<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Kesehatan - Indonesiawatch.id</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/category/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/category/kesehatan/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jan 2026 07:04:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Berita Kesehatan - Indonesiawatch.id</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/category/kesehatan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berikut Tahapan dan Anjuran Sleep Test dari Dokter Mayapada Hospital</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/berikut-tahapan-dan-anjuran-sleep-test-dari-dokter-mayapada-hospital/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/berikut-tahapan-dan-anjuran-sleep-test-dari-dokter-mayapada-hospital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 07:04:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Mayapada Hospital]]></category>
		<category><![CDATA[polisomnografi]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Sleep Test]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=7521</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Apabila Anda seseorang yang memiliki gangguan tidur ada baiknya mencoba Sleep Test....</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/berikut-tahapan-dan-anjuran-sleep-test-dari-dokter-mayapada-hospital/">Berikut Tahapan dan Anjuran Sleep Test dari Dokter Mayapada Hospital</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id</strong> – Apabila Anda seseorang yang memiliki gangguan tidur ada baiknya mencoba <em>Sleep Test</em>. <em>Sleep Test</em> atau dikenal juga sebagai Studi Tidur atau <em>Sleep Study (</em>polisomnografi), adalah pemeriksaan khusus untuk mengetahui apakah seseorang memiliki gangguan tidur.</p>
<p>Selama tidur, tubuh kita akan dipantau dengan alat canggih yang merekam aktivitas otak, kadar oksigen darah, detak jantung, pernafasan dan pergerakan tubuh, yang berguna untuk memahami kondisi tubuh kita saat terlelap.</p>
<p><em>Sleep test</em> akan dilakukan pada jam tidur normal Anda, lalu dimonitor dengan alat khusus yang dapat mendeteksi kadar oksigen di tubuh. Dengan pemeriksaan ini, dokter bisa mengetahui kondisi tidur kita secara menyeluruh dan memberikan penanganan yang tepat untuk kondisi kita.</p>
<p>Hasil dari pemeriksaan ini akan dianalisis oleh dokter spesialis THT atau dokter spesialis Paru untuk menetapkan diagnosis yang tepat dan menentukan langkah penanganan yang paling sesuai dalam mengatasi gangguan tidur yang terjadi.</p>
<p>Dilansir dari situs <em>Mayapada Hospital</em>, <em>Sleep test</em> bersifat non-invasif, artinya tidak melibatkan prosedur memasukkan alat ke dalam tubuh, tidak memerlukan penggunaan obat, dan tidak menimbulkan rasa sakit. <em>Sleep Test</em> juga dinyatakan aman, tidak sakit, dan tidak perlu operasi maupun obat-obatan.</p>
<p><strong>Kapan Perlu Melakukan <em>Sleep Test</em>?</strong></p>
<p><em>Sleep Test</em> biasanya dianjurkan bila Anda mengalami keluhan berikut:</p>
<ul>
<li>Mendengkur keras dan sering berhenti napas saat tidur (<em>Sleep Apnea</em>)</li>
<li>Sulit tidur dalam waktu lama (<em>Insomnia</em>) / sering terbangun saat tidur di malam hari</li>
<li>Tiba-tiba tertidur di siang hari (<em>Narkolepsi</em>) / mengantuk berlebihan dan merasa lelah di siang hari atau sering tiba tiba tertidur</li>
<li>Merasa tidak segar saat bangun tidur dan sakit kepala</li>
<li>Kaki sering bergerak tidak terkendali saat tidur (<em>Restless Legs Syndrome</em>)</li>
<li>Tidur sambil melakukan gerakan/berbicara aktif (<em>REM Sleep Behavior Disorder</em>)</li>
<li>Jika memiliki penyakit kronis yang berisiko seperti penyakit jantung, diabetes atau tekanan darah tinggi</li>
</ul>
<p><strong>Persiapan Sebelum <em>Sleep Test</em></strong></p>
<p>Agar hasil pemeriksaan tidur lebih akurat dan nyaman dijalani, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan terlebih dahulu:</p>
<ol>
<li>Hindari konsumsi kafein</li>
</ol>
<p>Minuman dan makanan yang mengandung kafein dapat membuat kita tetap terjaga di malam hari. Untuk itu, sebaiknya hindari kafein agar kita bisa tidur lebih cepat dan alami selama <em>sleep test</em> berlangsung.</p>
<ol start="2">
<li>Hindari konsumsi alkohol</li>
</ol>
<p>Alkohol bisa mempengaruhi pernapasan saat tidur, sehingga dapat memengaruhi hasil <em>sleep test</em>.</p>
<ol start="3">
<li>Informasikan Obat yang sedang diminum</li>
</ol>
<p>Beberapa jenis obat dapat memengaruhi kualitas tidur atau hasil rekaman <em>sleep test</em>. Jika sedang menjalani pengobatan, diskusikan terlebih dahulu dengan tim dokter atau tim <em>Patient Navigator</em> apakah ada yang perlu dihentikan sementara.</p>
<ol start="4">
<li>Hindari tidur siang</li>
</ol>
<p>Cobalah untuk tetap terjaga di siang hari, agar malamnya kita bisa tidur tanpa hambatan.</p>
<ol start="5">
<li>Datang dengan kondisi tubuh fit</li>
</ol>
<p>Jika sedang sakit, sebaiknya tunda atau konsultasikan kondisi tubuh anda terlebih dahulu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tim Dokter Mayapada Hospital Bandung menjelaskan tahapan dan alur pemeriksaan <em>Sleep Test </em>di rumah sakit:</p>
<ol>
<li>Registrasi</li>
</ol>
<p>Melakukan pendaftaran melalui <em>Website</em>/<em>Call Center</em> rumah sakit dan melengkapi administrasi di hari kedatangan.</p>
<ol start="2">
<li>Persiapan Awal</li>
</ol>
<p>Setelah proses administrasi selesai, anda akan di antar ke kamar rawat inap, dan perawat akan memeriksakan tanda-tanda vital terlebih dahulu.</p>
<ol start="3">
<li>Pemasangan Alat</li>
</ol>
<p>Perawat akan memasang alat pemantau di kepala, dada, dan kaki, dan Anda diharapkan tidur dengan posisi yang biasa Anda lakukan saat tidur, dan jika terbangun di malam hari untuk buang air, anda bisa melakukannya tanpa melepaskan alat. Jangan mencoba melepas alat yang terpasang selama pemeriksaan. Minimal waktu perekaman tidur adalah 5 jam.</p>
<ol start="4">
<li>Setelah Bangun Tidur</li>
</ol>
