<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jokowi Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/jokowi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/jokowi/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Aug 2025 04:45:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Jokowi Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/jokowi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dilema Bayangan Jokowi yang Masih Membekas di Pemerintahan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/dilema-bayangan-jokowi-yang-masih-membekas-di-pemerintahan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/dilema-bayangan-jokowi-yang-masih-membekas-di-pemerintahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 04:45:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[MK]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7355</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis Opini: Angiola Harry (Pegiat Media) &#160; Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Di luar gejolak di jalanan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/dilema-bayangan-jokowi-yang-masih-membekas-di-pemerintahan/">Dilema Bayangan Jokowi yang Masih Membekas di Pemerintahan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis Opini: Angiola Harry (Pegiat Media)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> &#8211; Di luar gejolak di jalanan dan gejolak di pasar, krisis ini telah menghidupkan kembali perdebatan mengenai pengaruh abadi mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam struktur kekuasaan Indonesia. Banyak kritikus berpendapat bahwa pemerintahan Presiden Prabowo masih didominasi oleh sekutu Jokowi—mulai dari eksekutif hingga yudikatif.</p>
<p>Kemampuan Jokowi untuk mengamankan posisi wakil presiden kepada putranya, serta ikatan keluarga di Mahkamah Konstitusi (MK), telah memicu persepsi bahwa ia terus membentuk arah negara, meskipun telah lengser.</p>
<p>Keputusan kontroversial MK tentang pengubahan batas usia minimal pada pemilihan umum presiden dan daerah, semakin memperkuat kecurigaan bahwa lingkaran dalam Jokowi masih memiliki pengaruh yang sangat besar.</p>
<p>Dengan latar belakang ini, tekanan semakin meningkat pada Prabowo untuk menegaskan otoritasnya dengan lebih <span style="text-decoration: underline;"><strong>berani</strong></span>. Para pendukung berpendapat bahwa untuk menstabilkan Indonesia, ia harus “bebersih” dengan menjauhkan kepemimpinannya dari jaringan Jokowi yang mengakar di cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif.</p>
<p>Tantangan bagi Prabowo adalah apakah ia dapat melakukannya tanpa memperdalam perpecahan politik—atau apakah bayang-bayang Jokowi akan tetap menjadi ciri khas politik Indonesia.</p>
<p>Saat ini, Indonesia berada di persimpangan jalan. Melemahnya rupiah, keresahan investor, dan kemarahan publik yang semakin dalam merupakan gejala dari pertanyaan yang lebih besar: mampukah Prabowo mengonsolidasikan otoritas dalam pemerintahan yang masih dibentuk oleh warisan Jokowi?</p>
<p>Bagaimana ia menjawab pertanyaan itu dapat menentukan tidak hanya arah masa jabatan kepresidenannya—tetapi juga stabilitas ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini.</p>
<p><em>Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/dilema-bayangan-jokowi-yang-masih-membekas-di-pemerintahan/">Dilema Bayangan Jokowi yang Masih Membekas di Pemerintahan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/dilema-bayangan-jokowi-yang-masih-membekas-di-pemerintahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Paiman Gugat Roy C.S. Semakin Banyak Orang Baik Di Bui</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ketika-paiman-gugat-roy-c-s-semakin-banyak-orang-baik-di-bui/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ketika-paiman-gugat-roy-c-s-semakin-banyak-orang-baik-di-bui/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2025 01:31:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[ijazah jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[paiman raharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7290</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen) Jakarta, Indonesiawatch.id – Keberanian mantan Wamen Desa Prof...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ketika-paiman-gugat-roy-c-s-semakin-banyak-orang-baik-di-bui/">Ketika Paiman Gugat Roy C.S. Semakin Banyak Orang Baik Di Bui</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)</strong></p>
<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Keberanian mantan Wamen Desa Prof Paiman Raharjo gugat Roy Suryo CS dalam kasus fitnah ijazah palsu Jokowi, didorong oleh dua faktor.</p>
<p>Pertama karena kecemasan berlebihan, akan terungkapnya ijazah Jokowi benar-benar palsu. Kedua karena adanya dukungan kekuasaan hukum terhadap majikannya Jokowi.</p>
<p>Gugatan Paiman didaftarkan pada Selasa (15/7) dengan nomor perkara 456/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst. Selain Roy Suryo, 6 tergugat lain dalam permohonan ini adalah Eggi Sudjana, Tifauzua Tyassuma, Kurnia Tri Royani, Rismon Hasiholan Sianipar, Bambang Suryadi Bitor dan Hermanto.</p>
