Menu

Dark Mode
Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah Daftar Kekayaan 7 Kandidat Kapolri Pengganti Listyo Sigit Prabowo Isu Ganti Kapolri Kian Kencang, Ini Kriteria Pengganti Listyo Sigit Prabowo LBH Peradi Profesional: Polisi Dilarang Pakai Teknik Investigasi Terselubung di Tindak Pidana Migas

Opini

Tiga Biang Kerok Airin Bisa Kalah di Banten

Avatarbadge-check


					Calon Gubernur Banten di Pilkada 2024, Airin Rachmy Diany. Perbesar

Calon Gubernur Banten di Pilkada 2024, Airin Rachmy Diany.

Sebaliknya popularitas dan elektabilitas Andrasoni terus merangkak naik di waktu yang sama. Saat itu saya telah melihat potensi kekalahan Airin jauh sebelum hasil quick count dirilis. Setidaknya ada tiga aspek yang membuat Airin kalah: aspek politik, aspek strategi komunikasi dan aspek moral.

Secara dukungan partai politik Airin kalah jauh oleh Andrasoni. Airin didukung oleh dua partai besar, PDIP dan Golkar. Itupun kerjasama kedua partai tak maksimal. Partai Golkar terkesan ragu dan tak sungguh-sungguh mendukung Airin.

Baca juga:
PDIP Usung Airin di Pilkada Banten, Golkar Dalam Kegalauan

Karena sebelumnya partai beringin ini tidak berencana mencalonkan Airin. Posisi politik Golkar dilematis. Di satu sisi Golkar tergabung dalam KIM yang mempunyai misi mempersempit ruang gerak PDIP sebagai oposisi. Tetapi di sisi lain Airin adalah kader terbaik Golkar.

Akhirnya, praktis yang banyak bekerja berjuang untuk Airin di lapangan selain para relawan dan loyalis ya para kader PDIP. Bagi partai berlambang banteng memang tak ada cara dan pilihan lain selain harus total berjuang memenangkan pasangan Airin- Ade Sumardi.

Keberadaan faktor keduanyalah yang membuat PDIP bisa ikut bertarung di Pilgub Banten. Pasangan tersebut juga jadi harapan dan andalan untuk bisa memenangkan pertarungan setelah kader PDIP di daerah lain juga terkepung dan tertekan oleh kekuatan politik KIM.

Sementara itu, Andrasoni-Dimyati didukung oleh 10 partai besar (Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, PKS, PPP, Hanura,Demokrat, PSI, Partai Garuda, dan Prima) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Faktor politik lain yang membuat Airin kalah ialah salah membaca situasi dan masuk perangkap jebakan hasil survei di angka 77 persen yang terus menerus dirilis oleh tim Airin sendiri alih-alih untuk meyakinkan publik.Padahal itu hasil survey bulan Juli.

Pihak KIM membiarkan semua itu berlangsung tanpa memberi respon bantahan atau sanggahan dengan survei tandingan. Berdasarkan info dari orang dalam Gerindra, sebetulnya sudah ada update hasil survei terbaru tapi sengaja tidak dipublis oleh tim Andrasoni.

Tujuannya, agar tim Airin terus bereforia seolah-olah Airin sudah pasti menang. Secara psikologi hal tersebut berdampak kepada melemahnya kerja dan kinerja mesin politik Airin bahkan di detik-detik akhir.

Sebaliknya, tim Andrasoni semakin gencar dan giat bekerja serta masif menguasai ruang-ruang publik dan media. Faktor lain yang membuat Airin kalah ialah strategi komunikasi.

Airin kurang didukung oleh tim komunikasi yang mumpuni. Isu-isu yang dimainkan cenderung mengambang, melebar, dan bias. Tidak jelas apa yang mau diperjuangkan setelah terpilih. Tidak ada fokus. Terkesan hanya mengandalkan jualan figur Airin sebagai perempuan cantik yang berprestasi.

Berbeda dengan Andrasoni, memiliki strategi komunikasi yang jitu, fokus dan tepat sasaran. Minimal ada dua fokus isu yang terus menerus digelindingkan ke ruang public, seperti isu “Sekolah Gratis” dan isu “Tidak Korupsi”.

Berita Terbaru

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).

Food Estate, Oligarki Sawit, dan Krisis Keadilan di Indonesia

28 May 2026 - 09:06 WIB

Pemerhati Intelijen, Sri Radjasa MBA.

Tagar, Kekuasaan, dan Defisit Mendengar

3 May 2026 - 19:19 WIB

Ilustrasi tagar.

Komisi I DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas untuk Perlindungan Anak

11 March 2026 - 21:19 WIB

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Aceh Perlu Evaluasi Transparansi

9 March 2026 - 10:54 WIB

Koordinator TTI Nasruddin Bahar. (Sumber: AJNN)
Populer Berita Opini