<p>Perawat melepas alat pemantau, data hasil rekaman akan diproses. Hasil test diproses dalam waktu 5 hari kerja dan anda akan dihubungi oleh tim <em>Patient Navigator</em> jika sudah saatnya kontrol hasil test ke dokter spesialis untuk pembacaan dan konsultasi hasil <em>Sleep Test/Study.</em></p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/berikut-tahapan-dan-anjuran-sleep-test-dari-dokter-mayapada-hospital/">Berikut Tahapan dan Anjuran Sleep Test dari Dokter Mayapada Hospital</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/berikut-tahapan-dan-anjuran-sleep-test-dari-dokter-mayapada-hospital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bulan K3 Nasional, IWIP Genjot Kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/bulan-k3-nasional-iwip-genjot-kesadaran-keselamatan-dan-kesehatan-kerja/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/bulan-k3-nasional-iwip-genjot-kesadaran-keselamatan-dan-kesehatan-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Feb 2025 07:03:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Iwan Kurniawan]]></category>
		<category><![CDATA[IWIP]]></category>
		<category><![CDATA[PT Indonesia Weda Bay Industrial Park]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6811</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2025,...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bulan-k3-nasional-iwip-genjot-kesadaran-keselamatan-dan-kesehatan-kerja/">Bulan K3 Nasional, IWIP Genjot Kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2025, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menggelar serangkaian kegiatan untuk tingkatkan kesadaran serta pemahaman karyawan akan pentingnya menerapkan prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan dalam bekerja.</p>
<p>Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, mulai 12 Januari hingga 12 Februari 2025, mengusung tema “Budayakan K3, Sehat dan Selamat dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsungan Usaha.”</p>
<p>General Manager Health, Safety, and Environment (HSE) IWIP, Iwan Kurniawan, mengatakan, komitmen IWIP dan seluruh <em>tenant</em>, memastikan setiap karyawan memiliki pemahaman tentang K3 di seluruh lini.</p>
<p>“Bulan K3 Nasional adalah momen penting untuk terus mengedukasi seluruh tenaga kerja di kawasan industri Weda Bay,” kata Iwan Kurniawan.</p>
<p>“Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif dari karyawan, kami berharap budaya K3 dapat lebih mengakar di setiap aspek pekerjaan, mendukung keberlangsungan usaha, serta mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja,” papar Iwan.</p>
<p>Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan Apel Bulan K3 Nasional 2025 yang menandai pembukaan acara. Selain meningkatkan pemahaman tentang K3, IWIP juga menyelenggarakan lomba-lomba dan kegiatan untuk mempererat kebersamaan antar karyawan seperti lomba Safety Warrior, lomba We Walk, seminar K3, lomba Safety Talk, Senam Sehat, lomba Ranking 1, lomba Lari Estafet 4x100m, hingga <em>mini challenge</em> dan <em>basic firefighting</em>.</p>
<p>Kegiatan ini juga mencakup aksi sosial, seperti donor darah, yang melibatkan karyawan IWIP dan seluruh tenant, dan diakhiri dengan puncak peringatan Bulan K3 Nasional.</p>
<p>“Harapannya, rangkaian kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi kewajiban bersama yang harus diwujudkan melalui upaya kolektif,” kata Iwan.</p>
<p>“Kami berharap seluruh karyawan serta kontraktor, mitra industri dapat menyadari pentingnya menjaga keselamatan di lingkungan kerja demi menciptakan keberlangsungan usaha,” Iwan menambahkan.</p>
<p>Aksi nyata yang dilakukan oleh IWIP ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan budaya K3, yang tercermin dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP. 13/MEN/1984. Kolaborasi pemerintah dan perusahaan diharapkan dapat mendorong pelaksanaan Kampanye Nasional K3 secara masif dan membudayakan K3 di seluruh sektor industri.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bulan-k3-nasional-iwip-genjot-kesadaran-keselamatan-dan-kesehatan-kerja/">Bulan K3 Nasional, IWIP Genjot Kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/bulan-k3-nasional-iwip-genjot-kesadaran-keselamatan-dan-kesehatan-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harvey Moeis dan Sandra Dewi Peserta PBI BPJS, Ini Penjelasan Dinkes Jakarta</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/harvey-moeis-dan-sandra-dewi-peserta-pbi-bpjs-ini-penjelasan-dinkes-jakarta/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/harvey-moeis-dan-sandra-dewi-peserta-pbi-bpjs-ini-penjelasan-dinkes-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Dec 2024 04:41:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Harvey Moes]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Timah Rp300 Triliun]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta Penerima Bantuan Iuran]]></category>
		<category><![CDATA[Sandra Dewi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6144</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id –‎ Terdakwa korupsi timah Rp300 triliun, Harvey Moeis, masuk dalam terdaftar sebagai peserta...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/harvey-moeis-dan-sandra-dewi-peserta-pbi-bpjs-ini-penjelasan-dinkes-jakarta/">Harvey Moeis dan Sandra Dewi Peserta PBI BPJS, Ini Penjelasan Dinkes Jakarta</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –‎</strong> Terdakwa korupsi timah Rp300 triliun, Harvey Moeis, masuk dalam terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) program BPJS Kesehatan.</p>
<p>Konfirmasi tersebut disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) melalaui keterangan tertulis diterima pada Senin, (30/12).</p>
<blockquote>
<h6 style="text-align: left;">Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><strong><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/protes-vonis-harvey-moeis-warganet-siap-dipenjara-65-tahun-jika-diberi-rp300-triliun/">Protes Vonis Harvey Moeis, Warganet Siap Dipenjara 6,5 Tahun jika Diberi Rp300 Triliun</a></strong></span></h6>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa Harvey Moeis dan istrinya, Sandra Dewi, terdaftar sebagai peserta penerima iuran PBI BPJS Kesehatan.</p>
<p style="text-align: left;">Ani menyampaikan, pihaknya terus mendorong kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa memandang status sosial ekonomi warga guna memenuhi hak kesehatan bagi seluruh warga Jakarta.</p>
<p>Ini sebagai implementasi kebijakan UHC (Universal Health Coverage) dari pemerintah pusat serta ‎sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 169 Tahun 2016 tentang Kepesertaan dan Jaminan Pelayanan Kesehatan.</p>
<p>“Pada periode 2017-2018, Pemprov DKI Jakarta melaksanakan percepatan Universal Health Coverage (UHC) dengan tujuan memastikan seluruh penduduk DKI Jakarta memiliki akses terhadap layanan kesehatan,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut Ani menyampaikan, kala itu Pemprov DKI Jakarta memiliki target dari pemerintah pusat untuk mendaftarkan sebanyak 95 persen penduduk sebagai peserta JKN.</p>