<p>Jika saja penegak hukum takut akan azab Allah SWT, dapat dipastikan Paiman mikir dua kali untuk menggugat para pencari keadilan Roy Suryo c.s., karena polisi sudah melakukan penyelidikan ke pasar pramuka pojok dan memanggil Paiman serta orang-orang dekat Paiman, seperti Sungkono dan Kana, untuk diminta keterangan terkait dugaan ijazah palsu Jokowi.</p>
<p>Inilah fenomena penegakan hukum yang mengedepankan gaya “bisnis catering”, kebenaran tergantung pesanan. Enak atau tidak bukan standar utama yang terpenting pesanan dapat diolah sesuai permintaan.</p>
<p>Nampaknya Paiman tidak mempertimbangkan soal perubahan musim, sehingga dengan jumawa menantang duel sampai mati kepada Roy Suryo. Paiman lupa jika keabadian hanya milik Allah SWT semata, bukan milik majikannya.</p>
<p>Berdasarkan ramalan cuaca politik, angin saat ini sedang bertiup kearah para pencari keadilan dan kebenaran untuk memberikan kesejukan. Hujan dengan intensitas tinggi, akan menimbulkan banjir dan akan menyeret mereka yang selama ini membrangus suara keadilan dan kebenaran demi kepentingan politik.</p>
<p>Kehidupan politik hari ini, seperti sepenggal bait lagu Ebiet G. Ade “mungkin tuhan mulai bosan melihat tingkah Jokowi yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa”. Pada gilirannya, tidak tertutup kemungkinan paiman akan menjadi tumbal pertama dari otoritarian personality gaya kekuasaan politik Jokowi.</p>
<p>Pada akhirnya kita harus percaya “sebesar apapun kejahatan tak akan bisa kuasa, tapi sekecil apapun kebenaran tak akan bisa binasa”</p>
<p><em>Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ketika-paiman-gugat-roy-c-s-semakin-banyak-orang-baik-di-bui/">Ketika Paiman Gugat Roy C.S. Semakin Banyak Orang Baik Di Bui</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ketika-paiman-gugat-roy-c-s-semakin-banyak-orang-baik-di-bui/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sikap Jokowi Serang SBY Untuk Rebut Legitimasi Single Power Di Indonesia</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/sikap-jokowi-serang-sby-untuk-rebut-legitimasi-single-power-di-indonesia/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/sikap-jokowi-serang-sby-untuk-rebut-legitimasi-single-power-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2025 04:09:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7288</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen) Jakarta, Indonesiawatch.id – Pengamat politik dari Lingkar Demokrasi...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sikap-jokowi-serang-sby-untuk-rebut-legitimasi-single-power-di-indonesia/">Sikap Jokowi Serang SBY Untuk Rebut Legitimasi Single Power Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)</strong></p>
<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Pengamat politik dari Lingkar Demokrasi Nusantara Rendy Alamsyah, mengatakan relasi Jokowi-SBY sebagai “rekonsiliasi yang gagal sejak dini”. Menurut Rendy “ apa yang kita lihat hari ini adalah ledakan dari konflik laten yang tidak pernah selesai sejak 2014”.</p>
<p>Fenomena konflik Jokowi-SBY, memang tidak pernah terlihat langsung di permukaan, tapi publik bisa membaca adanya tarik menarik kedua belah kubu, untuk merebut dominasi kekuasaan politik di Indonesia.</p>
<p>Konflik tradisional kedua kubu, kembali pecah ketika isu ijazah palsu Jokowi menyasar kepada partai biru. Konfrontasi politik akhirnya tidak bisa ditutupi, ketika Silfester seorang relawan Jokowi, dalam acara debat di televisi, menegaskan adanya keterlibatan tokoh besar dari partai biru, dalam sengkarut ijazah palsu Jokowi.</p>
<p>Tudingan SBY dibalik isu ijazah palsu Jokowi, nampaknya analisa politik paranoid kubu Jokowi yang dipicu oleh maraknya gerakan pemakzulan Gibran dan munculnya wacana AHY yang digadang-gadang layak menggantikan Gibran.</p>
<p>Perilaku Jokowi yang otoritarian personality, telah memporak porandakan nilai demokrasi sebagai pondasi reformasi, akibat politik dinasti yang mengedepankan “politik sayang anak”.</p>
<p>Tabir gelap penempatan Gibran sebagai Wakil Presiden Prabowo, kini semakin terungkap sebagai strategi politik untuk merebut kekuasaan 2029. Bagi Jokowi untuk merebut legitimasi sebagai single power di panggung politik nasional adalah harga mati.</p>
<p>Kasus ijazah palsu dan pemakzulan Gibran adalah ancaman potensial yang harus disingkirkan dengan menghalalkan segala cara. Disisi lain kekuasaan presiden Prabowo adalah pijakan politik bagi manuver Jokowi merebut kursi presiden 2029.</p>
<p>Bagi rakyat menghentikan laju manuver politik Jokowi untuk merebut kekuasaan presiden 2029, adalah harga yang harus dibayar sekalipun mahal, mengingat sepak terjang Jokowi selama 10 tahun berkuasa, telah memporak porandakan semua sendi kehidupan rakyat Indonesia dan jalannya reformasi.</p>
