<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kampus UIN Alauddin Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<atom:link href="https://indonesiawatch.id/tag/kampus-uin-alauddin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/kampus-uin-alauddin/</link>
	<description>Melihat Indonesia Dalam Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Dec 2024 02:38:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://indonesiawatch.id/wp-content/uploads/2024/06/cropped-logo-IW-1-e1719970085662-32x32.png</url>
	<title>Kampus UIN Alauddin Archives - INDONESIAWATCH</title>
	<link>https://indonesiawatch.id/tag/kampus-uin-alauddin/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Annar Sampetoding ‎Pencetus Ide dan Bos Pembuatan Uang Palsu</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/annar-sampetoding-pencetus-ide-hingga-bos-pembuatan-uang-palsu/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/annar-sampetoding-pencetus-ide-hingga-bos-pembuatan-uang-palsu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 02:37:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Annar Salahuddin Sampetoding]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6171</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gowa, Indonesiawatch.id – Polres Gowa telah menetapkan pengusaha dan politisi Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) selaku...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/annar-sampetoding-pencetus-ide-hingga-bos-pembuatan-uang-palsu/">Annar Sampetoding ‎Pencetus Ide dan Bos Pembuatan Uang Palsu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gowa, Indonesiawatch.id –</strong> Polres Gowa telah menetapkan pengusaha dan politisi Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) selaku tersangka utama dan bos dalam pencetakan dan peredaran uang palsu.</p>
<p>Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, menyampaikan, Annar merupakan pemberi ide untuk membuat uang palsu dan memberikan modal untuk biaya produksinya.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong>‎<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">Polisi Jaga Ketat Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka ‎Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Modal tersebut, lanjut Yudhiawan pada Senin, (30/12), termasuk untuk membeli mesin cetak canggih asal Cina seharga Rp600 juta dari Surabaya, Jawa Timur (Jatim), kertas, tinta, dan kebutuhan lainnya.</p>
<p>Awalnya, pembuatan uang palsu ini di rumah tersangka Annar di Jalan Sunu, Makassar. Setelah itu, pindah ke Gedung Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin, Makassar, untuk meningkatkan volume produksi.</p>
<p>Polres Gowa menyematkan status tersangka pecetakan dan peredaran uang palsu kepada Annar setelah memeriksanya secara marathon selama 2 hari. Penyidik langsung melakukan penahanan.</p>
<p>‎Namun kondisi kesehatan tersangka Annar menurun. Dia mengeluhkan sakit jantung dan prostat yang sudah diidapnya cukup lama. Annar pun dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, pada Sabtu malam, (28/12), untuk mendapatkan perawatan.</p>
<p>Awalnya, Annar dimasukkan ke IGD RS Bhayangkara Makassar ‎sekitar pukul 23.00 Wita. Selepas itu, baru dipindahkan ke ruangan perawatan Love Bird. Ruangan tersebut dijaga ketat oleh polisi selama 24 jam.</p>
<p>Tersangka Annar dimasukkan ke ruang rawat inap karena kondisinya tak kunjung membaik.<br />
Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan, mendapatkan perawatan atau penanganan medis ini merupakan hak tersangka.</p>
<p>“‎Bahwa tersangka berhak mendapatkan perawatan kesehatan. Oleh sebab itu, kita harus antar,” ujarnya.</p>
<p>Yudhiawan menegaskan, penyidik Polres Gowa tetap menahan tersangka utama Annar meskipun yang bersangkutan kondisi kesehatannya terganggu.</p>
<p>“Penahanan tetap dilakukan sesuai prosedur tanpa perlakuan khusus,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Yudhiawan, proses hukum tersangka Annar sesuai prosedur yang berlaku dan tidak ada perbedaan meskipun yang bersangkutan kesehatannya terganggu.</p>
<p>Sedangkan soal Kepala Perpustakan Kampus II UIN Alauddin Makassar, Andi Ibrahim (AI), mau menjadikan gedung perpustakaan untuk menyimpan mesin dan mencetak uang palsu, awalnya dia juga ingin menggandakan buku.</p>
<p>“Karena kalau mahasiswa membeli [buku], biayanya mahal. Namun realisasinya berbeda,” ujar Yudhiawan.</p>
<p>‎Annar juga mengiming-imingi Andi Ibrahim dengan keuntungan yang besar dari hasil mencetak uang palsu agar dia mau menempatkan mesin cetak tersebut di Gedung Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin.</p>