<p>Kebijakan yang didasari Pergub terebut untuk memberikan perlindungan dan akses kesehatan bagi seluruh warga DKI Jakarta yang belum terdaftar dalam JKN.</p>
<p>“Pergub melindungi hak penuh kesehatan masyarakat Jakarta,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut Ani menyampaikan, penduduk yang memenuhi kriteria administratif, seperti memiliki KTP DKI Jakarta dan bersedia dirawat di kelas 3, pada saat itu dapat didaftarkan oleh perangkat daerah setempat (lurah/camat) sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD.</p>
<p>&#8220;Termasuk Harvey Moeis dan Sandra Dewi. Keduanya terdaftar sejak 1 Maret 2018,” katanya.</p>
<p>Lantas pada tahun 2020‎, Pemprov DKI Jakarta menata ulang data penerima PBI APBD agar lebih tepat sasaran, di antaranya melakukan integrasi fakir miskin dan masyarakat tidak mampu ke dalam segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang dibiayai oleh pemerintah pusat.</p>
<p>Selanjutnya, penekanan pada pemberi kerja untuk mendaftarkan pekerja mereka ke segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Berikutnya, kampanye &#8220;Mandiri itu Keren&#8221; untuk mendorong masyarakat yang mampu membayar iuran secara mandiri.</p>
<p>Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang merevisi Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan untuk menyesuaikan kriteria peserta Penerima Bantuan Iuran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PBI APBD) agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>“[Revisi ini] tetap menjaga prinsip keadilan dan transparansi dalam pelaksanaannya,” kata Ani.</p>
<p>Adpun‎kepesertaan JKN terdiri dari beberapa segmen, yakni:</p>
<p>1. PPU:<br />
Peserta yang didaftarkan oleh pemberi kerja.</p>
<p>2. PBI JK:<br />
Peserta yang iurannya ditanggung oleh pemerintah pusat untuk fakir miskin dan masyarakat tidak mampu.</p>
<p>3. PBPU BP (Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja/Peserta Mandiri):<br />
Peserta yang membayar iurannya sendiri.</p>
<p>4. PBI APBD:<br />
Peserta yang preminya ditanggung oleh Pemerintah Daerah melalui APBD.</p>
<p>“Kami akan berkoordinasi juga dengan BPJS Kesehatan terkait revisi Pergub, sehingga perlindungan kesehatan bagi setiap warga bisa terpenuhi tetapi tepat sasaran,” ujarnya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/harvey-moeis-dan-sandra-dewi-peserta-pbi-bpjs-ini-penjelasan-dinkes-jakarta/">Harvey Moeis dan Sandra Dewi Peserta PBI BPJS, Ini Penjelasan Dinkes Jakarta</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/harvey-moeis-dan-sandra-dewi-peserta-pbi-bpjs-ini-penjelasan-dinkes-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fiskal Mepet, Prabowo Turunkan Anggaran Makan Bergizi Gratis Jadi Rp10 Ribu per Anak</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/fiskal-mepet-anggaran-makan-bergizi-gratis-diturunkan-jadi-rp10-ribu-per-anak/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/fiskal-mepet-anggaran-makan-bergizi-gratis-diturunkan-jadi-rp10-ribu-per-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Nov 2024 00:26:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[APBN]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5083</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menurunkan anggaran buat program makan bergizi gratis. Yang...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/fiskal-mepet-anggaran-makan-bergizi-gratis-diturunkan-jadi-rp10-ribu-per-anak/">Fiskal Mepet, Prabowo Turunkan Anggaran Makan Bergizi Gratis Jadi Rp10 Ribu per Anak</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Presiden Indonesia <a href="https://www.instagram.com/prabowo/?hl=en">Prabowo Subianto</a> menurunkan anggaran buat program makan bergizi gratis. Yang tadinya Rp15 ribu per anak menjadi Rp10 ribu per anak.</p>
<p>Penurunan ini terjadi karena anggaran negara ternyata tidak mencukupi. Ruang fiskal APBN terbatas, sehingga anggarannya pun diturunkan.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/cawe-cawe-cina-di-program-makan-gratis-prabowo/">Cawe-Cawe Cina di Program Makan Gratis Prabowo</a></span></h6>
</blockquote>
<p>&#8220;Rata-ratanya kita ingin memberi indeks per anak, per ibu hamil itu Rp 10 ribu per hari, kurang lebih. Kita ingin Rp 15 ribu tapi kondisi anggaran mungkin Rp 10 ribu saja, kita hitung untuk daerah-daerah itu cukup, cukup bermutu dan bergizi,&#8221; tegas Prabowo.</p>
<p>Menurut Prabowo bila rata-rata keluarga yang mendapatkan bantuan Makan Bergizi Gratis punya sekitar 3-4 anak, artinya setiap keluarga bisa mendapatkan Rp 30 ribu dalam bentuk makanan bergizi. Bila dihitung sebulan bisa mencapai Rp 2,7 juta per keluarga.</p>
<p>&#8220;Katakan lah di desil-desil bawah itu kita perkirakan anaknya rata-rata 3-4, berarti tiap keluarga bisa menerima minimal atau rata-rata bisa Rp 30 ribu per hari, ini kalau satu bulan bisa Rp 2,7 juta,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Nah bila program ini ditambahkan dengan bantuan-bantuan sosial dan tunjangan sosial lainnya dia yakin pemerintah bisa mengamankan semua lapisan masyarakat, di antaranya kelompok buruh. &#8220;Saya kira sudah sangat maksimal pada saat ini, tentunya kita ingin perbaiki di saat-saat mendatang,&#8221; sebut Prabowo.</p>
<p>Persoalannya dengan penurunan anggaran tersebut, menu dan kandungan konsumsi gizi anak juga berpotensi berkurang. Sebelumnya menurut Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, ada beberapa menu dalam makan bergizi gratis dengan anggaran Rp15 ribu per anak.</p>
