<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Banjir dan Longsor Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/banjir-dan-longsor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/banjir-dan-longsor/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Dec 2024 05:19:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Banjir dan Longsor Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/banjir-dan-longsor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Banjir-Longsor Terjang Soppeng, Satu Warga Hilang dan Rumah Hanyut</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/banjir-longsor-terjang-soppeng-satu-warga-hilang-dan-rumah-hanyut/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/banjir-longsor-terjang-soppeng-satu-warga-hilang-dan-rumah-hanyut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 05:16:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[Satu Warga Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Soppeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5942</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang warga...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/banjir-longsor-terjang-soppeng-satu-warga-hilang-dan-rumah-hanyut/">Banjir-Longsor Terjang Soppeng, Satu Warga Hilang dan Rumah Hanyut</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang warga dinyatakan hilang dan satu rumah hanyut akibat bencana terse‎but.</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ‎Abdul Muhari, dalam keterang diterima pada Minggu, (22/12), menyampaikan, bencana tersebut terjadi pada‎ Sabtu, (21/12), pukul 07.00 WITA.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/banjir-dan-longsor-sukabumi-5-orang-meninggal-dan-7-hilang/">Banjir dan Longsor Sukabumi: 5 Orang Meninggal dan 7 Hilang</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Ia menjelaskan, banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis, (19/12). Ini menyebabkan luapan sungai di berbagai kecamatan di Soppeng.</p>
<p>“Hujan deras yang terus berlangsung memperburuk keadaan dan mengakibatkan tanah longsor di beberapa titik,” ujarnya.</p>
<p>Banjir dan longsor yang terjadi telah menyebabkan kerusakan yang cukup parah di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Lalabata, Donri-Donri, Liliriaja, Ganra, Marioriwawo, Lilirilau, dan Marioriawa merupakan wilayah yang paling terdampak.</p>
<p>Di Kecamatan Lalabata, beberapa desa dan kelurahan seperti Desa Macille, Kelurahan Ompo, Kelurahan Salokaraja, Desa Mattabulu, dan Desa Umpungeng mengalami dampak besar akibat luapan sungai.</p>
<p>“Di Kecamatan Donri-Donri, desa-desa yang terdampak meliputi Desa Kessing, Totong, Leworeng, Lalabata Riaja, dan Donri2,” katanya.</p>
<p>Selain itu, di Kecamatan Liliriaja, Kelurahan Appanang juga terdampak banjir yang cukup parah. Kecamatan Ganra juga mengalami kerusakan di dua desa, yakni Desa Belo dan Desa Ganra.</p>
<p>Selanjutnya, di Kecamatan Marioriwawo, Desa Soga dan Desa Watu terendam banjir, sedangkan di Kecamatan Lilirilau, Kelurahan Macanre turut mengalami dampak signifikan. Terakhir, di Kecamatan Marioriawa, Desa Bulue juga tidak luput dari terjangan banjir.</p>
<p>Berdasarkan data yang diperoleh BNPB, bencana ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Salah satu kerusakan yang signifikan adalah hanyutnya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Soga dengan Desa Mariorilau.</p>
<p>Selain itu, tanggul Sungai Kaca jebol sepanjang 25 meter, yang menyebabkan banjir lebih parah. Satu unit rumah dilaporkan hanyut terbawa arus, dan sekitar 10 unit rumah lainnya mengalami kerusakan.</p>
<div id="attachment_5945" style="width: 660px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5945" class="size-full wp-image-5945" src="https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG_20241222_121443.jpg" alt="Sejumlah rumah rusak akibat diterjang longsor di Soppeng, Sulsel. (Indonesiawatch.id/Dok. BPBD Soppeng)" width="650" height="433" /><p id="caption-attachment-5945" class="wp-caption-text">Sejumlah rumah rusak akibat diterjang longsor di Soppeng, Sulsel. (Indonesiawatch.id/Dok. BPBD Soppeng)</p></div>
<p>“Proses pendataan kerusakan materiil masih berlangsung. Satu orang dilaporkan hilang dan saat ini masih dalam pencarian oleh pihak berwenang,” katanya.</p>
<p>BPBD Kabupaten Soppeng, bersama instansi terkait seperti TNI, Polri, dan relawan, segera melakukan assessment dan penanganan darurat di lokasi bencana. Masyarakat setempat juga berperan aktif dalam upaya gotong royong untuk membersihkan material tanah yang menghalangi jalan akibat longsor.</p>