<p>Kini sikap negarawan presiden Prabowo diuji, apakah akan membiarkan terjadinya pertumpahan darah diantara anak bangsa, atau berdiri diatas kepentingan rakyat untuk menetralisir ancaman sikap otoritarian personality Jokowi yang semata-mata mempertahankan politik dinasti.</p>
<p><em>Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sikap-jokowi-serang-sby-untuk-rebut-legitimasi-single-power-di-indonesia/">Sikap Jokowi Serang SBY Untuk Rebut Legitimasi Single Power Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/sikap-jokowi-serang-sby-untuk-rebut-legitimasi-single-power-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Analogi Jokowi: Naik Motor Sein Ke Kiri Belok Ke Kanan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/analogi-jokowi-naik-motor-sein-ke-kiri-belok-ke-kanan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/analogi-jokowi-naik-motor-sein-ke-kiri-belok-ke-kanan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2025 03:01:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7171</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen) Jakarta, Indonesiawatch.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menulis...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/analogi-jokowi-naik-motor-sein-ke-kiri-belok-ke-kanan/">Analogi Jokowi: Naik Motor Sein Ke Kiri Belok Ke Kanan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)</strong></p>
<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menulis dalam buku catatannya, ditemukan ada 100 kebohongan Joko Widodo saat menjadi presiden RI. Diantaranya menurut Fadli Zon, di bidang pertanian Jokowi ingin membangun kedaulatan pangan, apalagi kondisi petani sangat terpuruk.</p>
<p>Tetapi yang terjadi, ketika petani panen, Jokowi justru mengimpor beras besar-besaran. Lebih aneh lagi, klaim Presiden Jokowi bahwa Indonesia sudah 3 tahun tidak melakukan impor beras. Padahal datanya selama kepemimpinan jokowi sejak 2014, selalu mengimpor beras.</p>
<p>Bahkan jumlah impor beras pada 2018 tercatat yang paling banyak, mencapai 2.253.824,5 ton atau senilai 1,03 miliar dolar AS.</p>
<p>Di sektor energi, Jokowi berjanji akan membangun pertamina lebih hebat dari Petronas Malaysia. Alih-alih Pertamina jadi hebat, malah menukik jatuh nyungsep karena beban utang dan mega korupsi.</p>
<p>Di bidang kesehatan, Jokowi janji akan bangun 50 ribu Puskesmas dalam kurun waktu lima tahun kedepan, tapi berakhir dengan kobohongan pula. Bahkan citra Jokowi dalam Pilpres 2014, dikemas dengan kebohongan sosok Jokowi sebagai presiden visioner melalui rekayasa mobil Esemka.</p>
<p>Belum lagi Jokowi ketika mengatakan, pembangunan IKN tidak akan gunakan APBN dan sudah datang ratusan investor asing yang tertarik untuk bangun IKN. Birahi Jokowi untuk berbohong, terus dipelihara ketika Jokowi mengklaim bahwa pembangunan IKN sudah mendapat persetujuan rakyat melalui wakilnya di DPR.</p>
<p>Dusta Jokowi terus bergulir, dengan menyatakan telah membangun lebih dari 191.000 km jalan desa, padahal itu adalah total jalan desa yang dibangun sejak Indonesia merdeka. Masih banyak dusta Jokowi untuk diurai satu persatu.</p>
<p>Di tengah umbaran kedustaan, ada hal luar biasa yang Jokowi lakukan saat masih menjadi presiden. Diantaranya Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah terus memerangi informasi bohong alias kabar bohong atau hoax yang tersebar di media sosial.</p>
<p>&#8220;Saya kira sudah lama kita bertarung dengan yang namanya kabar bohong, yang namanya hoax itu, saya kira kita sudah bertarung lama dan ini terus-menerus,&#8221; kata Jokowi.</p>
<p>Fenomena kebohongan yang dilakukan Jokowi dalam perspektif psikologis, dapat digolongkan Mythomania (Kebohongan Patologis), berbohong dengan cerita yang berlebihan dan dramatis, seringkali merasa sebagai tokoh utama, dan mungkin mempercayai kebohongan mereka sendiri.</p>
<p>Penyebabnya adalah trauma masa kecil, rendahnya harga diri dan gangguan kepribadian. Mungkin lebih tepat jika menggunakan pendekatan Islam, untuk mengurai prilaku dusta Jokowi.</p>
<p>Dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan: “Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu (1) ketika berbicara ia dusta, (2) ketika berjanji ia mengingkari, dan (3) ketika ia diberi amanat ia berkhianat).</p>
<p>Peristiwa kebohongan yang terus terjadi berulang kali, maka sosok Jokowi lebih tepat jika disejajarkan dengan kaum munafiqin. Sangat memprihatinkan jika sifat dusta Jokowi, dilatar belakangi oleh rendahnya harga diri beliau, akibat trauma masa kecilnya.</p>
<p>Terkait soal ijazah Jokowi yang dengan ngototnya diklaim asli, akhirnya dibutuhkan kewarasan publik untuk tidak terus menerus menuduh sebagai ijazah palsu, karena sebagaimana dianalogikan, jokowi seperti ibu-ibu naik motor, ketika lampu sen ke kiri dapat dipastikan belok ke kanan.</p>
<p>Maknanya dalam soal kisruh ijazah, sesungguhnya Jokowi telah mengakui dengan caranya sendiri. Sehingga bisa jadi publik yang dianggap tidak tahu diri, tidak mampu membaca tanda-tanda “kejujuran” ala jokowi. Mohon maaf pak Jokowi atas kekhilafan publik yang tidak menghargai “kejujuran” ala Jokowi.</p>