<p>“Tentu saja butuh beras, ayam, telur, susu, sayuran, buah, kayak gitu, ikan, atau bahan-bahan pangan lainnya misalnya daun kelor yang akan menambah kandungan gizi dari makanan sehari-hari,&#8221; kata Dadan baru-baru ini.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/fiskal-mepet-anggaran-makan-bergizi-gratis-diturunkan-jadi-rp10-ribu-per-anak/">Fiskal Mepet, Prabowo Turunkan Anggaran Makan Bergizi Gratis Jadi Rp10 Ribu per Anak</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/fiskal-mepet-anggaran-makan-bergizi-gratis-diturunkan-jadi-rp10-ribu-per-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AS dan Indonesia Semakin Akrab di Bidang Kesehatan</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/as-dan-indonesia-semakin-akrab-di-bidang-kesehatan/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/as-dan-indonesia-semakin-akrab-di-bidang-kesehatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2024 10:31:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5016</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia semakin akrab bekerjasama di bidang Kesehatan. Kemarin...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/as-dan-indonesia-semakin-akrab-di-bidang-kesehatan/">AS dan Indonesia Semakin Akrab di Bidang Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211;</strong> Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia semakin akrab bekerjasama di bidang Kesehatan. Kemarin (21/11), <a href="https://kemkes.go.id/">Kementerian Kesehatan Indonesia</a> (MOH) dan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat (HHS) Amerika Serikat secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) lima tahun untuk mengembangkan dan memperkuat kerja sama kesehatan kedua negara.</p>
<p>MOU baru ini menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk secara kolaboratif memajukan penelitian klinis, tujuan kesehatan masyarakat, dan sistem layanan kesehatan untuk mengatasi kondisi kesehatan yang baru muncul dan kronis, serta penyakit menular, termasuk tuberkulosis.</p>
<blockquote>
<h6>Baca juga:<br />
<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental-memahami-depresi/">Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental, Memahami Depresi</a></span></h6>
</blockquote>
<p>Sebelumnya, AS dan Indonesia telah meningkatkan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. Pada 12 November 2024, Presiden Joseph R. Biden, Jr. dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan bersama.</p>
<p>Pernyataan tersebut lalu diteruskan dengan penandatanganan MOU yang menggarisbawahi komitmen kuat kedua negara untuk bekerja sama mewujudkan tujuan transformasi kesehatan Indonesia.</p>
<p>“MOU ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk memajukan Kemitraan Strategis Komprehensif dan memberikan kerangka kerja untuk meningkatkan penelitian dan kolaborasi teknis, investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, dan berbagi praktik terbaik,” kata Duta Besar AS untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir, dikutip dari keterangan resmi, (22/11).</p>
<p>Berlandaskan perjanjian bilateral sebelumnya dan kemitraan jangka panjang kedua negara dalam memerangi penyakit menular dan memperkuat sistem kesehatan masyarakat, MOU ini akan mendukung dan meningkatkan prioritas kesehatan masyarakat.</p>
<p>Seperti kesiapsiagaan dan tanggap darurat dan ketahanan kesehatan, termasuk dampak iklim terhadap kesehatan manusia. Lalu pengawasan terhadap penyakit, pencegahan, dan pengendalian penyakit.</p>
<p>MOU ini juga mencakup penelitian dan pengembangan Kesehatan, pengembangan sumber daya manusia, termasuk tenaga kesehatan dan kepemimpinan, teknologi kesehatan, termasuk layanan kesehatan digital dan bioteknologi, dan bidang kerja sama lainnya.</p>
<p>Lebih lanjut, MOU ini akan membina kerja sama melalui penelitian klinis bersama, peningkatan kapasitas, bantuan teknis, dan bentuk pertukaran informasi lainnya.</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/as-dan-indonesia-semakin-akrab-di-bidang-kesehatan/">AS dan Indonesia Semakin Akrab di Bidang Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/as-dan-indonesia-semakin-akrab-di-bidang-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prof. Yusra Kembangkan Pemeriksaan Non-Invasif untuk Deteksi Dini Kanker Kolorektal</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/prof-yusra-kembangkan-pemeriksaan-non-invasif-untuk-deteksi-dini-kanker-kolorektal/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/prof-yusra-kembangkan-pemeriksaan-non-invasif-untuk-deteksi-dini-kanker-kolorektal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Nov 2024 02:42:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Ari Kuncoro]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker Kolorektal]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Yusra]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4722</guid>

					<description><![CDATA[<p>Depok, Indonesiawatch.id &#8211; Universitas Indonesia (UI) melalui sidang terbuka yang dipimpin oleh Rektor UI Prof....</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/prof-yusra-kembangkan-pemeriksaan-non-invasif-untuk-deteksi-dini-kanker-kolorektal/">Prof. Yusra Kembangkan Pemeriksaan Non-Invasif untuk Deteksi Dini Kanker Kolorektal</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Depok,</strong><strong> Indonesiawatch.id</strong> &#8211; Universitas Indonesia (UI) melalui sidang terbuka yang dipimpin oleh Rektor UI Prof. Ari Kuncoro mengukuhkan Prof. dr. Yusra, Ph.D sebagai guru besar tetap dalam bidang Hepatogastroenterologi Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran (FK) di di Aula IMERI FKUI, Kampus Salemba, pada Sabtu, 9 November 2024.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yusra menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Peran Patologi Klinik dalam Mengembangkan Pemeriksaan Non Invasif untuk Skrining dan Deteksi Dini Kanker Kolorektal dalam Strategi Pencegahan dan Pengendalian Kanker Nasional”. Ia menjelaskan bahwa kanker kolorektal adalah keganasan pada jaringan usus besar dan rektum.</p>
<p>Kanker ini merupakan salah satu dari lima jenis kanker yang menjadi prioritas dalam strategi nasional, dengan angka kematian yang tinggi. Skrining dan deteksi dini menjadi salah satu pilar dari enam pilar yang ditetapkan pemerintah untuk menangani kanker di Indonesia, yang masuk dalam Strategi Pencegahan dan Pengendalian Kanker Nasional 2024-2034.</p>
<p>“Saya mengangkat judul ini untuk memaparkan kepada kita semua, peran Patologi Klinik dalam mengembangkan pemeriksaan non-invasif yang bermanfaat dalam skrining dan deteksi dini kanker kolorektal,” ujar Prof. Yusra.</p>
<p>Lebih lanjut ia mengatakan, biaya yang dikeluarkan BPJS untuk pengobatan kanker di tahun 2023 meningkat hampir 50% menjadi 5,9 triliun dibanding tahun sebelumnya. Kanker kolorektal menempati urutan kedua yang memiliki biaya tertinggi setelah kanker pankreas.</p>
<p>Melihat besarnya masalah kanker di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah membuat buku Rencana Kanker Nasional 2024-2034, yang menyampaikan enam strategi untuk mengurangi insiden kanker dan meningkatkan angka kesintasan kanker, salah satunya adalah strategi skrining dan deteksi.</p>