<p>Untuk mengurangi potensi luapan yang lebih besar, BPBD Kabupaten Soppeng bersama pihak terkait telah membersihkan sampah dan material yang menghalangi aliran sungai, guna mempercepat normalisasi daerah yang terendam banjir.</p>
<p>Selain itu, upaya evakuasi juga dilakukan terhadap masyarakat yang rumahnya berpotensi rusak akibat banjir, dengan memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman untuk menghindari korban jiwa.</p>
<p>“Meskipun banjir di beberapa wilayah masih belum surut, upaya pemulihan terus dilanjutkan,” katanya.</p>
<p>Saat ini, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Soppeng sejak beberapa hari lalu sudah mulai berhenti. Meskipun masih ada wilayah yang terdampak banjir, kondisi di daerah-daerah yang tidak dekat dengan aliran sungai sudah mulai surut.</p>
<p>Wilayah-wilayah tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, namun beberapa titik yang terletak dekat dengan sungai masih terendam banjir.</p>
<p>BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya bencana lanjutan, seperti banjir dan longsor, yang bisa terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Soppeng dan sekitarnya.</p>
<p>Mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem dengan hujan deras yang terus mengguyur, potensi terjadinya bencana lebih lanjut tetap tinggi.</p>
<p>“Masyarakat di daerah rawan bencana diharapkan untuk selalu memperhatikan informasi peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh instansi terkait,” katanya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/banjir-longsor-terjang-soppeng-satu-warga-hilang-dan-rumah-hanyut/">Banjir-Longsor Terjang Soppeng, Satu Warga Hilang dan Rumah Hanyut</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/banjir-longsor-terjang-soppeng-satu-warga-hilang-dan-rumah-hanyut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Hari Pertama Operasi Modifikasi ‎Cuaca di Sukabumi dan Cianjur</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Dec 2024 02:46:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[breakingnews]]></category>
		<category><![CDATA[Cianjur]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5561</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ‎untuk kali...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/">Ini Hari Pertama Operasi Modifikasi ‎Cuaca di Sukabumi dan Cianjur</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Badan Nasional Penanggulangan Bencana (<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.bnpb.go.id/">BNPB</a></span>) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ‎untuk kali pertama pascabanjir dan longsor di wilayah Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari,‎ pada Kamis, (12/12), menyampaikan, Operasi Modifikasi Cuaca pada hari pertama dilakukan di atas wilayah Sukabumi dan Dianjur pada Rabu, (11/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/dua-pesawat-dikerahkan-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/">Dua Pesawat Dikerahkan Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan BNPB bersama ‎Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.bmkg.go.id/">BMKG</a></span>), TNI Angkatan Udara, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).</p>
<p>“Ini untuk mendukung penanganan darurat bencana hidrometeorologi basah di wilayah Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat,” ujarnya.</p>
<p>Abdul Muhari menyampaikan, Operasi Modifikasi Cuaca ini dilaksanakan berdasarkan arahan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S. Sos., M.M., saat meninjau wilayah lokasi terdampak di Kabupaten Sukabumi pada Jumat, (6/12).</p>
<p>Selain itu, Kepala BNPB juga menyampaikan arahan tersebut pada saat menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dihelat di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, pada Selasa, (10/12).</p>
<p>Ia menjelaskan,‎ Operasi Modifikasi Cuaca di langit Jabar ini menggunakan pesawat Cessna Caravan 208/208B dengan registrasi pesawat PK-SNP dan PK-SNN.</p>
<p>Adapun‎ personel yang sudah disiapkan untuk OMC Jabar dan sekitarnya ini terdiri enam set crew, 12 Flight Scientist, dua Ground Supervisor, dan 15 Ground Crew serta 50.000 kg (50 ton) bahan semai NaCl powder.</p>