<p><em>Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/analogi-jokowi-naik-motor-sein-ke-kiri-belok-ke-kanan/">Analogi Jokowi: Naik Motor Sein Ke Kiri Belok Ke Kanan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/analogi-jokowi-naik-motor-sein-ke-kiri-belok-ke-kanan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengurai Jejak Paiman Raharjo di Pasar Pramuka Pojok</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/mengurai-jejak-paiman-raharjo-di-pasar-pramuka-pojok/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/mengurai-jejak-paiman-raharjo-di-pasar-pramuka-pojok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2025 14:33:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[ijazah jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[paiman raharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen) Jakarta, Indonesiawatch.id – Pasar sebagai tempat jual beli...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/mengurai-jejak-paiman-raharjo-di-pasar-pramuka-pojok/">Mengurai Jejak Paiman Raharjo di Pasar Pramuka Pojok</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)</strong></p>
<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Pasar sebagai tempat jual beli segala kebutuhan masyarakat, tetapi Pasar Pramuka Pojok (untuk membedakan dengan Pasar Burung Pramuka) memiliki kekhasan. Pasalnya mereka yang memiliki kios di Pasar Pramuka Pojok, adalah para seniman profesional di bidang rekayasa dokumen penting.</p>
<p>Hasil investigasi kepada para pemilik kios di Pasar Pramuka Pojok yang telah diaspora pasca kebakaran Desember 2024, ternyata produk Pasar Pramuka Pojok mulai dari skripsi, tesis, ijazah, surat nikah, KTP, paspor, hasil laboratorium Sucofindo, hingga visa AS dan negara lain.</p>
<p>Semua bisa dibuat palsu dengan tingkat kemiripan hingga 99 persen. Maka sulit untuk tidak mengkaitkan Paiman Raharjo pemilik kios pengetikan skripsi sejak tahun 1990an sampai 2017, dengan produk Pasar Pramuka Pojok.</p>
<p>Paiman Raharjo yang kerapkali dipanggil dosen, ternyata karena Paiman Raharjo menjadi langganan para mahasiswa untuk pembuatan skripsi atau plagiat skripsi.</p>
<p>Keterangan para rekan sesama pemilik kios di Pasar Pramuka Pojok, pada 1 Mei 2025 Paiman pernah menyelenggarakan halal bihalal eks pekerja Pasar Pramuka Pojok, sebuah kegiatan yang sebelumnya tidak pernah diselenggarakan.</p>
<p>Pada acara halal bihalal tersebut, dihadiri oleh para seniman pembuat produk dokumen palsu (foto terlampir). Hal ini semakin membuka tabir gelap, jejak Paiman Raharjo sebagai “tokoh” gank PPP (Pasar Pramuka Pojok).</p>
<p>Kegiatan halal bihalal yang dibiayai oleh Paiman, terendus adanya maksud lain Paiman yang mulai panik, setelah kasus dugaan ijazah palsu Jokowi semakin marak di media sosial. Paiman mencoba untuk mempengaruhi para pemilik kios Pasar Pramuka Pojok, untuk tidak memberikan info apapun terkait kegiatan yang dilakukan di Pasar Pramuka Pojok.</p>
<p>Menurut keterangan teman-teman pemilik kios di Pasar Pramuka Pojok, Paiman hingga tahun 2010 masih berseliweran dan nongkrong di Pasar Pramuka Pojok. Tetapi pasca 2012, Paiman Raharjo naik kelas.</p>
<p>Nasibnya mulai berubah drastis, dan mendapat jabatan mulai dari menjadi komisioner dan komisaris di BUMN, hingga menjadi Wamendes. Paiman pun memiliki rumah di komplek kehakiman di belakang gedung BNPB.</p>
<p>Apa yang menyebabkan jalan hidup Paiman mulai bersinar, tentunya ada kata kunci sebagai pembuka kotak Pandora yang akan terjawab, seiring berjalannya waktu. Buku Paiman yang berjudul “tukang sapu jadi propesor” terbitan 2022, dapat dijadikan cerita inspiratif untuk generasi muda yang ingin merebut masa depan dengan instan, tetapi siap dengan risiko yang dihadapi.</p>
<p>Kasus kebakaran Pasar Pramuka Pojok pada akhir 2024 yang meludeskan lebih dari 200 kios, tampak memiliki kejanggalan. Api yang mulai membakar Pasar Pramuka Pojok, terjadi pada subuh sekitar pukul 5.30, ternyata tidak mampu dipadamkan oleh pihak pemadam kebakaran.</p>
<p>Padahal posisi posko Damkar hanya berjarak tidak lebih 1 kilometer dari lokasi kebakaran. Dari kebakaran tersebut, seluruh kios di Pasar Pramuka Pojok ludes terbakar. Apakah kebakaran sebagai cara untuk mengubur jejak kelam sebuah tragedi yang amat mencoreng citra bangsa ini.</p>
<p><em>Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/mengurai-jejak-paiman-raharjo-di-pasar-pramuka-pojok/">Mengurai Jejak Paiman Raharjo di Pasar Pramuka Pojok</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/mengurai-jejak-paiman-raharjo-di-pasar-pramuka-pojok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Paiman Raharjo Klaim Batas Waktu Kepemilikan Kios Percetakan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/mengapa-paiman-raharjo-klaim-batas-waktu-kepemilikan-kios-percetakan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/mengapa-paiman-raharjo-klaim-batas-waktu-kepemilikan-kios-percetakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2025 05:51:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[paiman raharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7150</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen) Jakarta, Indonesiawatch.id – Dalam keterangannya pada tayangan kanal...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/mengapa-paiman-raharjo-klaim-batas-waktu-kepemilikan-kios-percetakan/">Mengapa Paiman Raharjo Klaim Batas Waktu Kepemilikan Kios Percetakan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)</strong></p>