<p>&#8220;Fungsi tes skrining adalah untuk menilai kemungkinan seseorang yang tidak bergejala mengidap penyakit tertentu, dengan tujuan mencegah penyakit atau kematian akibat penyakit tersebut. Tes skrining kanker kolorektal penting menjadi program Pemerintah karena penyakit ini memiliki periode asimtomatik (tidak bergejala) yang cukup lama,” kata Prof. Yusra.</p>
<p>Butuh waktu lebih kurang 10-15 tahun bagi penyakit kanker kolorektal ini menjadi bergejala. Jika demikian, maka proses penyakit sudah berat dan bermetastasis. Lewat tes skrining ini, diharapkan penyakit kanker kolorektal sudah dapat terdiagnosis pada saat stadium awal, sehingga tatalaksana penyakit dapat dilakukan secepat mungkin, sehingga menurunkan angka morbiditas dan mortalitasnya.</p>
<p>Metode skrining untuk kanker kolorektal yang direkomendasikan ini adalah pemeriksaan colok dubur, dilakukan sekali pada usia lebih dari 50 tahun dan diulang jika ada gejala, pemeriksaan darah samar feses/tinja dan pemeriksaan DNA feses untuk deteksi kanker kolorektal stadium dini, dan pemeriksaan endoskopi (sigmoidoskopi fleksibel, kolonoskopi) dan pemeriksaan radiologi (barium enema dengan kontras ganda dan CT colonoscophy) untuk deteksi lesi kanker lanjut yang dilakukan setiap 5 tahun.</p>
<p>“Mengapa diperlukan pemeriksaan non-invasif untuk skrining kanker kolorektal? Dari berbagai publikasi diketahui bahwa terdapat ketidakpatuhan yang tinggi di masyarakat dalam melakukan skrining kanker kolorektal dengan kolonoskopi. Beberapa alasannya adalah ketidaknyamanan, rasa malu, rasa sakit, dan ketakutan tentang hasil positif merupakan hambatan yang paling sering,” ujar Prof. Yusra.</p>
<p>Ia menjelaskan, feses dapat dikeluarkan melalui anus secara umum, dan menyimpan informasi berharga mengenai kesehatan sistem pencernaan dan hati. Adanya perdarahan, sel-sel normal dan patologis, termasuk zat-zat yang disekresi, sisa pencernaan, bakteri normal dan patologis, semuanya dapat dideteksi dalam feses.</p>
<p>Karena itu, feses merupakan sampel yang baik untuk mendeteksi penyakit saluran cerna, yang diperoleh dengan cara tidak invasif, sehingga dapat mengurangi ketidaknyamanan dan risiko yang sering dialami pasien akibat prosedur invasif. Selanjutnya, untuk menganalisis sampel tersebut Prof. Yusra mengatakan, dibutuhkan peran Patologi Klinik dalam mengembangkan pemeriksaan non invasif.</p>
<p>&#8220;Patologi Klinik adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari penyakit melalui analisis sampel cairan tubuh, seperti darah, urin, dan cairan tubuh lainnya, termasuk feses/tinja. Peran Patologi Klinik dalam penyakit kanker kolorektal meliputi pemeriksaan skrining dan diagnosis dini meliputi pemeriksaan darah samar tinja, DNA/RNA tinja, dan berbagai metabolit tumor,” kata Prof. Yusra.</p>
<p>Patologi Klinik juga berperan dalam pemantauan pengobatan dan prognosis, seperti melalui pemeriksaan tumor marker CEA. Dan saat ini sudah mulai dikembangkan pemeriksaan mikrobiota dan metabolitnya berupa short chain fatty acid, untuk menilai kesehatan saluran cerna. Ke depannya, transplantasi tinja sudah mulai digunakan untuk terapi penyakit saluran cerna, dan menjadi tantangan bagi Patologi Klinik dalam mengembangkan pemeriksaan laboratorium.</p>
<p>Sampai dengan saat ini, Prof. Yusra aktif melakukan berbagai penelitian dan diterbitkan di berbagai jurnal nasional maupun internasional. Beberapa di antaranya yang terbit di tahun ini berjudul The Comparison of Laboratory Parameters of COVID-19 Patients in Universitas Indonesia Hospital Before and During Delta Variant Periode; Safety and Effectiveness of Seahorse Extract (Hippocampus Comes L.) on The Hematological Profile and Body Weight of Male Rats Induced by Depo Medroxyprogesterone Acetate; dan Perceptions, Practices, and Associated Factors Towards Expressed Breastfeeding Among Mothers in Jakarta, Indonesia.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/prof-yusra-kembangkan-pemeriksaan-non-invasif-untuk-deteksi-dini-kanker-kolorektal/">Prof. Yusra Kembangkan Pemeriksaan Non-Invasif untuk Deteksi Dini Kanker Kolorektal</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/prof-yusra-kembangkan-pemeriksaan-non-invasif-untuk-deteksi-dini-kanker-kolorektal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Psoriasis dan Dampaknya pada Kesehatan Kulit</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/mengenal-psoriasis-dan-dampaknya-pada-kesehatan-kulit/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/mengenal-psoriasis-dan-dampaknya-pada-kesehatan-kulit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Nov 2024 09:10:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Devy Yheanne]]></category>
		<category><![CDATA[Johnson & Johnson Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Psoriasis]]></category>
		<category><![CDATA[RS St. Carolus Summarecon Serpong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=4204</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit, menyebabkan munculnya bercak-bercak merah bersisik...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/mengenal-psoriasis-dan-dampaknya-pada-kesehatan-kulit/">Mengenal Psoriasis dan Dampaknya pada Kesehatan Kulit</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesia</strong><strong>watch.id</strong> – Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit, menyebabkan munculnya bercak-bercak merah bersisik yang bisa menimbulkan rasa gatal dan perih. Di Indonesia, psoriasis menjadi salah satu masalah kesehatan kulit yang cukup umum, namun masih banyak masyarakat yang belum memahami secara mendalam mengenai penyebab, gejala, dan cara penanganannya.</p>
<p>Tingkat pengetahuan yang rendah seringkali membuat penderita merasa terkucilkan dan mengalami penurunan kualitas hidup. Karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan menyediakan sumber daya yang dapat menawarkan dukungan dan edukasi agar dapat membantu individu merasa terhubung dan berdaya.</p>
<p>Psoriasis, yang dikategorikan sebagai penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit kronis yang menyakitkan, merusak penampilan, dan bahkan melumpuhkan. Penyakit ini berdampak negatif pada kualitas hidup pasien. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, namun paling umum terjadi pada usia 20-30 tahun dan 50-60 tahun.</p>
<p>Sekitar 125 juta orang atau 2-3% dari total populasi mengidap psoriasis. Individu dengan psoriasis lebih berisiko mengalami berbagai komorbiditas/penyakit penyerta, termasuk penyakit kardiovaskular, serangan jantung, stroke, sindrom metabolic, depresi, dan lainnya. sehingga psoriasis menjadi masalah kesehatan yang serius.</p>