<p>“OMC telah dilakukan sebanyak tiga sorti pada hari Rabu, (11/12), menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B (PK-SNN) dan telah menyemai tiga ton NaCl powder di langit Jawa Barat,” katanya.</p>
<p>Adapun sorti pertama dilakukan pada pukul 12.04–‎14.46 WIB dengan target penyemaian awan potensi hujan di bagian barat daya Jabar pada ketinggian 10.000– 11.000 kaki dan menghabiskan bahan semai NaCl powder sebanyak 1.000 kg.</p>
<p>Selanjutnya, pada sorti kedua dilaksanakan pada pukul 16.17‎–‎ 19.18 WIB dengan target penyemaian awan potensi hujan di bagian barat daya Jabar dengan ketinggian 10.000 kaki dan menghabiskan bahan semai NaCl powder sebanyak 1.000 kg.</p>
<p>Sorti ketiga dilakukan pada pukul21.31‎–‎23.12 WIB dengan target awan potensi hujan di bagian barat daya hingga barat laut Jawa Barat di ketinggian 10.000 kaki menggunakan 1.000 kg NaCl powder.</p>
<p>“Tim operasi OMC akan terus berada di lokasi untuk mempersiapkan penyemaian di beberapa lokasi yang berpotensi terjadinya turun hujan, sesuai dengan pantauan satelit cuaca,” ujarnya.</p>
<p>Pengurangan curah hujan ini, lanjut Abdul Muhari, dilaksanakan dengan melakukan penyemaian kepada awan awan potensial yang akan bergerak menuju daerah target agar bisa mengurangi suplly hujan di wilayah tersebut.</p>
<p>Menurutnya, dengan penyemaian yang intens melalui metode Jumping Process di wilayah terdampak dapat diantisipasi curah hujan dengan redistribusi pada area lain melalui pemanfaatan awan potensial yang dapat memicu hujan dan mengancam area target.</p>
<p>“Rencananya OMC dimulai hari Rabu, (11/12), dan akan dilakukan operasi penerbangan selama 24 jam (siang dan malam) dengan total bahan semai 50 ton NaCl powder dan Posko OMC didirikan di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta,” ujarnya.‎<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/">Ini Hari Pertama Operasi Modifikasi ‎Cuaca di Sukabumi dan Cianjur</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-hari-pertama-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi-dan-cianjur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Siapkan Pos Pengungsian Terpusat di Sukabumi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-pos-pengungsian-terpusat-di-sukabumi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-pos-pengungsian-terpusat-di-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 02:15:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pos Pengungsian Terpusat]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5516</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi, Indonesiawatch.id –‎ Pemerintah menyiapkan ‎pos pengungsian terpusat di Kecamatan Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar)....</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-pos-pengungsian-terpusat-di-sukabumi/">Pemerintah Siapkan Pos Pengungsian Terpusat di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukabumi, Indonesiawatch.id –‎</strong> Pemerintah menyiapkan ‎pos pengungsian terpusat di Kecamatan Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).</p>
<p>Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, Rabu, (11/12), menyampaikan, pos ini disiapkan usai Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Lukmansyah, melakukan peninjauan pada Selasa, (10/12).</p>
<blockquote>
<h6>‎<strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/pencarian-dua-warga-hilang-di-sukabumi-dialihkan-ke-tim-sar-lokal/">Pencarian Dua Warga Hilang di Sukabumi Dialihkan ke Tim SAR Lokal</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>“Langkah ini dilakukan sebagai upaya efisiensi distribusi bantuan untuk para pengungsi yang tersebar di beberapa titik pengungsian mandiri di wilayah Bantargadung,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, di Kecamatan Bantargadung, sampai saat ini tercatat sebanyak 296 KK atau 1.032 warga mengungsi. Adapun kerugian materil dilaporkan sebanyak 88 rumah Rusak Ringan (RR), 144 rumah Rusak Sedang (RS), dan 57 rumah Rusak Berat (RB).</p>
<p>“Di hari yang sama pada sore hari, BNPB menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan evaluasi yang di pimpin oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Dr. Lilik Kurniawan,” ujarnya.</p>
