Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Hukum

Penembakan Bos Rental Mobil, Kapolsek Cinangka Dinilai Layak Disanksi

Avatarbadge-check


					Bos rental mobil terkapar setelah ditembak orang yang melarikan mobilnya di Rest Area KM45 Tol Tangerang-Merak. (Indonesiawatch.id/Ist) Perbesar

Bos rental mobil terkapar setelah ditembak orang yang melarikan mobilnya di Rest Area KM45 Tol Tangerang-Merak. (Indonesiawatch.id/Ist)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Kapolsek Cinangka AKP Asep Iwan Kurniawan layak dijatuhi sanksi karena tidak memberikan pendampingan sehingga bos rental mobil tewas ditembak.

‎“Ini tidak pantas dilakukan oleh seorang kapolosek, sudah mendapatkan laporan, kemudian mendiamkan, tidak merespons,” kata Edi Saputra Hasibuan, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia pada akhir pekan kemarin.

Baca juga:
Penembakan Bos Rental Mobil, Pengamat: Kapolsek Cinangka Layak Dievaluasi

Lebih lanjut Edi kepada wartawan menyampaikan, ini harus menjadi perhatian bagi atasannya karena kondisinya terbilang darurat. Pasalnya, pihak yang menguasai mobil itu membawa senjata api (senpi).

“Ini juga akan menjadi punishment profesi kepada seluruh jajaran polisi,” ujarnya.

Menurut Adi, sanksi tersebut agar aparat kepolisian bisa betul-betul bisa memberikan pelayanan yang cepat dan perindungan kepada masyarakat, apalagi dalam kondisi darurat.

“Saya kira di sinilah polisi hadir, datang sebagai pelayan, datang sebagai pelindung, datang sebagai penolong untuk masyarakat, saya kira itulah yang diharapkan masyarakat,” katanya.

‎Edi lebih lanjut bependapat, dalam keadaan darurat kelengkapan dokumen dan laporan polisi bisa dipenuhi belakangan. Polisi bisa lebih dulu memberikan tindakan yang diperlukan.

Ia mencontohkan, ini seperti ketika ada peristiwa perampokan. Kemudian korban atau mayarakat berteriak meminta tolong. Maka aparat kepolisan yang ada di sekitar tempat tersebut harus melakukan tindakan.

‎“Betul [laporan dan dokumen-dokumen menyusul]. Berikan dulu masyarakat pertolongan, berikan dulu masyarakat pelayanannya. Memang tugas polisi ya, demikian,” ujarnya.
[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan

23 October 2026 - 12:36 WIB

Penasehat Khusus Presiden Datangi Sidang Gabriel di PN Jakarta Utara (Ist.)

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)
Populer Berita Hukum