<p>‎Polres Gowa telah menetapkan 19 orang tersangka dalam kasus pencetakan dan peredaran uang palsu ini, yakni:</p>
<p>1. Dr. Andi Ibrahim</p>
<p>Dosen dan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>2. Mubin Nasir bin Muh Nasir<br />
Karyawan honorer ini berpedan<br />
mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>3. Kamarang Dg Ngati bin Dg Nombong<br />
Warga Gantarang, Gowa selaku juru masak itu berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual beli uang palsu.</p>
<p>4. Irfandy MT, S.E., bin Muh Tahir<br />
Pria yang berstatus sebagai karyawan swasta ini berperan membantu mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>5. Muhammad Syahruna<br />
Warga Ujung Pandang Baru yang berstaus wiraswasta ini berperan memproduksi atau mecetak serta melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>6. John Biliater Panjaitan<br />
Wiraswasta, warga Mangkura, Makassar, berperan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>7. Sattariah alias Ria binti Yado<br />
Warga Batua, Makassar selaku ibu rumah tangga berperan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>8. Dra. Sukmawati<br />
Dia merupakan seorang PNS ‎berprofesi sebagai guru berperan mengedarkan uang palsu dengan membeli kebutuhan sehari-hari. Dia juga melakukan jual-beli uang palsu.</p>
<p>9. Andi Khaeruddin<br />
Warga Makassar yang merupakan pegawai salah satu bank ini berperan mengedarkan dan juga melakukan transaksi jual-beli uang palsu</p>
<p>10. Ilham<br />
Wiraswasta asal Rimuku, Sulbar, berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>11. Drs. Suardi Mappeabang<br />
PNS asal Simboro, Sulbar, berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>12. Mas’ud<br />
Seorang wiraswasta dari Lekopadis, Sulbar, berperan sebagai pengedar dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>13. Satriyady<br />
PNS asal Binanga, Sulbar, berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>14. Sri Wahyudi<br />
Wiraswasta dari Rimuku, Sulbar, berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>15. Muhammad Manggabarani<br />
PNS asal Rimuku, Sulbar, berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>16. Ambo Ala, A.Md<br />
Wiraswasta dari Batua, Makassar, berperan ‎mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>17. Rahman<br />
Wiraswasta asal Simboro, Sulbar, berperan mengedarkan dan melakukan transaksi jual-beli uang palsu.</p>
<p>18. Annar Salahuddin Sampetoding (ASS)<br />
Pengusaha dan politisi asal Toraja selaku pencetus ide dan bos pencetakan uang palsu.</p>
<p>19. AR.</p>
<p>Polres Gowa menyangka para tersangka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/annar-sampetoding-pencetus-ide-hingga-bos-pembuatan-uang-palsu/">Annar Sampetoding ‎Pencetus Ide dan Bos Pembuatan Uang Palsu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/annar-sampetoding-pencetus-ide-hingga-bos-pembuatan-uang-palsu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tersangka Kasus Uang Palsu UIN Alauddin Bertambah jadi 19 Orang</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/tersangka-kasus-uang-palsu-uin-alauddin-bertambah-jadi-19-orang/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/tersangka-kasus-uang-palsu-uin-alauddin-bertambah-jadi-19-orang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Dec 2024 21:39:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Annar Salahuddin Sampetoding]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6136</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gowa, Indonesiawatch.id –‎ Polres Gowa ‎telah menambah 2 tersangka kasus sindikat uang palsu hasil pabrikan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/tersangka-kasus-uang-palsu-uin-alauddin-bertambah-jadi-19-orang/">Tersangka Kasus Uang Palsu UIN Alauddin Bertambah jadi 19 Orang</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gowa, Indonesiawatch.id –‎</strong> Polres Gowa ‎telah menambah 2 tersangka kasus sindikat uang palsu hasil pabrikan di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar. Salah satunya adalah pengusaha dan politisi Annar Salahuddin Sampetoding.</p>
<p>“Sudah 19 orang ditetapkan sebagai tersangka,” kata AKBP Reonald Truly Sohumuntal Simanjuntak, Kapolres Gowa, pada Minggu, (29/12).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong>‎<span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">Polisi Jaga Ketat Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka ‎Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) merupakan salah satu pelaku utama pencetakan uang palsu. Dia juga diduga sebagai penyandang dana pembelian mesin cetak canggih dari Cina seharga Rp600 juta.</p>
