Menu ✖

Dark Mode
Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara Dosen UPN Veteran Jakarta Latih Petani Depok Olah Rambut Jagung Jadi Kombucha MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

Ekonomi

Bos AirAsia Sebut Tiket Pesawat di Indonesia Mahal karena Avtur, Pertamina: Sudah Mengacu Aturan KESDM

Avatarbadge-check


					Ilustrasi karena Avtur Pertamina, tiket pesawat mahal (Foto: Antara). Perbesar

Ilustrasi karena Avtur Pertamina, tiket pesawat mahal (Foto: Antara).

Jakarta, Indonesiawatch.id – Salah satu penyebab harga tiket pesawat mahal adalah harga avtur yang dijual PT Pertamina (Persero) kepada maskapai. Hal ini diungkapkan CEO AirAsia Tony Fernandes dalam bincang media di Hotel Fairmont, Kamis (5/9).

Pihak Pertamina angkat suara tentang pernyataan bos AirAsia tadi. Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso, avtur merupakan bahan bakar nonsubsidi, yang penentuan harganya sudah mengacu pada ketentuan berlaku dari Kementerian ESDM.

Baca juga:
Bos AirAsia Sebut Harga Tiket Pesawat Mahal karena Avtur Pertamina

“Pertamina menjalankan bisnis niaga avtur sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ditetapkan,” katanya ketika dikonfirmasi Indonesiawatch.id, (06/09).

Sementara Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menjelaskan bahwa saat ini penentuan harga avtur Pertamina sudah mengacu pada ketentuan berlaku yaitu Kepmen ESDM No. 17 K/10/MEM/2019.

Isinya tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

Baca juga:
Harga Bioavtur Pertamina Mahal, Sulit Komersial dan Bersaing

Menurut Heppy, harga publikasi avtur di Indonesia bisa dikatakan cukup kompetitif. Nilai kompetitif harga publikasi avtur milik Pertamina juga setara dan/atau lebih rendah bila dibandingkan dengan harga publikasi per liter di negara yang memiliki kemiripan lanskap geografis dengan Indonesia.

Heppy mengatakan seperti saat ini harga publikasi avtur Pertamina Patra Niaga di bandara Soekarno Hatta dijual Rp 13.211/liter. Sedangkan harga publikasi avtur yang disalurkan Shell di Singapura sebesar Rp. 23.212/liter untuk periode 1-30 September 2024.

Menurut Heppy, saat ini regulasi bisnis niaga avtur juga sudah terbuka sesuai dengan regulasi dari Kementerian ESDM. “Dan Pertamina yang paling siap menjalankan bisnis niaga avtur sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ditetapkan,” ujar Heppy kepada Indonesiawatch.id.

Sebelumnya bos AirAsia Tony Fernandes mengatakan bahwa Avtur Pertamina paling mahal di dunia. “Bahan bakar di Indonesia lebih tinggi dibanding negara manapun atau tertinggi di dunia,” kata Tony.

Baca juga:
Bioavtur Mau Dipasarkan Pertamina di Bali, Tapi Jadwal Komersial Produk Belum Tahu

Menurut Tony, mahalnya harga avtur di Indonesia karena hanya Pertamina yang memasok Avtur di Indonesia. Tony menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan adanya kompetisi yang lebih sehat dalam penjualan avtur.

[red]

Berita Terbaru

Perkara Isi Ulang Gas Portable, Gabriel Sihombing Divonis 6 Bulan Penjara

29 October 2026 - 11:18 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis enam bulan penjara terhadap Gabriel Lumbantoruan alias Gabriel Sihombing dalam perkara pengisian ulang gas portabel. (Fot: Ist.)

MSI Desak Polda Sumsel Ungkap 20 Perusahaan yang Terindikasi Terlibat Karhutla

29 October 2026 - 10:07 WIB

Founder Milenial Silampari Institut (MSI), Aqil Maulidan (Dok. Indonesiawatch.id)

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update