Gabungan “pelanggaran moral ” tersebut menimbulkan kemarahan besar dari para “dewa politik” di Jakarta yang mempunyai agenda memberantas tindakan korupsi dan secara tak tersirat ingin membonsai ruang gerak PDIP sebagai partai oposisi.
Akibatnya, Airin dan dinasti politik Banten pun dikeroyok, dikepung dari berbagai sudut, sebuah kepungan yang mematikan, membuat Airin dan dinasti politik Banten tumbang dengan sangat mengejutkan (bagi kebanyakan orang) dan mungkin juga menyakitkan.
Uten Sutendy
-Budayawan dan Pecinta Banten