<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Dalam keterangannya pada tayangan kanal youtube Suara Anda 24 Juni 2025, Paiman Raharjo memberikan pengakuan bahwa dirinya memiliki kios ketik dan cetak skripsi di pasar pramuka.</p>
<p>Tapi menjadi menarik dari pengakuan Paiman Raharjo, adalah klaim tahun kepemilikan kios ketik dan cetak skripsi pada tahun 1997 sd 2002. Mengapa paiman harus memberikan batas waktu kepemilikan kios ketik dan cetak skripsi 1997 sd 2002.</p>
<p>Tentunya pengakuan tersebut, tidak semata-mata sebagai pelengkap “kejujuran” paiman soal kepemilikan kios di pasar pramuka. Justru ada hal yang disamarkan dalam pengakuan paiman raharjo dan tidak tertutup kemungkinan adanya kecemasan paiman raharjo jika harus ikhlas untuk berkata jujur.</p>
<p>Hasil temuan di lapangan, didapat informasi dari beberapa rekan sesama pemilik kios di pasar pramuka yang siap bersaksi, bahwa paiman raharjo mantan wamendes, telah memiliki kios ketik dan cetak skripsi sejak tahun 1990an sampai tahun 2017.</p>
<p>Kios milik paiman pertama, berada di areal depan Pasar Pramuka, kemudian pindah ke areal belakang Pasar Pramuka. Ketika ditanya kepada rekan-rekan Paiman, kenapa kiosnya harus pindah ke belakang, dengan nada berkelakar rekan-rekan Paiman itu menjawab “apa yang kami lakukan disini, banyak ilegalnya, jadi kalau kios berada di belakang, semata-mata demi pertimbangan keamanan”.</p>
<p>Mengapa Paiman Raharjo harus memberikan pengakuan soal batas waktu kepemilikan kios di pasar pramuka tahun 1997 sd 2002. Publik menduga ada semacam upaya menghindar paiman raharjo, dari kisruh kasus dugaan ijazah palsu Jokowi yang diduga dibuat sekitar tahun 2012, saat jokowi mengikuti kontestasi pilkada Jakarta.</p>
<p>Pernyataan Paiman Raharjo di kanal youtube <em>Suara Anda</em>, nampaknya menjadi blunder yang dibuatnya sendiri. Jika dianalogikan pertandingan sepak bola, Paiman Raharjo sebagai <em>center back</em> Persis Solo, melakukan bunuh diri karena memasukan bola ke gawang sendiri.</p>
<p><em>Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/mengapa-paiman-raharjo-klaim-batas-waktu-kepemilikan-kios-percetakan/">Mengapa Paiman Raharjo Klaim Batas Waktu Kepemilikan Kios Percetakan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/mengapa-paiman-raharjo-klaim-batas-waktu-kepemilikan-kios-percetakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pak Prabowo, Dengarlah Suara Rakyat</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pak-prabowo-dengarlah-suara-rakyat/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pak-prabowo-dengarlah-suara-rakyat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2025 02:09:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran Rakabuming Raka]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7110</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen) Jakarta, Indonesiawatch.id – Ketika Prabowo Subianto menang dalam...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pak-prabowo-dengarlah-suara-rakyat/">Pak Prabowo, Dengarlah Suara Rakyat</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)</strong></p>
<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Ketika Prabowo Subianto menang dalam pilpres 2024 dan berhak secara konstitusi untuk menduduki jabatan presiden Indonesia, tumbuh secercah harapan dari suara rakyat kecil.</p>
<p>Saat ini ada pemimpin yang mau mendengarkan suara rakyat dari gubuk-gubuk kumuh dan lorong-lorong becek. Rakyat sesungguhnya sudah tidak mampu lagi menatap mata keji Jokowi, menggenggam tangan kotor Jokowi, mendengar suara Jokowi yang penuh aroma kebohongan.</p>
<p>Di awal kepemimpinan presiden Prabowo, ada kecewa yang memenuhi rongga dada rakyat, ketika presiden mengumumkan susunan kabinet merah putih yang gemoy. Masih saja terlihat para menteri era Jokowi, dengan track record “pelaku pembobol uang negara”.</p>
<p>Tetapi rakyat masih memaklumi soal susunan kabinet merah putih, faktornya adalah cawe-cawe Jokowi. Seiring berjalanya waktu, presiden Prabowo terus dengan lantang meneriakan ganyang korupsi.</p>
<p>Walau ada pengungkapan kasus besar korupsi, tetapi dalam proses hukumnya, Cuma teri yang tertangkap, sementara actor pelakunya bisa bernafas lega, karena berbagi uang haram dengan oknum penegak hukum. Rakyat tetap saja dipertontonkan wajah keji para koruptor yang saat ini masih bercokol di kabinet merah putih.</p>