<p>Nama ‎ASS mencuat setelah penyidik Pores Gowa menangkap dua tersangka, yakni Muhammad Syahruna dan John Biliater Panjaitana di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).</p>
<p>Namun Reonald belum bersedia menyampaikan peran ASS dalam sindikat uang palsu dan pabriknya di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar terebut.</p>
<p>“Kalau untuk prosesnya, nanti kan kita periksa lagi yang bersangkutan sebagai tersangka,” ujarnya.</p>
<p>Polres Gowa menetapkan Annar Salahuddin Sampetoding sebagai tersangka kasus uang palsu pada Sabtu, (28/12), setelah memeriksanya selama 2 hari.</p>
<p>Namun, ketika akan dilakukan penahanan, kondisi kesehatan ASS menurun sehingga dibawa ke RS Bhayangkara Makassar pada Sabtu malam. Penahanannya dibantarkan hingga kondisinya membaik.</p>
<p>Reonald menyampaikan, pihaknya juga masih mengejar dua buronan yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus sindikat uang palsu pabrikan Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar itu.</p>
<p>Namun orang nomor satu di Polres Gowa itu enggan merinci identitas dan peran dari kedua DPO tersebut. Ia hanya memastikan bahwa pihaknya tengah memburu mereka.</p>
<p>“Masih ada dua DPO yang masih kita kejar,” ujar Reonald kepada wartawan.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/tersangka-kasus-uang-palsu-uin-alauddin-bertambah-jadi-19-orang/">Tersangka Kasus Uang Palsu UIN Alauddin Bertambah jadi 19 Orang</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/tersangka-kasus-uang-palsu-uin-alauddin-bertambah-jadi-19-orang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>‎Polisi Jaga Ketat Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka ‎Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Dec 2024 21:10:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Annar Salahuddin Sampetoding]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6134</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gowa, Indonesiawatch.id –‎ Anggota Polres Gowa menjaga ketat Annar Salahuddin Sampetoding (ASS), tersangka‎ sindikat uang...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">‎Polisi Jaga Ketat Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka ‎Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gowa, Indonesiawatch.id –</strong>‎ Anggota Polres Gowa menjaga ketat Annar Salahuddin Sampetoding (ASS), tersangka‎ sindikat uang palsu hasil pabrik di Perpustakaan Kampus II Alauddin Makassar.</p>
<p>Kapolres Gowa, AKBP Reonald Truly Sohumuntal Simanjuntak, pada akhir pekan kemarin menyampaikan, sejumlah personel menjaga ketat Annar di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Makassar.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong><br />
<strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/ini-motif-komplotan-pabrik-uin-alauddin-cetak-uang-palsu/">Ini Motif Komplotan Pabrik UIN Alauddin Cetak Uang Palsu</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>“Satu malam empat [personel] kita siagakan di sini [RS Bhayangkara Makassar],” kata dia.</p>
<p>Ia menjelaskan, pada Sabtu malam, (28/12), sekitar pukul 22.30 Wita, penyidik membawa Annar ke RS Bhayangkara Makassar karena kondisi kesehatannya menurun pascaditetapkan sebagai tersangka dan akan dilakukan penahanan.</p>
<p>“Pada saat kita melakukan penahanan, ternyata kondisi kesehatan yang bersangkutan drop,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, Annar mempunyai riwayat sakit jantung dan prostat. Karena kondisi tersebut, penyidik membantarkan Annar hingga beberapa hari.</p>
<p>“‎Kita bantarkan sampai beberapa hari, kita lihat kondisi yang bersangkutan,” kata Reonald.</p>
<p>‎Sebelum menyandang status tersangka sindikat uang palsu dari pabrik ‎di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar di Gowa, Sulsel, Annar menjalani pemeriksaan sebagai saksi sejak Jumat, (27/12).</p>
<p>Reonald enggan menyampaikan peran Annar secara detail ‎dalam kasus sindikat pembuatan uang palsu di kampus tersebut karena baru akan dirilis pada hari ini. “Kapolda yang rilis hari Senin [30/12],” ujarnya.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">‎Polisi Jaga Ketat Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka ‎Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/polisi-jaga-ketat-annar-salahuddin-sampetoding-tersangka-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pabrik Uang Palsu UIN Alauddin, Umsida‎:‎ Bisa Picu Terorisme hingga Inflasi</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/pabrik-uang-palsu-uin-alauddin-umsida-bisa-picu-terorisme-hingga-inflasi/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/pabrik-uang-palsu-uin-alauddin-umsida-bisa-picu-terorisme-hingga-inflasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 04:57:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan Terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Umsida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6057</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id –‎ Dosen Prodi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr. Imelda Dian Rahmawati, S.E.,...