<p>Pada rapat ini, lanjut Abdul Muhari, diketahui bahwa Pemerintah Sukabumi memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat hingga tujuh hari ke depan.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-pos-pengungsian-terpusat-di-sukabumi/">Pemerintah Siapkan Pos Pengungsian Terpusat di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pemerintah-siapkan-pos-pengungsian-terpusat-di-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pencarian Dua Warga Hilang di Sukabumi Dialihkan ke Tim SAR Lokal</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pencarian-dua-warga-hilang-di-sukabumi-dialihkan-ke-tim-sar-lokal/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pencarian-dua-warga-hilang-di-sukabumi-dialihkan-ke-tim-sar-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 02:01:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Pencarian Dua Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tim SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5514</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi, Indonesiawatch.id –‎ Operasi SAR pencarian dua orang warga belum berhasil ditemukan atau hilang pascabanjir...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pencarian-dua-warga-hilang-di-sukabumi-dialihkan-ke-tim-sar-lokal/">Pencarian Dua Warga Hilang di Sukabumi Dialihkan ke Tim SAR Lokal</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukabumi, Indonesiawatch.id –‎</strong> Operasi SAR pencarian dua orang warga belum berhasil ditemukan atau hilang pascabanjir dan longsor di Sukabumi akan dilanjutkan oleh Tim SAR lokal.</p>
<p>“Dialihkan ke SAR lokal dan untuk keluarga korban akan diberikan santunan oleh Pemerintah Pusat melalui BNPB,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga: </strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/operasi-sar-di-sukabumi-dihentikan-dua-orang-dinyatakan-hilang/">Operasi SAR di Sukabumi Dihentikan, Dua Orang Dinyatakan Hilang</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Ia menjelaskan, sebelumnya pencarian korban hilang di antaranya tertimbun longsor dikomandoi oleh SAR pusat. Adapun dua orang meninggal yang masih dicari atau dinyatakan hilang adalah Eros (80 tahu) dan Ojang (53 tahun).</p>
<p>Langkah tersebut diambil setelah BNPB menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan evaluasi yang di pimpin oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Dr. Lilik Kurniawan, pada Selasa sore, (10/12).<br />
‎<br />
Pada rapat ini, lanjut Abdul Muhari, diketahui bahwa Pemerintah Sukabumi memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat hingga tujuh hari ke depan.</p>
<p>“Pada rapat ini diketahui bahwa pencarian korban meninggal dunia (MD) a.n Bapak Eros (80 th) dan Bapak Ojang (53th) dialihkan ke SAR lokal,” katanya.</p>
<p>Kondisi terkini, dilaporkan ada penambahan jumlah warga terdampak bencana hidrometeorologi basah‎, yakni banjir dan longsor. Sebelumnya 10.160 warga menjadi 10.237 dan penurunan jumlah pengungsi yang sebelumnya 3.064 menjadi 2.988.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pencarian-dua-warga-hilang-di-sukabumi-dialihkan-ke-tim-sar-lokal/">Pencarian Dua Warga Hilang di Sukabumi Dialihkan ke Tim SAR Lokal</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pencarian-dua-warga-hilang-di-sukabumi-dialihkan-ke-tim-sar-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Pesawat Dikerahkan Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/dua-pesawat-dikerahkan-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/dua-pesawat-dikerahkan-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 01:41:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Pesawat Dikerahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Oerasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5511</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi, Indonesiawatch.id –‎ Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) dimulai pada hari...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/dua-pesawat-dikerahkan-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/">Dua Pesawat Dikerahkan Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukabumi, Indonesiawatch.id –‎</strong> Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) dimulai pada hari ini. Dua pesawat dikerahkan dalam upaya rekayasa cuaca tersebut.</p>
<p>‎“Direncanakan OMC akan dilakukan mulai Rabu, (11/12), dengan mengerahkan dua armada,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/bmkg-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/">BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Ia menjelaskan, ‎OMC ini sebagai upaya untuk mempercepat penangan tanggap darurat di wilayah Kabupaten Sukabumi yang dilakukan BNPB bersama Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) serta semua unsur terkait.</p>
