menkeu) Jokowi, Bambang Brodjonegoro, tentang air minum galon membuat masyarakat jatuh miskin, dinilai konyol.

Menurut peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Agus Herta Sumarto, pernyataan itu justru mengaburkan masalah utama. “Saya kira pendapat itu hanya untuk mengaburkan masalah yang sebenarnya (tentang kemiskinan),” ujarnya kepada Indonesiawatch.id.

Baca juga:
Eks Menteri Keuangan Sebut Air Minum Galon Buat Orang Miskin, Masa Iya?

Agus menilai kebiasaan pembelian air kemasan terhadap penurunan daya beli kontribusinya tidak signifikan. Sebaliknya, kata Agus, masalah utama dari menurunnya jumlah kelas menengah dan menjadi miskin adalah karena kinerja perekonomian tidak sedang baik-baik saja.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mercu Buana ini menjelaskan bahwa jumlah pengangguran terbuka memang berkurang tetapi pengangguran terselubung naik. “Jumlah setengah penganggur naik tinggi,” ujarnya.

Merujuk data BPS, kata Agus, jumlah setengah pengangguran naik dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen. Artinya, sebagian masyarakat saat ini kehilangan sebagian pendapatannya.

“Penjualan kendaraan bermotor juga turun. Itu menjadi bukti bahwa masalah sebenarnya bukan konsumsi masyarakat. Yang menjadi penyebab turunnya jumlah kelas menengah adalah hilangnya pendapatan,” kata Agus.

Baca juga:
Eks Menkeu Jokowi Sebut Air Minum Galon Buat Orang Miskin, Ekonom PEPS: Tidak Masuk Akal!

Agus juga mengatakan bahwa inflasi inti (core inflation) juga mengalami penurunan. “Walaupun harga-harga kebutuhan pokok tidak naik signifikan tapi kalau daya belinya turun, masyarakat menjadi tambah miskin,” ujarnya.

Menurut Agus, fenomena konsumsi air galon lebih banyak terjadi di masyarakat perkotaan. “Di daerah pedesaan tidak ada fenomena ini. Kalaupun ada sangat kecil sekali. Oleh karena itu, pendapat (eks Menkeu Jokowi) tadi sangat bias,” katanya.

Karena itu, Agus menyarankan, agar pemerintah lebih fokus pada masalah-masalah yang menyebabkan penurunan dan kehilangan pendapatan masyarakat. “Masalah berkurangnya pendapatan karena hilangnya pekerjaan dan bergeser dari pekerjaan formal menjadi informal,” pungkas Agus.
[red]

Berita Terbaru

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

20 August 2026 - 11:51 WIB

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo

3 August 2026 - 15:43 WIB

Kapolri terlama sejak tahun 1960 (Sumber: museumpolri.org; diolah)

LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

1 August 2026 - 07:58 WIB

Suasana sidang praperadilan Nomor 13/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Utr yang diajukan atas nama Gabriel Lumbantoruan (Ist.)
Populer Berita Hukum