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pabrik-uang-palsu-uin-alauddin-umsida-bisa-picu-terorisme-hingga-inflasi/">Pabrik Uang Palsu UIN Alauddin, Umsida‎:‎ Bisa Picu Terorisme hingga Inflasi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –‎</strong> Dosen Prodi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr. Imelda Dian Rahmawati, S.E., Ak., MAk., mengatakan uang palsu hasil pabrikan di UIN Alauddin Makassar dapat memicu berbagai tindak kejahatan hingga inflasi.</p>
<p>Imelda dilasir dari laman Umsida pada Jumat, (27/12), menyampaikan, sejumlah kejahatan tersebut di antaranya terorisme, politik, dan pencucian uang (money laundering.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/ini-motif-komplotan-pabrik-uin-alauddin-cetak-uang-palsu/">Ini Motif Komplotan Pabrik UIN Alauddin Cetak Uang Palsu</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Selanjutnya, pembalakan kayu secara liar, perdagangan orang, dan lainnya. Kejahatan tersebut baik dilakukan secara terorganisasi maupun bersifat antarnegara.</p>
<p>‎Adanya pabrik uang palsu di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar di Gowa itu tentunya merugikan negara, terutama pada sektor ekonomi.</p>
<p>Akademisi yang juga direktur keuangan ‎Umsida yang karib disapa Dr. Imel itu lebih lanjut menyampaikan, beredarnya uang palsu dapat meningkatkan risiko terjadinya inflasi.</p>
<p>Menurut dia, banyaknya uang yang beredar di masyarakat, khususya uang palsu menjadikan masyarakat dapat membeli banyak barang sebelum uang palsu itu ditarik dan dimusnahkan.</p>
<p>“Masyarakat dapat dengan mudah membeli lebih banyak barang dengan adanya jumlah uang palsu yang semakin melimpah,” ujarnya.</p>
<p>Kemudian, peredaran ‎uang palsu juga bisa menyebabkan kerugian finansial bagi individu dan bisnis. Mereka yang tidak hati-hati akan menerima uang palsu yang dibayarkan pihak yang menyebarkannya.</p>
<p>‎Dijadikannya perpustakaan atau kampus sebagai lokasi pabrik pembuatan uang palsu tentunya menurunkan kepercayaan masyarakat pada kampus maupun perpustakaan.</p>
<p>‎“Perpustakaan yang mempunyai fungsi edukasi, sumber informasi, penunjang riset, publikasi, dan lainnya, menjadi sorotan berbagai pihak karena kasus tersebut,” katanya.</p>
<p>Ciri-Ciri Uang Palsu</p>
<p>Lebih lanjut Dr Imel menyampaikan, sangat sulit untuk membuat uang palsu yang mirip atau persis yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI).</p>
<p>“Sebenarnya sulit untuk membuat uang palsu yang persis bank. Terlepas dari secanggih apapun alat dan teknologi pembuatannya,” kata dia.</p>
<p>Imel menjelaskan, hal itu ‎karena bahan pembuatan uang asli, seperti kertas khusus, tinta, dan benang identifikasi tidak dijual bebas dan sangat sulit ditiru.</p>
<p>“Jika kedua uang kertas yang asli dan palsu dibandingkan langsung, apalagi menggunakan kaca pembesar atau orang yang ahli dan terbiasa memegang uang seperti teller bank, pasti ketahuan,” katanya.</p>
<p>Imel menjelaskan ciri-ciri uang palsu. Pertama, yakni unsur pengaman yang dapat diidentifikasi oleh alat indra manusia dengan cara dilihat, diraba dan diterawang (3D).</p>
<p>Kedua, mengidentifikasi uang palsu bisa dilakukan menggunakan alat bantu sinar UV atau kaca pembesar. Uang Asli akan memendar dalam beberapa warna dan menampilkan motif atau ornamen tertentu.</p>
<p>Dalam kasus uang palsu hasil pabrikan di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar di Gowa, Sulsel, Pores Gowa telah menetapkan 17 orang tersangka dan 3 orang yang masih yang masih dalam pencarian (DPO).</p>
<p>Para tersangka itu memiliki latar belakang berbeda-beda, mulai dari dosen hingga pegawai bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) alias bank milik pemerintah.</p>
<p>Polres Gowa menyangka para tersangka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.</p>
<p>Polres Gowa j‎uga tidak menutup kemungkinan akan menjerat para pelaku, khususnya pelaku utama dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang karena sudah ada transaksi penukaran uang palsu dengan uang asli.</p>
<p>Sedangkan uang palsu yang telah beredar di masyarakat maupun yang masih ‎di tangan para pelaku, Polres Gowa mengklaim sudah menyitanya sehingga masyarakat tidak perlu resah.<br />
