Menu

Dark Mode
Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 Bukan 27 Desember 1949 BNPB & TNI di Tengah Badai Politik Kekuasaan dan Kemanusiaan Bencana RUPSLB Bank Mandiri & Anak Riza Chalid Telat Mendapat Kabar Bencana Sumatera, Prabowo Perlu Radical Break Ada Apa dengan Rencana RUPSLB Bank Mandiri Bayang Kekuasaan yang Tak Kunjung Usai

Opini

RUPSLB Bank Mandiri & Anak Riza Chalid

Avatarbadge-check


					Sri Radjasa MBA Perbesar

Sri Radjasa MBA

Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)

Jakarta, Indonesiawatch.id – Ada yang menarik dari rencana PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) untuk melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2025.

Terkesan ada hal mendesak, mengingat pada Agustus 2025, bank dengan logo pita emas itu baru menggelar RUPS dan mengangkat Riduan sebagai Direktur Utama menggantikan Darmawan Junaidi. Apalagi dalam RUPSLB, salah satu agendanya adalah perubahan pengurus direksi jajaran bank mandiri.

Maka berkembang rumor di kalangan publik. Ada tugas tersembunyi dari Dirut baru Riduan, untuk mengamankan kasus kredit bermasalah PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) milik Kerry anak dari Riza Chalid.

Hal ini terungkap saat Commercial Banking Center Manager Bank Mandiri, Aditya Redho Ichsanoputra, diperiksa sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina Persero tahun 2018-2023.

Menurut keterangan Aditya, saat mengajukan kredit, PT JMN baru berdiri bulan lalu. Pada pengajuan pertama di bulan April 2023, PT JMN mengajukan kredit sebesar 54,4 juta dollar Amerika Serikat. Untuk pengajuan kedua di bulan Juni atau Juli 2023, PT JMN mengajukan kredit Rp 30,3 juta dollar US.

Kejaksaan menaruh curiga atas keterangan Aditya yang mengatakan saat kredit diajukan, tiga kapal ini belum menjadi milik PT JMN, baru ada rencana akan dibeli. “Sementara Jaminan utamanya adalah tiga obyek kapal kami biayai,” lanjut Aditya.

Terkait dengan agenda RUPSLB tentang perubahan pengurus direksi yang terjadi 2 kali dalam kurun waktu sebulan, dipandang sangat tidak relevan dengan upaya penguatan organisasi, tetapi patut dicurigai sebagai upaya untuk menyingkirkan pejabat yang diduga akan menghambat penyelamatan kredit bermasalah PT JMN.

Mencermati adanya indikasi RUPSLB, hanya dijadikan sarana untuk melindungi kejahatan perbankan, kiranya pihak institusi terkait seperti Danantara, untuk mempertimbangkan membatalkan RUPSLB Bank Mandiri, dalam rangka mengevaluasi kembali agenda RUPSLB.

Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis

Berita Terbaru

Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 Bukan 27 Desember 1949

27 December 2025 - 17:53 WIB

Kemerdekaan INdonesia 17 Agustus 1945

BNPB & TNI di Tengah Badai Politik Kekuasaan dan Kemanusiaan Bencana

23 December 2025 - 19:40 WIB

TNI di tengah bencana banjir Sumatera.

Telat Mendapat Kabar Bencana Sumatera, Prabowo Perlu Radical Break

9 December 2025 - 15:54 WIB

Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto: Antara Foto).

Ada Apa dengan Rencana RUPSLB Bank Mandiri

8 December 2025 - 15:15 WIB

Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen).

Bayang Kekuasaan yang Tak Kunjung Usai

30 November 2025 - 01:40 WIB

Populer Berita Opini