Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Energi

Menteri Bahlil Ancam K3S: Yang Belum POD akan Ditawarkan ke Investor Lain

Avatarbadge-check


					Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Doc. Sekretariat Kabinet) Perbesar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Doc. Sekretariat Kabinet)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Demi meningkatkan lifting minyak bumi nasional dan menekan impor, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendesak Kontraktor Kontrak Kerja Sama Migas (KKKS).

Dia meminta bagi K3S yang sudah eksplorasi, agar mempercepat tahapan Plant of Development (PoD) atau pengembangan lapangan migas.

Baca juga:
Menteri ESDM Mau Reaktivasi Sumur Nganggur, Eks Pimpinan SKK Migas: Bisa Tambah Lifting Tapi Volumenya Tidak Signifikan

“Kami sudah melakukan konsolidasi sejak kemarin sampai dengan tadi dengan K3S. Dari 301 Wilayah Kerja (WK) yang sudah dilakukan eksplorasi, dan belum POD, kita akan memaksa untuk POD,” ujarnya dalam RDP dengan anggota DPR Komisi XII, (13/11).

Bahlil mengatakan, bagi K3S yang tidak segera melakukan POD dan tidak serius, wilayah kerja yang dikelola K3S tersebut bisa dialihkan ke investor lain.

Baca juga:
Lembaga Ini Ragu Pimpinan SKK Migas yang Baru Bisa Capai Target Lifting

“Kalau sampai dengan waktu yang ditentukan, mereka juga masih banyak alasan, maka tidak menutup kemungkinan kita melakukan peninjauan. Dan bisa2 kalau mereka memang tidak memiliki keseriusan, maka kita tawarkan ke investor lain,” katanya tegas.

Bahlil mencontohkan salah satu wilayah kerja Migas yaitu Blok Masela. Jika proses produksi dan liftingnya lelet, maka investornya bisa diganti.

“Salah satu contoh yang da di Maluku, blok masela. Tapi Sekarang sudah mulai proses tender, itu kalau mereka sampai lambat, nanti bisa diganti,” ujarnya.

Dari 301 Wilayah kerja tadi, ternyata ada sekitar 195 dikuasai pertamina. “Kami meminta komitmen K3S, tadi saya memberikan arahan ke SKK Migas, itu menyangkut dengan lifiting,” ujarnya.

Bahlil mengatakan bahwa saat ini Indonesia memproduksi 600 ribu barel per hari. Sementara konsumsi minyak per hari sekitar 1,6 juta barel. Karena itu, Negara harus mengimpor minyak mentah 1 juta barel per hari.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo adalah memaksimalkan semua potensi yang kita miliki untuk meningkatkan lifting agar mengurangi impor. Itu perintahnya,” ujar Bahlil.

[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update