<p>Menyadari pentingnya edukasi kesehatan dalam upaya membantu masyarakat mengenali dan menghadapi psoriasis dengan lebih baik, Johnson &amp; Johnson Indonesia berkolaborasi <a href="https://carolussummarecon.com/"><strong>RS St. Carolus Summarecon Serpong</strong></a> menyelenggarakan seminar awam bertajuk “<em>Kenali Psoriasis: Bagaimana Mengatasinya?</em>”.</p>
<p>Hari Psoriasis Sedunia telah diperingati setiap tanggal 29 Oktober selama lebih dari satu dekade, bahkan saat ini Hari Psoriasis Sedunia diperingati di lebih dari 70 negara untuk memberikan informasi yang komprehensif mengenai penyakit ini, serta mendorong langkah-langkah pencegahan dan pengelolaan yang efektif bagi masyarakat.</p>
<p>Seminar ini memiliki empat tujuan. Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang psoriasis dan dampaknya pada kesehatan kulit dan kualitas hidup. Kedua, memberikan edukasi pengenalan tentang psoriasis dan cara mengelola gejala psoriasis secara efektif. Ketiga, menyediakan platform untuk diskusi interaktif antara peserta dan dokter spesialis. Terakhir, mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan kulit mereka dan mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat.</p>
<p>Psoriasis yang paling umum adalah psoriasis plak (PsO), yaitu penyakit yang dimediasi oleh sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan produksi sel kulit berlebih, yang menyebabkan plak yang meradang dan bersisik yang mungkin terasa gatal atau nyeri.</p>
<p>Diperkirakan lebih dari 125 juta orang di seluruh dunia mengidap penyakit ini. Hampir seperempat dari semua orang dengan plak PsO memiliki kasus yang dianggap sedang hingga parah. Hidup dengan plak PsO dapat menjadi tantangan dan berdampak pada kehidupan di luar kesehatan fisik seseorang, termasuk kesehatan emosional, hubungan, dan penanganan stresor kehidupan.</p>
<p>Country Leader of Communications &amp; Public Affairs, Johson &amp; Johnson Innovative Medicine, untuk Indonesia, Malaysia dan Philippine, Devy Yheanne menyatakan, pihaknya berharap acara tersebut dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam pemahaman dan penanganan psoriasis.</p>
<p>“Di Johnson &amp; Johnson, kami memahami bahwa pengetahuan dan informasi memegang peranan sangat penting dalam upaya memerangi penyakit dan meningkatkan kesadaran pada masyarakat. Oleh karenanya Johnson &amp; Johnson terus bekerja sama dengan para mitra untuk memberikan informasi luas dan bermanfaat bagi masyarakat dari waktu ke waktu,” kata Devy.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/mengenal-psoriasis-dan-dampaknya-pada-kesehatan-kulit/">Mengenal Psoriasis dan Dampaknya pada Kesehatan Kulit</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/mengenal-psoriasis-dan-dampaknya-pada-kesehatan-kulit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ICMI Nilai Susu Ikan Dapat jadi Solusi Atasi Gizi Buruk</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/icmi-nilai-susu-ikan-dapat-jadi-solusi-atasi-gizi-buruk/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/icmi-nilai-susu-ikan-dapat-jadi-solusi-atasi-gizi-buruk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2024 13:42:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Arif Satria]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[ICMI]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Sakti Wahyu Trenggono]]></category>
		<category><![CDATA[susu ikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3905</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id &#8211; Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menegaskan bahwa program inovasi susu ikan adalah...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/icmi-nilai-susu-ikan-dapat-jadi-solusi-atasi-gizi-buruk/">ICMI Nilai Susu Ikan Dapat jadi Solusi Atasi Gizi Buruk</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong><strong>, Indonesiawatch.id</strong> &#8211; Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (<a href="https://icmi.id/"><strong>ICMI</strong></a>) menegaskan bahwa program inovasi susu ikan adalah terobosan terbaik dan tepat untuk mengatasi masalah gizi buruk yang ada di Indonesia. Karena itu, ICM mendukung program perbaikan gizi yang dicanangkan presiden terpilih Prabowo Subianto di masa pemerintahannya kelak.</p>
<p>“Inovasi susu ikan ini sejalan dengan program makan bergizi gratis pak Prabowo kemarin, sehingga ICMI tentu saja akan mendukung penuh jika susu ikan ini dikembangkan di Indonesia dan siap membantu dengan sumber daya yang ada,” ujar Wakil Ketua Umum (Waketum) ICMI, Muhammad Jafar Hafsah saat webinar “Mengenal Kandungan Gizi Susu Ikan” di Jakarta pada Jumat, 27 September 2024.</p>
<p>Menurut Jafar, susu ikan merupakan inovasi yang sudah dikenal di Rusia dan Jepang, namun kurang dikenal di Indonesia. “Susu ikan merupakan produk berbahan baku ikan yang diproses dengan teknologi modern sehingga menghasilkan hidrolisat protein ikan HPI. Di beberapa tempat susu ikan dikonsumsi sebagai makanan laut yang lezat dan bergizi,” Jafar menerangkan.</p>
<p>Ia menambahkan, meski isu susu ikan sempat diperbincangkan publik, namun sebenarnya tidak ada bedanya inovasi susu ikan ini dengan susu kedelai. “Memangnya susu kedelai dari mana asalnya, tapi mengapa tidak ada yang menentangnya?” kata Jafar.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Ketua ICMI, Arif Satria, juga menyampaikan bahwa isu persusuan sudah dibahas tuntas para ilmuwan-ilmuwan Eropa.</p>
<p>“Saya baru kembali dari Belanda, dan para ilmuwan di sana sudah ingin melakukan riset dan upaya-upaya untuk mendukung program dari pemerintah Pak Prabowo ini. Jadi, saya kira ini program yang sangat bagus sekali karena memiliki <em>backward linkage</em> dan <em>forward linkage</em>,” ucap Arif Satria.</p>
<p>Ia menambahkan, <em>forward linkage</em> inovasi susu ikan dapat meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia untuk mengatasi gizi buruk.</p>
<p>“Saya kira ini akan menjadi signifikan dan dengan ini program yang memiliki dampak ke depan dan ke belakang yang sangat baik sekali, sehingga perlu kita siapkan dengan matang agar program ini bisa menjadi sebuah program yang sukses,” tutur Arif.</p>
<p>Di kesempatan yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan (<a href="https://kkp.go.id/"><strong>KKP</strong></a>), Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, pertumbuhan umat manusia sangat eksponensial. Saat ini, terhitung 7,7 miliar populasi penduduk dunia dan akan terus meningkat hingga 10 miliar orang, sehingga butuh pasokan pangan yang juga lebih besar termasuk protein.</p>