<p>Langkah ini diambil dikarenakan kondisi cuaca yang labil dan masih sering terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang menyebabkan terhambatnya penanganan darurat di wilayah Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>“Diharapkan OMC ini dapat mereduksi dan meretribusi curah hujan di wilayah Sukabumi sehingga proses penanganan darurat bisa berjalan lebih optimal dan efisien,” ujarnya.</p>
<p>Selain OMC, lanjut Abdul Muhari, BNPB bersama rombongan Putri Indonesia melakukan pendampingan psikososial di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (10/12).</p>
<p>Pendampingan tersebut, kata Abdul Muhari, dilakukan untuk memberi motivasi, semangat, dan simpati kepada para warga yang terdampak bencana hidrometeorologi basah‎, yakni banjir dan longsor.</p>
<p>“Pendampingan tersebut diharapkan warga yang terdampak bisa lekas bangkit dari trauma dan bisa melanjutkan hidup dengan penuh harapan.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/dua-pesawat-dikerahkan-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/">Dua Pesawat Dikerahkan Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/dua-pesawat-dikerahkan-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Operasi SAR di Sukabumi Dihentikan, Dua Orang Dinyatakan Hilang</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/operasi-sar-di-sukabumi-dihentikan-dua-orang-dinyatakan-hilang/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/operasi-sar-di-sukabumi-dihentikan-dua-orang-dinyatakan-hilang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 00:41:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Orang Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi SAR Dihentikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5506</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi, Indonesiawatch.id –‎ Operasi SAR pencarian 2 orang warga yang hilang pascabanjir dan longsong di...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/operasi-sar-di-sukabumi-dihentikan-dua-orang-dinyatakan-hilang/">Operasi SAR di Sukabumi Dihentikan, Dua Orang Dinyatakan Hilang</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukabumi, Indonesiawatch.id –‎</strong> Operasi SAR pencarian 2 orang warga yang hilang pascabanjir dan longsong di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), dihentikan.‎ Dua orang dinyatakan hilang.</p>
<p>Koordinator Basarnas Pos SAR Sukabumi, Suryo Adi, pada Rabu, (11/12), mengatakan, pencarian dua warga hilang diduga tertimbun longsor dihentikan karena masa pencarian tidak diperpanjang.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><span style="color: #ff6600;"><strong><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/banjir-dan-longsor-sukabumi-5-orang-meninggal-dan-7-hilang/">Banjir dan Longsor Sukabumi: 5 Orang Meninggal dan 7 Hilang</a></strong></span></h6>
</blockquote>
<p>&#8220;Untuk pencarian dua korban tertimbun longsor di Kabupaten Sukabumi tidak diperpanjang sesuai arah dari pimpinan,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur (SOP) SAR, untuk operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan selama tujuh hari, kecuali ada hal yang menjadi pertimbangan sehingga operasi SAR bisa diperpanjang.</p>
<p style="text-align: left;">Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, pada Minggu, (8/12), mengatakan, dua warga yang masih dinyatakan hilang akan terua dicari sampai tiga hari ke depan.</p>
<p>Ia menegaskan, ‎Tim SAR akan tetap mencari kedua orang warga yang hilang pascabencana tersebut meskipun pihak keluarga atau ahli waris sudah ikhlas.</p>
<p>“Sebagai aparat masyarakat, kita akan tetap mencari sampai batas yang sudah ditentukan,” ujarnya.</p>
<p>Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Pemerintah Desa, Relawan, dan semua unsur terkait melakukan pancarian warga yang hilang di Desa Sirnasari dan Desa Rambay‎.</p>
<p>Adapun kedu orang warga yang masih dinyatakan hilang sampai dengan hari ini, yakni Eros (80th), warga Desa Rambay; dan‎ Ojang (53th), warga Desa Sirnasari.</p>
<p>Operasi SAR dipusatkan di dua titik. Pertama, di Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, sejak Senin pagi, (9/12), sudah diterjunkan Tim-SAR gabungan terdiri dari Basarnas, Koramil, PT Antam, PT Pama, Rider 300, dan Potensi SAR sebanyak 60 orang.</p>
<p>Namun demikian, di tengah-tengah operasi pencarian korban hilang atas nama Bapak Eros (80th), terkendala hujan dan baru bisa dilanjutkan pada pukul 14.00 WIB.</p>
