Menu

Dark Mode
Aktor Pelaku Kasus Andrie Yunus tidak Terungkap, Kepercayaan Publik pada Prabowo Bisa Turun PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi Pemerhati Militer: Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah Klarifikasi Berita RKAB 2026, APNI Bantah Pemangkasan Kuota Picu Tiga Smelter Kolaps

Energi

Eks Petinggi Kilang Sebut Pertamina Masih Sulit Tentukan Harga Flare Gas untuk Pembangkit Listrik

Avatarbadge-check


					Ilustrasi flare gas Perbesar

Ilustrasi flare gas

Tantangan ketiga, teknologi gas turbin dengan dirty gas sebagai bahan bakar. Pihak manufaktur harus bisa memastikan kehandalan operasi gas turbin. Keempat, adanya fluktuasi flare gas yang dihasilkan kilang. Karena bergantung pada jenis crude oil yang diolah.

Menurutnya, semakin banyak komposisi crude jenis light yang diolah, maka akan semakin banyak produksi gas. Dengan begitu, kemampuan gas kompresor yang terpasang untuk menarik gas tersebut menjadi refinery fuel gas, menjadi berat.

“Sehingga sebagian gas akan terbuang ke flare untuk dibakar, agar tidak berbahaya terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Baca juga:
SKK Migas: Kandungan CO2 Blok Gas South Andaman Aceh 3% – 4%

Menurutnya, ada beberapa insiatif yang telah dilakukan oleh kilang Pertamina, untuk mengurangi gas yang terbuang ke flare. Inisiatif pertama, mengatur komposisi crude yang diolah agar jenis light crude tidak berlebihan.

“Hal ini sangat ditentukan oleh tahapan perencanaan pengadaan crude dan ketersediaan crude yang ada di pasar. Terkadang available crude di pasar tidak selalu bisa memenuhi sesuai desain crude yang harus diolah di kilang,” katanya

Menurutnya, di hampir seluruh kilang, sudah dilakukan program crude blending di kilang untuk optimasi pengolahan crude sesuai desain kilang. “Sehingga diperoleh produk BBM yang valuable lebih banyak dan produk gas tidak berlebih sesuai dengan kemampuan peralatan kilang yang ada,” ujarnya.

Baca juga:
Medco Diduga Langgar Keputusan Rapat dengan SKK Migas

Lalu inisiatif kedua, memasang tambahan recovery gas compressor di kilang untuk menarik kembali kelebihan gas yang ke flare tersebut. “Sehingga flare gas yang terbuang dan dibakar, jauh lebih sedikit. Dan revovery gas flare digunakan sebagai bahan bakar kilang untuk boiler dan dapur (furnace),” ujarnya.

Di beberapa kilang juga, sudah ada upaya-upaya untuk memulihkan flare gas sebagai refinery fuel gas. Yaitu dengan memasang recovery gas compressor sehingga gas buang yang dibakar di flare dapat dikurangi.

Pria yang puluhan tahun bekerja di kilang ini mengatakan bahwa sebaiknya sebelum kilang memutuskan untuk melakukan recovery gas flare sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik, lebih baik dilakukan pemasangan compressor flare gas recovery.

Khususnya di kilang yang belum terpasang sama sekali. “Atau yang masih perlu improvement penambahan unit compressor flare gas,” ujarnya.

bersambung ke halaman selanjutnya

Berita Terbaru

PBH AAI Jakarta Timur Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

15 March 2026 - 13:44 WIB

AKtivis KontraS, Andrie Yunus (Sumber: Kompas.id)

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Perayaan Imlek 2026 di Kota Depok Berjalan Aman, Kapolres Turun Langsung

18 February 2026 - 02:45 WIB

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras (tengah) dan jajaran bersama pengurus Kong Miao Genta Kebajikan Pancoran Mas. (Sumber: Diskominfo Depok)

OJK Soroti Maraknya Fraud Pencairan Klaim Asuransi Jiwa, Pelakunya Terorganisir

20 January 2026 - 05:45 WIB

Ilustrasi Gedung OJK.

Dugaan Pembiaran Kejahatan Wilmar, Bukti Negara Abai Terhadap Hak Rakyat

16 January 2026 - 17:12 WIB

Logo perusahaan Wilmar (Sumber: infosawit.com)
Populer Berita News Update