<p>Ketika publik masih memiliki harapan akan adanya reshuffle kabinet merah putih oleh presiden Prabowo, diperkirakan sekitar bulan mei sd juni 2025. Bagai geledek disiang bolong, publik mendapat bocoran bahwa Prabowo tidak akan mereshuffle kabinetnya, karena kinerja kabinet merah putih masih dipandang baik oleh Prabowo.</p>
<p>Publik semakin sulit untuk memahami pokok-pokok keinginan Prabowo, ketika antara niat dengan realisasinya kontradiksi. Sikap keras dan tegas prabowo yang ditunggu-tunggu public, ternyata hanya untuk menciptakan lingkungan presiden yang clear dari muka-muka koruptor, sudah hampir setahun kepemimpinan presiden Prabowo, sama sekali tidak terlihat tanda-tanda perubahan.</p>
<p>Kini rumor politik yang bergulir liar, presiden Prabowo dibatasi gerak majunya oleh Jokowi, diantaranya haram untuk mengutak atik menteri titipan radja jawa Jokowi. Fenomena presiden Prabowo dengan kekuasaan minimalis, menjadi isu politik yang mengemuka saat ini. Tentunya issue tersebut, disertai berbagai fakta lapangan yang valid.</p>
<p>Contoh yang masih melekat di benak kita, adalah persoalan judi online, yang diduga kuat melibatkan mantan menteri Komdigi Budi Arie dan kasus mega korupsi Pertamina yang faktanya mengarah kepada beberapa menteri kabinet merah putih.</p>
<p>Belum lagi perilaku Kapolri, menurut sumber terpercaya, telah mengabaikan arahan dan petunjuk presiden Prabowo. Pertanyaannya mengapa prabowo diam, menghadapi kondisi negara yang sedang meluncur kearah killing ground?</p>
<p>Hari ini nasib rakyat kecil, tidak beranjak dari kemiskinan dan ketidak adilan, bahkan tidak muncul secercah harapan akan masa depan yang sedikit lebih baik. Persoalan yang sesungguhnya dihadapi bangsa ini, bukan soal pemakzulan Gibran sebagai wakil presiden, tapi yang lebih penting adalah kemampuan presiden Prabowo melakukan genosida terhadap kejahatan terorganisasi kepada negara yang diotaki oleh Jokowi.</p>
<p><em>Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pak-prabowo-dengarlah-suara-rakyat/">Pak Prabowo, Dengarlah Suara Rakyat</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pak-prabowo-dengarlah-suara-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jokowi &#038; Agen CIA</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/jokowi-agen-cia/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/jokowi-agen-cia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2025 16:58:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[esemka]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7108</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen) Jakarta, Indonesiawatch.id – Dengan mengusung format narasi presiden...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/jokowi-agen-cia/">Jokowi &#038; Agen CIA</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Penulis Opini: Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)</strong></em></p>
<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Dengan mengusung format narasi presiden “wong cilik”, Mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo sukses meyakinkan rakyat Indonesia bahwa dirinya adalah presiden pro rakyat.</p>
<p>Bahkan Jokowi di-<em>framing</em> seperti Obama, eks Presiden Amerika Serikat, yang merupakan sosok pemimpin represetasi kelompok minoritas. Tapi tidak banyak yang mengetahui jejak langkah Jokowi, dalam menapaki keberuntungannya <em>step by step</em> mencapai puncak tertinggi kekuasaan negara.</p>
<p>Tahun 2005 bersamaan dengan terpilihnya Jokowi sebagai Walikota Solo dengan persentase suara sebesar 36,62%, Dinas Intelijen Amerika menangkap salah seorang yang terkait serangan 9/11 dan Bom Bali I tahun 2002 bernama Riduan Isamuddin atau Hambali. Dia ternyata memiliki hubungan dengan Jemaah Islamiyah yang terkait Al Qaeda, pimpinan Abu Bakar Baasyir yang bermarkas di Solo.</p>
<p>Berdasarkan dokumen Central Intelligence Agency (CIA) yang dibocorkan oleh Wikileaks, pada tanggal 7 April 2006 agen CIA atas nama Pierangelo dan David S. Williams menemui Jokowi yang ketika itu menjadi Walikota Solo.</p>
<p>Agen CIA itu meminta Jokowi untuk mengontrol gerakan Abu Bakar Baasyir. Sesuai permintaan Amerika, Jokowi berhasil mengontrol keradikalan pengikut Abu Bakar Baasyir di Solo, melalui pendekat pribadi dengan sang ustadz.</p>
<p>Hubungan Jokowi dan Abu Bakar Ba’asyir semakin dekat, hingga Jokowi berhasil menjadi Gubernur Jakarta. Keberhasilan Jokowi mengontrol Abu Bakar Baasyir mendapat pujian Amerika sebagaimana kawat diplomatik dari Dubes AS di Jakarta, Cameron R. Hume kepada Pentagon, sesuai bocoran website Wikileaks berjudul &#8220;Solo, From Radical To Tourist Heaven.&#8221;</p>
<p>Selanjutnya AS memutuskan untuk menyiapkan Jokowi sebagai kandidat presiden Indonesia, dengan melibatkan Luhut Binsar Panjaitan untuk mematangkan rencana mengusung jokowi sebagai presiden Indonesia yang dibackingi AS.</p>
<p>Sebagai langkah awal operasi intelijen “menggarap Jokowi” sebagai calon presiden Indonesia, pada tahun 2008 dibentuk usaha patungan dalam wadah perusahaan PT Rakabu Sejahtera antara Luhut Binsar Panjaitan dengan Jokowi.</p>
