Menu ✖

Dark Mode
Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan Penasehat Khusus Presiden Sempat Datangi Sidang Gabriel, Minta Hakim Pertimbangkan Kemanusiaan Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta Boyamin: Permintaan Pengembalian Aset Justru Menguatkan Dugaan Kepemilikan Febrie Adriansyah

Opini

Jokowi Versus Sultan Iskandar Muda

Avatarbadge-check


					Ilustrasi Sultan Iskandar Muda versus Jokowi Perbesar

Ilustrasi Sultan Iskandar Muda versus Jokowi

Jakarta, Indonesiawatch.id – Sesungguhnya Tuhan maha adil, ciptaanNya selalu berpasang pasangan, ada siang malam, ada hitam putih, ada baik buruk. Begitu juga soal sosok pemimpin, tidak sedikit pemimpin arif dan bijak didunia ini, tapi sebaliknya sangat banyak pemimpin zalim.

Indonesia dengan perjalanan sejarahnya yang panjang dan penuh romantika, tentunya pernah disinggahi oleh tokoh-tokoh besar yang merubah wajah Indonesia. Ketika menelisik potret Indonesia hari ini, masih belum mampu beranjak dari persoalan kemiskinan, pengangguran, anak-anak putus sekolah, biaya kesehatan yang mahal, mega korupsi, mahalnya keadilan, tingginya harga sembako.

Indonesia bak ratna mutu manikam, ibarat surga yang diturunkan Tuhan ke dunia. Ironinya jika dengan kekayaan alam melimpah, tanahnya yang subur dan letak geografi yang strategis, tapi rakyat tetap melarat dan tersisih.

Maka tidak berlebihan jika keterpurukan Indonesia, akibat buruknya kualitas moral dan profesionalisme pemimpin, karena dipilih melalui mekanis Pemilu yang sarat dengan kecurangan.

Kita harus jujur, bahwa keterpurukan Indonesia hari bukan berarti, sejarah tidak mencatat, pernah lahir pemimpin berkualitas negarawan yang membawa masa keemasan suatu wilayah di negeri ini.

Kesultanan Aceh Darussalam, dibawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, mampu melakukan perubahan amat monumental, dari kondisi krisis multidimensional dan melemahnya otoritas Kesultanan, menjadikan Aceh menikmati masa-masa keemasan dan disejajarkan dengan kerajaan besar di Asia.

Keberhasilan Sultan Iskandar Muda, tidak terlepas dari komitmennya yang kuat terhadap kesejahteraan rakyat dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran hukum yang melibatkan para penyelenggara pemerintahan.

Penegakan supremasi hukum berbasis keadilan, amat dipegang teguh Sultan Iskandar Muda, sekalipun sanksi hukum harus dijatuhkan kepada anak kandungnya selaku putra mahkota bernama Meurah Pupok yang dijatuhi hukuman pancung.

Menyikapi sanksi hukum pancung terhadap putranya, Sultan Iskandar Muda mengatakan Matee aneuk meupat jeurat, matee adat pat tamita (Mati anak ada kuburannya, Mati adat tidak ada gantinya). Sebuah pernyataan yang tidak mungkin diucapkan oleh seorang pemimpin, tanpa memiliki kualitas negarawan.

Sejarah juga mencatat sepak terjang pemimpin Indonesia, dengan sederet tindakan tercela, inkonstitusional, mengabaikan etika moral, mengumbar nafsu kekuasaan dan korup. Alih-alih menegakan hukum, malah hukum dijadikan alat politik, untuk menyandera lawan politik, bahkan demi meloloskan anaknya memenangkan pemilu.

Era kepemimpinan Jokowi, menjadi catatan sejarah salah pilih bangsa ini, dalam menentukan seorang presiden. Rakyat yang rindu akan sosok pemimpin sederhana, cepat terpesona oleh kesan awal dan casing Jokowi, dengan mengedepankan citra pemimpin merakyat. Hari ini rakyat harus menerima konsekuensi, kemunduran kualitas kehidupan berbangsa bernegara.

Realita perjalanan sejarah panjang bangsa ini, yang menyajikan potret para pemimpin amanah maupun abal-abal, telah memperkaya pengalaman bangsa ini, untuk tumbuh lebih dewasa dalam menyongsong masa depan yang tidak pasti.

Dua periode kepemimpinan Jokowi, sesungguhnya telah memberi andil dalam membentuk rakyat Indonesia sebagai bangsa tangguh, sabar menghadapi kebohongan pemerintah, tidak lekang oleh tekanan kemiskinan, selalu bersyukur walau tersisih secara politik dan hukum. Terimakasih pak Jokowi.

Sri Radjasa MBA
-Pemerhati intelijen

Berita Terbaru

Asosiasi Driver Online Pertanyakan Perlindungan Pengemudi di Balik Kepastian Kemitraan

24 October 2026 - 01:36 WIB

Ilustrasi para pengemudi ojek online.

Talkshow “Ada Apa dengan Negeriku” Soroti Kasus Ijazah dan Skandal Jiwasraya

18 October 2026 - 13:09 WIB

Talkshow bertajuk “Ada Apa dengan Negeriku” yang digelar di Menja Resto & Lounge, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026) (Ist.)

Waspadalah, Indonesia Memasuki Siklus Reset Peradaban

8 October 2026 - 17:08 WIB

Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen).

Eksepsi Ditolak Hakim, Perkara Rp500 Ribu Buruh Pabrik di Jakut Lanjut ke Pembuktian

4 September 2026 - 15:08 WIB

Tim kuasa hukum dari LBH Peradi Profesional (Ist.)

Aceh, Kemarahan, dan Defisit Mendengar Jakarta

21 August 2026 - 08:15 WIB

Ilustrasi kemiskinan di Aceh di tengah kekayaan Sumber Daya Alam (Sumber: Pembuatan gambar ilustrasi didukung AI).
Populer Berita News Update