Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Ekonomi

Air Galon Buat Orang Miskin, Ekonom: Pemerintah Harus Buat Air Minum Gratis

Avatarbadge-check


					Pemerhati Ekonomi, Yanuar Rizky, memberi tanggapan tentang air minum galon buat warga jatuh miskin. Perbesar

Pemerhati Ekonomi, Yanuar Rizky, memberi tanggapan tentang air minum galon buat warga jatuh miskin.

Jakarta, Indonesiawatch.id – Pemerhati Ekonomi, Yanuar Rizky mengatakan bahwa air minum galon dan kemasan bisa membuat masyarakat kelas menengah jatuh miskin. Pasalnya, air bersih untuk minum merupakan konsumsi inti masyarakat. Sehingga pengeluaran untuk air minum galon dapat membebani ekonomi masyarakat.

Kondisi ini diperparah dengan rentannya kelas menengah Indonesia turun ‘kasta’ menjadi masyarakat miskin. “Artinya kelas menengah kita rentan miskin kalau ada kenaikan atau tambahan biaya,” ujarnya kepada Indonesiawatch.id, Sabtu (31/08).

Baca juga:
Eks Menteri Keuangan Sebut Air Minum Galon Buat Orang Miskin, Masa Iya?

Menurut Yanuar, kondisi ini menunjukkan middle income trap, yang masih terjadi di Indonesia. Masyarakat berpendapatan menengah sulit naik kelas ke berpendapatan tinggi. Sebaliknya, justru lebih rentan jatuh miskin.

Hal ini tidak terlepas dari tantangan ekonomi yang dihadapi warga Indonesia. Misalnya, generasi masyarakat usia 45-60 tahun, kata Yanuar, mayoritas masih dalam posisi mantab alias makan tabungan, untuk mengatasi biaya tak terduga.

Bagi yang tidak punya tabungan, ujarnya, akan berutang. Indikasinya ditandai dengan naiknya pinjaman online.

Baca juga:
Ini Gurita Bisnis Ratu Batubara Tan Paulin dan Suaminya

Sementara itu, bagi generasi Gen Z dan milenial yang mencari pekerjaan mauupun sudah bekerja tapi rentan di PHK, akan mengalami kecemasan atas pendapatan. Apalagi budaya flexing, turut memberi rasa cemas bagi generasi ini.

Karena itu, alumni Universitas Gadjah Mada ini menyarankan, pengeluaran konsumsi inti masyarakat untuk air minum bisa ditekan. Caranya, pemerintah membuat fasilitas air minum gratis.

“Intinya konsumsi inti dikurangi dengan insentif pemerintah, resiko jatuh miskin bisa dimitigasi. Utilitas publik yang disediakan pemerintah, berupa air bersih siap minum,” pungkas Yanuar.

[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update