<p>Dalam akta pendirian perusahaan, tercatat modal awal dari Luhut Rp15,5 Milyar dan putra Jokowi bernama Gibran sebesar Rp19,2 milyar. Selanjutnya operasi intelijen fokus kepada memformulasikan citra palsu Jokowi, sebagai tokoh muda terbaik negeri ini.</p>
<p>Jokowi dikaitkan dengan Esemka dan menciptakan citra riwayat hidup Jokowi menjadi sosok pemuda dari keluarga miskin yang tinggal di bantaran kali dan mengalami dinamika hidup yang cukup pahit.</p>
<p>Ketika sosok Jokowi sudah siap untuk dipublikasikan, maka dipilih Tempo milik Gunawan Muhamad, anak didik Ivan Kats agen CIA. Tempo memainkan peran sentral, dalam mengangkat Jokowi ke panggung nasional.</p>
<p>Terbukti bahwa Tempo adalah majalah yang pertama kali mengulas kehebatan dan visionernya Jokowi terkait proyek yang akan menjadi cikal bakal mobil nasional bernama Esemka. Jokowi segera menjadi fenomena baru tokoh muda di Indonesia .</p>
<p>Setelah sukses menempatkan Jokowi sebagai capres, &#8220;pasukan bayangan&#8221; di belakang Jokowi mulai berani menampakan diri; CSIS melalui petinggi mereka, Jacob Oetoyo mengatur pertemuan Jokowi sebanyak dua kali dengan dubes Amerika dan Inggris, sekali di rumahnya; dan yang kedua kali di rumah makan mewah di Jakarta Pusat; The Jakarta Post, koran milik CSIS secara terang-terangan mengawal Jokowi.</p>
<p>Dukungan kepada Jokowi secara terbuka mulai muncul dari Gunawan Muhamad, Wiranto; Agum Gumelar-Hendro priyono; Sutiyoso; Luhut Panjaitan.</p>
<p>Betapa naifnya bangsa yang memiliki sejarah gemilang, tanpa keraguan menerima Jokowi, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Lebih ironi lagi, keterlibatan para tokoh nasional sebagai perpanjangan tangan asing, ikut dalam operasi ini.</p>
<p>Legasi Jokowi paska 10 tahun berkuasa, hanya menyisakan porak porandanya kehidupan berbangsa dan bernegara. Sesungguhnya bukan karena Jokowi yang brilian menipu bangsa ini, tetapi akibat kultur para petinggi bangsa ini yang masih bangga menjadi antek asing.</p>
<p><em>Notes: Opini atau tulisan ini merupakan sepenuhnya tanggung jawab penulis</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/jokowi-agen-cia/">Jokowi &#038; Agen CIA</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/jokowi-agen-cia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenang &#8220;New Hope&#8221; Jokowi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/mengenang-new-hope-jokowi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/mengenang-new-hope-jokowi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2025 14:05:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6995</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Setelah terpilih sebagai presiden tahun 2014, potret Jokowi menghiasi cover majalah Time...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/mengenang-new-hope-jokowi/">Mengenang &#8220;New Hope&#8221; Jokowi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Setelah terpilih sebagai presiden tahun 2014, potret Jokowi menghiasi cover majalah Time dengan judul “New Hope”. Luar negeri mensejajarkan Jokowi dengan Obama, sosok pemimpin yang datang dari kelompok minoritas dan kelas bawah “wong cilik” yang akan membawa harapan baru.</p>
<p>Pembawaan Jokowi yang sederhana, adalah antitesa dari kebanyakan pejabat negara yang elitis. Portofolio Jokowi telah menghipnotis banyak pihak, akan hadirnya pemimpin pro rakyat dan berkomitmen terhadap pembangunan demokrasi.</p>
<p>Optimisme akan datangnya era baru pemerintahan yang berpihak kepada rakyat, ternyata hanya kosmetika politik, untuk memoles wajah bopeng kekuasaan Jokowi di periode kedua pemerintahannya.</p>
<p>Jokowi sebagai anak biologis reformasi, ternyata memiliki cacat bawaan, karena mengidap otoritarianism personality. Alih-alih memperkokoh nilai demokrasi, menjelang berakhirnya kekuasaan Jokowi, justru mengintrodusir budaya politik orde baru.</p>
<p>Dalam rangka membangun network kekuatan politik, untuk melanggengkan kekuasaannya, dengan strategi politik sandera.</p>
<p>Praktek politik sandera ternyata efektif bagi Jokowi, untuk melakukan control kekuasaan, paska tidak lagi berada di kursi presiden. Tetapi mengakibatkan dampak buruk luar biasa bagi kelangsungan kehidupan berbangsa bernegara yang dicita-citakan reformasi.</p>
<p>Runtuhnya pondasi demokrasi, hukum dan ekonomi serta terpolarisasinya kekuatan politik, mengakibatkan bangsa ini semakin terbelah. Sejarah mencatat kemenangan pasangan Prabowo-Gibran pada pilpres 2024, adalah buah karya Jokowi dengan mengerahkan network kekuatan politiknya yang dibentuk melalui mekanisme politik sandera.</p>
<p>Jokowi dengan ambisi liar politiknya dan didukung oleh sifat otoritarianism personality, realitasnya berhasil mempertahankan control terhadap kekuasaan pemerintah Prabowo.</p>
<p>Jokowi yang kental budaya kosmologi Jawa, maka tidak salah jika dijuluki sebagai “raja jawa”, dengan perilaku politik mengedepankan superioritas, dengan kata lain tidak boleh ada yang lebih unggul dari Jokowi.</p>
