Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Sains & Edukasi

Jusuf Kalla Sebut Mendikbud Nadiem Jarang ke Kantor

Avatarbadge-check


					Wakil Presiden ke 10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla (kiri) dan Nadiem Makarim, Mendikburistek (Kanan). Perbesar

Wakil Presiden ke 10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla (kiri) dan Nadiem Makarim, Mendikburistek (Kanan).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Wakil Presiden ke 10 dan 12 Indonesia mengatakan bahwa menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim jarang ke kantor. Selain itu, JK menuuturkan bahwa Nadiem tidak berpengalaman menjadi Menteri dibandingkan Menteri Pendidikan sebeluamnya.

Misalnya seperti Ki Hajar Dewantoro, pendiri Taman Siswa. Lalu ada, Soemantri Brodjonegoro, Daoed Joesoef, Mohammad Nuh, Anies Baswedan hingga Muhadjir Effendy.

Baca juga:
Kontroversi Pengajuan Guru Besar, MDGB PTNBH Keluarkan Seruan Moral

“Semua orang hebat di bidang Pendidikan. Kemudian ada mas Nadiem, yang tidak punya pengalaman pendidikan tidak pernah datang ke daerah, jarang ke kantor pula. Minta maaf Sekjen [Kemendikbud],” ujar JK dalam pidatonya, beberapa waktu lalu.

JK juga menyebut bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, yang paling sering gonta ganti nama.

“Sekarang paling panjang namanya. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Luas sekali, besar sekali, tapi dipimpin oleh orang yang jarang ke kantor. Bagaimana bisa jadi pendidikannya,” ujarnya.

Menurut JK, pendidikan sangat penting. Karena itu dibutuhkan pemimpin Kementerian Pendidikan yang memahami pendidikan. “Seharusnya, yang memimpin pendidikan adalah tokoh-tokoh pendidikan. Begitu menterinya tiadk ngerti pendiidkan, dan malas ngurus Pendidikan, kacau semuanya,” ujarnya.

JK bahkan mengatakan bahwa internal Kemendikbudristek lebih tahu kondisi dan keadaannya sejak Kemendikbudristek dipimpin Nadiem. “Saya kira pak Sekjen [Kemendikbudristek] lebih tau dari saya, tentang keaadan,” ujarnya.

Karena itu, JK menyarankan kepada rezim pemerintahan selanjutnya, agar memilih menteri yang memahami pendidikan tidak hanya nasional, tetapi juga daerah.

“Untuk pemerintah yang akan datang, tolonglah dipilih Menteri yang ngerti Pendidikan. Kalau tidak, beginilah. Percuma kita ngomongi anggaran sekian-sekian tanpa orang yang bisa me-manage anggaran itu dengan baik,” pungkas JK.
[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update