Depok, Indonesiawatch.id – Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jakarta melatih kelompok tani di Depok mengolah rambut jagung menjadi kombucha. Pelatihan ini bertujuan mendorong pemanfaatan hasil pertanian yang belum optimal sekaligus membuka peluang usaha baru.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didanai secara internal oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Jakarta.
Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas A’immatul Fauziyah, S.Gz., M.Si., Dr. dr. Sofia Wardhani, MKK., dan AMgr. Ajeng Mustika, S.Gz., bersama mahasiswa Program Studi Gizi UPN “Veteran” Jakarta.
Pelatihan bertajuk “Kombucha Empowerment: Optimalisasi Hasil Panen Melalui Diversifikasi Produk Olahan Rambut Jagung Berkonsep Green Economy pada Kelompok Tani di Depok” itu memperkenalkan pengolahan rambut jagung menjadi minuman kombucha.
Rambut jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal diolah menjadi produk minuman bernilai tambah. Inovasi ini diharapkan dapat membantu petani mengembangkan diversifikasi produk berbasis pangan lokal.
“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri oleh kelompok tani sehingga hasil pertanian yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujar A’immatul Fauziyah, S.Gz., M.Si., salah satu anggota tim dosen.
Edukasi Gizi dan Ekonomi Hijau
Selain praktik pengolahan pangan, peserta mendapatkan edukasi mengenai konsep green economy atau ekonomi hijau. Materi ini disampaikan oleh Widayani Wahyuningtyas, S.E., M.M.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) dan pemanfaatan kombucha teh rambut jagung. Materi tersebut disampaikan oleh A’immatul Fauziyah.
Kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan oleh ketua RW setempat. Peserta kemudian mengerjakan pretest untuk mengukur pengetahuan awal sebelum mengikuti sesi edukasi.
Setelah pemaparan materi dan diskusi, peserta mengerjakan post-test. Evaluasi ini dilakukan untuk melihat perubahan pengetahuan setelah kegiatan edukasi.
Petani Praktik Langsung
Pelatihan dilanjutkan dengan praktik pembuatan kombucha teh rambut jagung. Mahasiswa Program Studi Gizi memandu proses tersebut.
Sebelum praktik, peserta menyaksikan video tutorial mengenai tahapan pembuatan kombucha. Peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan proses pengolahan dengan pendampingan tim.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan praktik berlangsung. Mereka berkesempatan mempelajari proses pengolahan bahan pertanian menjadi produk minuman.
Tim dosen berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan kelompok tani dalam mengolah hasil pertanian. Diversifikasi produk juga diharapkan membuka peluang usaha baru dan meningkatkan nilai ekonomi bahan pangan lokal.
[red]