<p>Oleh sebab itu Jokowi menggelar operasi garis dalam, dalam rangka menciptakan “kekuasaan minimalis” pemerintahan Prabowo.</p>
<p>Sifat dasar Jokowi yang otoritarianism personality dan gelar operasi garis dalam, telah membentuk dualisme loyalitas dalam satu perahu kekuasaan presiden.</p>
<p>Fenomena politik dualisme loyalitas, tidak saja melemahkan kekuasaan presiden sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan, tetapi bayang-bayang Jokowi dalam wajah pemerintahan probowo, akan semakin mempertajam jurang relasi antara penguasa dengan rakyat.</p>
<p>Sebagaimana ungkapan viral dari produk iklan “apapun makannya minumnya tetap teh botol”, begitulah target operasi garis dalam Jokowi “siapapun presidennya, penguasanya tetap Jokowi”.</p>
<p>Strategi politik sandera adalah sebuah orkestra dengan dirigen Jokowi, terus melantunkan lagu “kejarlah daku kau kutangkap”, tanpa perduli rakyat sebagai penonton suka atau tidak suka.</p>
<p>Mencermati konfigurasi politik hari ini, nampaknya rakyat diminta untuk terus bersabar dan diam sebagai penonton, sebagaimana pernyataan presiden Probowo saat baru dilantik. Tapi sikap diam bukan lagi emas, tapi bisa jadi pengecut atau bagian dari para penghianat negara.</p>
<p><strong>Sri Radjasa MBA</strong><br />
<em>-Pemerhati Intelijen</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/mengenang-new-hope-jokowi/">Mengenang &#8220;New Hope&#8221; Jokowi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/mengenang-new-hope-jokowi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Intro Nyanyian Hasto: Jokowi Di Balik Revisi UU KPK</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/intro-nyanyian-hasto-jokowi-di-balik-revisi-uu-kpk/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/intro-nyanyian-hasto-jokowi-di-balik-revisi-uu-kpk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Feb 2025 23:29:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6852</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Pernyataan Sekjen PDIP Hasto, tentang keterlibatan Jokowi untuk merevisi UU KPK yang...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/intro-nyanyian-hasto-jokowi-di-balik-revisi-uu-kpk/">Intro Nyanyian Hasto: Jokowi Di Balik Revisi UU KPK</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Pernyataan Sekjen PDIP Hasto, tentang keterlibatan Jokowi untuk merevisi UU KPK yang mengakibatkan lembaga anti rasuah tersebut menjadi macan ompong.</p>
<p>Hasto juga menambahkan, bahwa untuk kepentingan melemahkan KPK, Jokowi menggelontorkan dana sebesar 3 juta dolar. Soal keterlibatan Jokowi dalam melemahkan KPK, sebenarnya bukan informasi dengan klasifikasi RHS.</p>
<p>Jika digunakan akal sehat, maka hanya presiden tak waras yang diam seribu bahasa, ketika KPK unggul dengan prestasi luar biasa menggerus korupsi dan meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam keseriusan memberantas korupsi, kemudian terjadi upaya melemahkan KPK, dengan modus revisi UU KPK.</p>
<p>Jadi tidak sulit untuk menduga, presiden Jokowi terlibat, bahkan menjadi inisiator revisi UU KPK, demi kepentingan memenuhi nafsu rendahnya untuk mengais limbah kekuasaan.</p>
<p>Pernyataan Hasto soal keterlibatan Jokowi dan menggelontorkan dana 3 juta dolar ke kalangan DPR, semakin memperjelas dugaan keterlibatan Jokowi.</p>
<p>Fenomena Jokowi sebagai aktor di balik revisi UU KPK, merefleksikan potret presiden RI yang hanya memiliki komitmen, untuk kepentingan keluarganya dan kroninya.</p>
<p>Oleh sebab itu terpilihnya Jokowi sebagai presiden 2 periode, adalah Megathrust kehidupan berbangsa bernegara yang meluluhlantakan kehidupan politik, hukum, ekonomi dan etika moral.</p>
<p>Jika boleh dikatakan, setelah Jokowi lengser, Indonesia seperti baru memasuki pintu gerbang kemerdekaan, dengan bayang-bayang ancaman masuknya kembali penjajah.</p>
<p>Terlepas dari tindakan Jokowi yang ternyata adalah aktor revisi UU KPK, kita patut mensyukuri karena Tuhan tidak mentakdirkan, Jokowi lahir di era Indonesia memperebutkan kemerdekaan.</p>
<p>Jika saja Jokowi lahir di era merebut kemerdekaan, maka dapat dipastikan Indonesia mustahil merdeka pada 17 Agustus 1945.</p>
<p>Bahkan tidak menutup kemungkinan, Indonesia hanya menjadi provinsi seberang lautan Belanda, dengan Gubernur Jenderal bernama Jokowi Van De Gimmick.</p>
<p>Maka patut jika OCCCRP menganugrahkan penghargaan sebagai presiden terkorup. Oleh karenanya, kepada para pendekar hukum, para jenderal pemimpin institusi hukum, jangan sekali kali merasa hebat dan berprestasi, jika hanya menjadi ayam sayur di hadapan Jokowi.</p>
<p><strong>Sri Radjasa MBA</strong><br />
<em>-Pemerhati Intelijen</em></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/intro-nyanyian-hasto-jokowi-di-balik-revisi-uu-kpk/">Intro Nyanyian Hasto: Jokowi Di Balik Revisi UU KPK</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/intro-nyanyian-hasto-jokowi-di-balik-revisi-uu-kpk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-05-25 20:27:25 by W3 Total Cache
-->