<p>Titik kedua berada di Desa Sinarsari, Kecamatan Pabuaran. Di titik ini, Tim-SAR gabungan sebanyak 56 orang terdiri dari Basarnas, Brimob Cirebon, Babinsa Pabuaran, Warga Sinarsari, dan Rider.</p>
<p>Tim SAR baru bisa diterjunkan pada Senin siang, (9/12), karena hujan turun sejak pagi dan baru reda pada pukul 12.00 WIB. Untuk mempercepat proses pencarian korban hilang ataS nama Bapak Ojang (53th), sedang diupayakan penerjunan anjing pelacak K9.</p>
<p>Sampai saat rilis ini disampaikan pada Senin malam, Tim-SAR gabungan masih terus berupaya untuk mencari korban hilang di dua titik tersebut.</p>
<p>Sementara itu, 10 orang warga meninggal dunia dan berhasil ditemukan, yakni:</p>
<p>1. Aden Daffa (11th) warga Desa Loji<br />
2. Ade Wahyu (11th) warga Desa Loji<br />
3. Elma Ayunda (27th) warga Desa Loji<br />
4. Siti Hamidah (8th) warga Desa Loji<br />
5. Sahroni (47th) warga Desa Loji<br />
6. Resti (23th) warga Desa Bangbayang<br />
7. Santi (2th) warga Desa Bangbayang<br />
8. Emah (50th) warga Desa Karangjaya<br />
9. Dadang (65th) warga Desa Ciemas<br />
10. Euis (44th) warga Desa Rambay</p>
<p>Berdasarkan kajian cepat sementara, sebanyak 172 desa di 39 kecamatan di Sukabumi terdampak bencana hidrometeorologi basah‎ tersebut.</p>
<p>“Dilaporkan 6.312 KK atau sebanyak 10.160 warga terdampak dan sebanyak 939 KK atau 3.064 mengungsi,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.</p>
<p>BNPB yang diwakili Deputi Bidang Penanganan Darurat, Mayjen Lukmansyah, masih berada di Sukabumi untuk melakukan pendampingan di Posko Utama.</p>
<p>Posko utama ini berada di Pendopo Sukabumi sudah aktif beroperasi dan melangsungkan beberapa kegiatan, diantaranya, melakukan update terkait data terkini warga terdampak dan korban.</p>
<p>Kemudian, update penyaluran dan kebutuhan logistik untuk warga yang menungsi, baik yang berada di pengungsian terpusat maupun mandiri.</p>
<p>Selain itu, dilakukan juga koordinas dengan Tim-SAR gabungan untuk melakukan penyusunan strategi pencarian warga yang hilang agar pencarian bisa berjalan lebih efisien.</p>
<p>Selanjutnya Rapat Koordinasi di Posko Utama akan dilakukan setiap hari pada pagi pukul 07.00 WIB dan malam pukul 19.00 WIB ‎hingga masa tanggap darurat selesai.‎</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/operasi-sar-di-sukabumi-dihentikan-dua-orang-dinyatakan-hilang/">Operasi SAR di Sukabumi Dihentikan, Dua Orang Dinyatakan Hilang</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/operasi-sar-di-sukabumi-dihentikan-dua-orang-dinyatakan-hilang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BNPB: ‎Semua Jalan di Sukabumi Sudah Bisa Dilalui, Jangan Ada Warga Terisolir</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/bnpb-semua-jalan-sudah-bisa-dilalui-jangan-ada-warga-terisilir/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/bnpb-semua-jalan-sudah-bisa-dilalui-jangan-ada-warga-terisilir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 05:55:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Hidrometrolog]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5431</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id –‎ Kepala ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, mengatakan, semua jalan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bnpb-semua-jalan-sudah-bisa-dilalui-jangan-ada-warga-terisilir/">BNPB: ‎Semua Jalan di Sukabumi Sudah Bisa Dilalui, Jangan Ada Warga Terisolir</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong>‎ Kepala ‎Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, mengatakan, semua jalan yang tertup di Sukabumi, Jabar, sudah kembali bisa dilalui.</p>
<p>“Saya mencatat, alhamdulillah, kondisi jalan sudah bisa dilewati semua, meskipun perlu kehati-hatian,” ujarnya dalam keterangan pada Senin, (9/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/sepuluh-jembatan-di-sukabumi-terputus-akibat-banjir-dan-longsor/">Sepuluh Jembatan di Sukabumi Terputus Akibat Banjir dan Longsor</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Ia menyampaikan, sejumlah jalan sempat tertutup longsor atau rusak pascabanjir akibat bencana hidrometrologiyang menerjang sejumlah wilayah Sukabumi.</p>
<p>“Ini nanti, tolong semua untuk fokus ke situ, jangan sampai masih ada rakyat yang terisolir,” katanya.</p>
<p>‎Suharyanto juga menekankan agar pendistribusian pasokan BBM yang sudah berjalan dengan baik jangan sampai tersendat.</p>