<p>“Tingkat kebutuhan protein menurut <a href="https://www.fao.org/home/en"><strong>FAO</strong></a> itu kenaikannya sampai 70 persen, dan sebenarnya kalau kita bicara protein kan sejujurnya cuman ada dari dua sumber yaitu protein hewani dan protein dari ikan yang kita sangat tahu persis sumber protein hewani itu kita boleh dibilang masih impor banyak,” ujar Trenggono dalam sambutannya.</p>
<p>Menurutnya, neraca perdagangan Indonesia surplusnya luar biasa sehingga sementara ekspor RI rata-rata naik menjadi US$5,5 miliar sejak 2021.</p>
<p>&#8220;Bahkan di 2002, kita pernah mencapai di 6,2 miliar dolar sekarang ada di posisi kira-kira 5,5 miliar dolar rata-rata di 4 tahun terakhir ini artinya kelimpahan dari protein yang bersumber dari ikan itu sangat luar biasa di negara kita ini, makanya inovasi susu ikan ini sangat tepat dijadikan program pemerintah dalam mengatasi gizi buruk,” pungkas Trenggono.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/icmi-nilai-susu-ikan-dapat-jadi-solusi-atasi-gizi-buruk/">ICMI Nilai Susu Ikan Dapat jadi Solusi Atasi Gizi Buruk</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/icmi-nilai-susu-ikan-dapat-jadi-solusi-atasi-gizi-buruk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Upaya Kolaboratif Turunkan Stunting di Papua</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/upaya-kolaboratif-turunkan-stunting-di-papua/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/upaya-kolaboratif-turunkan-stunting-di-papua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2024 03:36:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Maria Endang Sumiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Freeport Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jeff Cohen]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[USAID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3747</guid>

					<description><![CDATA[<p>Timika, Indonesiawatch.id – Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), PT...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/upaya-kolaboratif-turunkan-stunting-di-papua/">Upaya Kolaboratif Turunkan Stunting di Papua</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Timika,</strong><strong> Indonesiawatch.id – </strong>Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (<a href="https://www.usaid.gov/id/indonesia"><strong>USAID</strong></a>), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (<a href="https://www.kemkes.go.id/id/home"><strong>Kemenkes</strong></a>), PT Freeport Indonesia (<a href="https://ptfi.co.id/"><strong>PTFI</strong></a>), dan Wahana Visi Indonesia (WVI) meluncurkan Program <em>Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia</em> (PASTI)-Papua di Timika.</p>
<p>PASTI-Papua bertujuan mempercepat penurunan <em>stunting</em> dan meningkatkan gizi anak-anak di Kabupaten Mimika dan Nabire di Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Asmat di Provinsi Papua Selatan.</p>
<p>PASTI-Papua merupakan kegiatan tiga tahun senilai 4 juta dolar AS, termasuk kontribusi 500.000 dolar AS dari USAID. Program ini mendukung Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan <em>Stunting</em> (RAN-PASTI) yang dicanangkan Pemerintah Indonesia dengan tujuan menurunkan angka <em>stunting </em>di Indonesia dari 21,5 persen menjadi 14 persen.</p>
<p>“Pemerintah Amerika Serikat senang dapat bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia mencegah <em>stunting</em> pada anak di provinsi Papua Tengah dan Papua Selatan,” ujar Direktur USAID Indonesia, Jeff Cohen.</p>
<p>“Melalui kemitraan dengan masyarakat setempat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, USAID akan mengembangkan solusi berkelanjutan yang akan mengatasi akar masalah <em>stunting</em>,” ia menambahkan.</p>
<p>Menurut Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, Papua Selatan dan Papua Tengah mempunyai angka <em>stunting </em>tertinggi di Indonesia, masing-masing lebih dari 28 persen dan 40 persen.</p>
<p>Jika tidak segera diatasi, anak <em>stunting </em>berisiko mengalami keterlambatan perkembangan otak yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan kognitif sehingga memengaruhi produktivitasnya di masa depan.</p>
<p>Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Maria Endang Sumiwi mengatakan, upaya promotif dan preventif menjadi landasan dalam pencegahan terjadinya <em>stunting </em>baru di Indonesia termasuk perubahan perilaku masyarakat.</p>
<p>“Semoga dengan adanya PASTI-Papua dapat mewujudkan koordinasi dan konvergensi lintas sektor untuk percepatan penurunan <em>stunting </em>di wilayah Papua,” kata Maria.</p>
<p>Upaya penurunan angka <em>stunting</em> di Papua terhambat oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan selama kehamilan dan setelah melahirkan, serta kurangnya perhatian terhadap gizi ibu hamil dan anak kecil.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Wakil Presiden Eksekutif Pembangunan Berkelanjutan PTFI Claus Wamafma mengatakan, Freeport Indonesia berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua, salah satunya melalui investasi program kesehatan.</p>
<p>“Melalui program PASTI-Papua yang terpadu dan terintegrasi serta gotong royong semua pihak, kami berharap dapat mengakselerasi upaya penurunan <em>stunting </em>dan meningkatkan status gizi anak sehingga kesehatan masyarakat Papua terlindungi.”</p>