<p>“Tolong ini diikuti terus jangan sampai ketersediaan dan pasokan BBM ini tersendat,” katanya.</p>
<p>Suharyanto saat memimpin Rapat Koordinas (Rakor) di Pendopo Kabupaten Sukabumi, pada Minggu, (8/12), menyampaikan terima kasih kepada bupati, Petamina, dan pihak terkait sehingga distribusi BBM kembali berjalan.<br />
‎<br />
“Pendistribusian pasokan BBM yang alhamdulillah sudah ada, terima kasih Pak Bupati beserta Pertamina dan jajaran,” katanya.</p>
<p>Ia lantas mengingatkan agar penanganan rumah warga yang rusak berat sebanyak 682 unit dan tersebar di sejumlah wilayah harus ditangani secara tepat karena tidak semua rumah harus direlokasi.</p>
<p>“Sebanyak 628 rumah rusak berat ini, tidak semuanya harus direlokasi karena mengalami dampak dari bencana yang berbeda-beda,” katanya.</p>
<p>Dalam lawatannya yang kedua di Sukabumi pasca bencana banjir dan tanah longsor di Sukabumi, Suharyanto mengunjungi pos pengungsian di Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Sukabumi‎.</p>
<p>Ia menenumui para pengungsi dan berbincang dengan warga serta memastikan kebutuhan logistik warga pengungsi sudah terpenuhi dan tidak kekurangan suatu apapun.</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bnpb-semua-jalan-sudah-bisa-dilalui-jangan-ada-warga-terisilir/">BNPB: ‎Semua Jalan di Sukabumi Sudah Bisa Dilalui, Jangan Ada Warga Terisolir</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/bnpb-semua-jalan-sudah-bisa-dilalui-jangan-ada-warga-terisilir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sukabumi Diminta Segera Aktivasi Posko Tanggap Darurat Bencana</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/sukabumi-diminta-segera-aktivasi-posko-tanggap-darurat-bencana/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/sukabumi-diminta-segera-aktivasi-posko-tanggap-darurat-bencana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Dec 2024 07:13:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Posko Darurat Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5340</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar Sukabumi segera mengaktivasi posko tanggap...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sukabumi-diminta-segera-aktivasi-posko-tanggap-darurat-bencana/">Sukabumi Diminta Segera Aktivasi Posko Tanggap Darurat Bencana</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Badan Nasional Penanggulangan Bencana (<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://www.bnpb.go.id/">BNPB</a></span>) meminta agar Sukabumi segera mengaktivasi posko tanggap darurat bencana.</p>
<p>“Segera saja untuk mengaktivasi posko tanggap darurat bencana di wilayah Sukabumi,” kata Suharyato, Kepala BNPB dalam keterangan pada Sabtu, (7/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:<br />
</strong><span style="color: #ff6600;"><strong><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/bmkg-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-di-sukabumi/">BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sukabumi</a></strong></span></h6>
</blockquote>
<p>Ia menyampaikan, aktivasi posko darurat bencana tersebut ‎supaya lebih mudah koordinasi dan fungsi komando bisa berjalan efektif.</p>
<p>Melihat kondisi terdampak bencana di Sukabumi, Suharyanto menyarankan untuk dibuat dua posko, yakni posko utama berada di Pendopo Sukabumi dan posko taktis berada di Pelabuhan Ratu.</p>
<p>“Posko utama bisa dibuat di Pendopo Sukabumi, untuk posko taktis berada di Pelabuhan Ratu karena di sana banyak titik bencana,” ujarnya.</p>
<p>Suharyanto menyampaikan arahan tersebut ketika memimpin rapat koordinasi (Rakor) penanganan darurat bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi pada Jumat, (6/12).</p>
<p>Dalam kondisi tanggap darurat, BNPB akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam upaya percepatan penanganan. Namun apabila dirasa situasi sudah mulai kondusif, maka lambat laun akan diserahterimakan kembali kepada pemerintah daerah.</p>
<p>“Besok [Sabtu] sudah harus terbentuk, buat juga organisasi logistiknya,” ujarnya.</p>
<p>Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR RI), Cucun Ahmad Syamsurijal, mengapresiasi respons cepat penanganan bencana di Sukabumi.</p>
<p>“Saya apresiasi kinerja BNPB dalam penanganan bencana Sukabumi, sudah cukup optimal, sinergitas pemerintah pusat dan daerah sudah berjalan baik,” katanya.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/sukabumi-diminta-segera-aktivasi-posko-tanggap-darurat-bencana/">Sukabumi Diminta Segera Aktivasi Posko Tanggap Darurat Bencana</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/sukabumi-diminta-segera-aktivasi-posko-tanggap-darurat-bencana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir dan Longsor Sukabumi: 5 Orang Meninggal dan 7 Hilang</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/banjir-dan-longsor-sukabumi-5-orang-meninggal-dan-7-hilang/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/banjir-dan-longsor-sukabumi-5-orang-meninggal-dan-7-hilang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 15:36:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5305</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sukabumi, Indonesiawatch.id –‎ Korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), telah mencapai 5...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/banjir-dan-longsor-sukabumi-5-orang-meninggal-dan-7-hilang/">Banjir dan Longsor Sukabumi: 5 Orang Meninggal dan 7 Hilang</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sukabumi, Indonesiawatch.id –</strong>‎ Korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), telah mencapai 5 orang dan 7 orang dinyatakan hilang.</p>
<p>Plt Kepala BPBD Jabar, Anne Heramdianne, kepada wartawan pada Jumat, (6/12), menyampaikan, jumlah tersebut berdasarkan data sementara yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/sepuluh-jembatan-di-sukabumi-terputus-akibat-banjir-dan-longsor/">Sepuluh Jembatan di Sukabumi Terputus Akibat Banjir dan Longsor</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Tim SAR gabungan terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan setempat terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi korban.</p>
<p>Ane mengungkapkan, upaya pencarian terkendala kondisi sulitnya medan dan adanya potensi longsor susulan. Namun demikian, Tim SAR terus berupaya maksimal untuk menemukan para korban.</p>
<p>“Dengan curah hujan yang masih tinggi, kami harus ekstra hati-hati demi keselamatan tim di lapangan,” ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB‎, Abdul Muhari, menyampaikan, Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Pelabuhan Ratu banjir dari luapan Sungai Cipabuluhan yang terjadi pada Rabu, (4/12).</p>
<p>Pemilik kapal berusaha menyelamatkan perahu yang tenggelam usai limpasan banjir yang deras hingga membalikan perahu mereka yang sedang terparkir di pelabuhan.</p>
<p>‎Berikut korban meninggal dunia:</p>
<p>1. Aden Dafa (11)</p>
<p>Warga Kampung Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Korban longsor.</p>
<p>2. Ade Wahyu (11)</p>
<p>Warga Kampung Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Korban longsor.</p>
<p>3. Elma Ayunda (27)</p>
<p>Warga Kampung Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Korban longsor.</p>
<p>4. Sahroni (47)</p>
<p>Warga Kampung Ciawi Tali, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Korban longsor.</p>
<p>5. Dadang (65)</p>
<p>Warga Kampung Ciemas, Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas. Korban meninggal terbawa arus banjir.</p>
<p>Korban hilang:</p>
<p>1. Siti Hamidah (8)</p>
<p>Warga Kampung Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, korban longsor.</p>
<p>2. Ros (63)</p>
<p>Warga Kampung Cipari, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, baru ditemukan potongan tubuh bagian paha kanan usai tertimbun longsor</p>
<p>3. Satu orang</p>
<p>Warga Desa Bangbayang, Tegalbuleud belum ditemukan dan identitas belum diketahui</p>
<p>4. Satu orang</p>
<p>Warga Desa Bangbayang, Tegalbuleud belum ditemukan dan identitas belum diketahui</p>
<p>5. Euis (80)</p>
<p>Warga Kampung Cibeureum, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud belum ditemukan usai terkena bencana longsor</p>
<p>6. Ojan (52)</p>
<p>Warga Kampung Darmawangi, Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran belum ditemukan usai tertimbun longsor</p>
<p>7. Emah (50)</p>
<p>Warga Kampung Gunung Baen, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi belum ditemukan usai tertimbun longsor.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/banjir-dan-longsor-sukabumi-5-orang-meninggal-dan-7-hilang/">Banjir dan Longsor Sukabumi: 5 Orang Meninggal dan 7 Hilang</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/banjir-dan-longsor-sukabumi-5-orang-meninggal-dan-7-hilang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-19 20:09:36 by W3 Total Cache
-->