<p>PASTI-Papua bertujuan meningkatkan kualitas praktik kesehatan gizi berbasis masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, program ini akan bekerja sama dengan tokoh masyarakat dalam mendorong praktik gizi dan kesehatan bagi keluarga dan meningkatkan kualitas layanan di Puskesmas dengan memperkuat layanan kesehatan primer yang terintegrasi dan komprehensif, dengan penekanan pada upaya promotif preventif bagi ibu, anak, dan remaja.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/upaya-kolaboratif-turunkan-stunting-di-papua/">Upaya Kolaboratif Turunkan Stunting di Papua</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/upaya-kolaboratif-turunkan-stunting-di-papua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental, Memahami Depresi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental-memahami-depresi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental-memahami-depresi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2024 09:04:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Devy Yheanne]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Adhi Wibowo Nurhidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Johnson & Johnson Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mental]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=3663</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Johnson &#38; Johnson Indonesia bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Metropolitan Medical...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental-memahami-depresi/">Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental, Memahami Depresi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong><strong>, Indonesiawatch.id</strong> – <a href="https://www.jnj.com/"><strong>Johnson &amp; Johnson</strong></a> Indonesia bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) <a href="https://mmchospital.co.id/"><strong>Metropolitan Medical Center</strong></a> (MMC) menyelenggarakan seminar daring bertajuk “Pahami Depresi, Cegah Bunuh Diri” pada Selasa, 10 September 2024.</p>
<p>Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia (<em>World Suicide Prevention Day</em>/WSPD) yang diperingati setiap 10 September dan bertujuan memusatkan perhatian dunia pada masalah ini sekaligus mengurangi stigma.</p>
<p>Seminar tersebut menghadirkan sejumlah pembicara salah satunya  dr. Adhi Wibowo Nurhidayat, SpKJ dari Poli Psikiatri di RS MMC sebagai pembicara dan narasumber. Secara garis besar, terdapat tiga topik utama yang disampaikan. Yakni, apa itu depresi? Bagaimana mekanisme dan pencegahan bunuh diri. Terakhir, perkembangan terkini untuk terapi depresi dan bunuh diri.</p>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<a href="https://indonesiawatch.id/kehabisan-obat-dokter-ngamuk-di-medan-bobby-nasution-diminta-turun-tangan/"><span style="color: #ff6600;"><strong>Kehabisan Obat, Dokter Ngamuk di Medan, Bobby Nasution Diminta Turun Tangan..</strong></span></a></h6>
<p>Depresi masih belum terlalu dipahami dengan baik di berbagai negara, termasuk Indonesia, stigma dan kesadaran yang rendah menghambat akses pasien terhadap pengobatan. Kurangnya pemahaman akan perbedaan tentang jenis depresi di antara pasien dan masyarakat pada umumnya dapat membuat gejala dan pengalaman penderita sering dianggap sama saja.</p>
<p>Dokumen <em>White Paper</em> di wilayah Asia Pasifik yang dipublikasikan pada 2021 bertajuk “Rising Social and Economic Cost of Major Depression: Seeing the Full Spectrum” yang disponsori oleh Johnson &amp; Johnson Pte. Ltd. dan dijalankan oleh KPMG Singapura.</p>
<p>Riset tersebut mengungkap fakta bahwa Asia Pasifik memiliki tingkat penyakit depresi dan penyakit jiwa yang jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di dunia. Dokumen tersebut menyoroti bahwa orang yang hidup dengan depresi 40% kurang produktif daripada individu yang sehat.</p>
<p>Seminar juga bertujuan membantu masyarakat awam mengenali gejala depresi dan memahami bahwa depresi tidak semuanya sama, melainkan sebuah spektrum, sekaligus bertujuan untuk menurunkan stigma serta menghimbau masyarakat untuk mencari pengobatan yang tepat. Mampu mengenali gejala depresi dapat membantu masyarakat untuk segera mencari bantuan profesional sejak dini dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (<a href="https://www.who.int/"><strong>WHO</strong></a>) memperkirakan depresi menyumbang 4,3% dari beban penyakit global dan akan menempati peringkat sebagai kontributor utama pada 2030. Depresi akan menjadi beban penyakit nomor satu di negara maju dan seluruh dunia.</p>
<h6><strong>Baca juga:<br />
<a href="https://indonesiawatch.id/prevalensi-perokok-tetap-tinggi-pemerintah-perlu-adopsi-pendekatan-harm-reduction/"><span style="color: #ff6600;">Prevalensi Perokok Tetap Tinggi, Pemerintah Perlu Adopsi Pendekatan Harm Reduction</span></a><br />
</strong></h6>
<p>Berdasarkan data IHME 2019, dari sekitar 970 juta orang di dunia yang menderita gangguan jiwa, diperkirakan sekitar 28,9% merupakan gangguan depresi sehingga hal tersebut perlu menjadi perhatian khusus. Indonesia sendiri sampai saat ini masih memiliki rasio jumlah dokter jiwa (terhadap populasi) yang relatif rendah dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.</p>
<p>Country Leader of Communications &amp; Public Affairs of Johnson &amp; Johnson Innovative Medicine in Indonesia, Malaysia &amp; Phillipines, Devy Yheanne mengatakan, pentingnya menghilangkan stigma terhadap depresi di Indonesia mengingat kondisi tersebut dapat diobati, terutama ketika orang dapat mengenali gejalanya sejak dini dan mencari pengobatan jika diperlukan.</p>
<p>“Kami senang dapat bekerja sama dengan RS MMC dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan membahas masalah depresi ini serta mendorong masyarakat untuk memahami penyebab, gejala, dan mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan dari para ahli,” kata Devy.</p>
<p>Beberapa gejala gangguan depresi mayor adalah rasa sedih yang terus menerus, pesimis, rasa tidak berdaya, gampang tersinggung, insomnia, sulit makan, menarik diri hingga melakukan usaha untuk bunuh diri.</p>
<p>Maka, apabila Anda atau keluarga atau teman Anda mengalami gejala-gejala tersebut dan dugaan menderita gangguan depresi mayor, terutama bila ada niat untuk melukai diri sendiri dan/atau bunuh diri, maka sangat disarankan untuk segera berkonsultasi pada tenaga kesehatan jiwa profesional, seperti psikiater, dokter umum, atau psikolog.</p>
<p>Mitos umum tentang depresi adalah bahwa gangguan ini tidak dapat diobati. Namun, sebenarnya depresi adalah salah satu kondisi kesehatan mental yang paling bisa diobati. Tanpa pengobatan, penyakit dan gangguan jiwa dapat mempengaruhi hubungan individu dengan keluarga dan teman-teman mereka, karier profesional dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.</p>
<p>Orang yang menderita depresi dapat menghadapi konsekuensi yang berbahaya dan bahkan fatal karena hampir tidak mungkin mereka mampu menghadapi depresi sendirian. Karena itu, meningkatkan kesadaran tentang depresi adalah salah satu langkah pertama untuk mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental-memahami-depresi/">Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental, Memahami Depresi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental-memahami-depresi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-06-21 04:00:27 by W3 Total Cache
-->