‎<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/pabrik-uang-palsu-uin-alauddin-umsida-bisa-picu-terorisme-hingga-inflasi/">Pabrik Uang Palsu UIN Alauddin, Umsida‎:‎ Bisa Picu Terorisme hingga Inflasi</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/pabrik-uang-palsu-uin-alauddin-umsida-bisa-picu-terorisme-hingga-inflasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Motif Komplotan Pabrik UIN Alauddin Cetak Uang Palsu</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-motif-komplotan-pabrik-uin-alauddin-cetak-uang-palsu/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-motif-komplotan-pabrik-uin-alauddin-cetak-uang-palsu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 02:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=6051</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gowa, Indonesiawatch.id – ‎Andi Ibrahim Cs mengungkap motif mencetak uang palsu yang awalnya dilakukan di...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-motif-komplotan-pabrik-uin-alauddin-cetak-uang-palsu/">Ini Motif Komplotan Pabrik UIN Alauddin Cetak Uang Palsu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gowa, Indonesiawatch.id –</strong> ‎Andi Ibrahim Cs mengungkap motif mencetak uang palsu yang awalnya dilakukan di rumah kemudian di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).</p>
<p>“Khilaf. Katanya ingin mendapatkan uang dalam jumlah besar secara instan,” ‎kata AKP Reonald Simajuntak, Kapolres Gowa, pada akhirr pekan lalu.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/rencana-pelaku-utama-hingga-aliran-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">Rencana, ‎Pelaku Utama, hingga Aliran Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Uang palsu tersebut di antaranya akan digunakan untuk menyokong pendanaan salah satu kandidat daam Pilkada Kabupaten Barru, Sulsel.</p>
<p>“Nanti disebarkan, dengan uang palsu supaya bisa memilih yang bersangkutan,” ujarnya.</p>
<p>Namun skenario ini batal terealisasi karena kandidat yang akan bakal didanai menggunakan uang palsu itu tidak ada partai politik yang mau mengusungnya.‎ “Alhamdulillah tidak jadi,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Reonadl juga menyampaikan ‎biaya produksi per lembar uang palsu serta alasan kenapa hanya mencetak pecahan Rp100 ribu. Biaya produksinya Rp65 ribu per lembar.</p>
<p>Mereka hanya memalsukan uang pecahan Rp100 ‎ribu karena biaya produksinya terbilang mahal, yakni Rp65 ribu per lembar. Karena itu, mereka hanya membuat uang palsu pecahan Rp100 ribu.</p>
<p>“Pecahan lebih kecil dianggap tidak menguntungkan karena modalnya tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan,” katanya.</p>
<p>Komplotan yang diotaki oleh Kepala Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin, Andi Ibrahami (AI), pengusaha ASS, dan ‎S. Mereka telah mencetak uang palsu hingga triliunan rupiah.</p>
<p>‎“Kepada seluruh masyarakat sekitar Gowa, tidak usah khawatir, karena dari hasil pemeriksaan, uang yang sudah beredar pun kita tarik semua,” katanya.</p>
<p>Dalam kasus ini, Polres Gowa telah menetapkan 17 orang tersangka dan di antaranya sudaah ditahan dan segera menangkap yang masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). ‎ “DPO ini akan kita tangkap juga,” tandasnya.</p>
<p>Polres Gowa tidak menutup kemungkinan menjerat mereka dengan pasal tindak pidana pencucian uang karena sudah ada hasil dari penukaran uang palsu dengan yang asli.</p>
<p>Polres Gowa ‎menyangka mereka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan dendanya Rp10 miliar sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-motif-komplotan-pabrik-uin-alauddin-cetak-uang-palsu/">Ini Motif Komplotan Pabrik UIN Alauddin Cetak Uang Palsu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-motif-komplotan-pabrik-uin-alauddin-cetak-uang-palsu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rencana, ‎Pelaku Utama, hingga Aliran Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/rencana-pelaku-utama-hingga-aliran-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/rencana-pelaku-utama-hingga-aliran-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 03:56:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5976</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gowa, Indonesiawatch.id – Polisi menyebut ada 3 pelaku utama di balik pabrik uang palsu di...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/rencana-pelaku-utama-hingga-aliran-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">Rencana, ‎Pelaku Utama, hingga Aliran Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gowa, Indonesiawatch.id –</strong> Polisi menyebut ada 3 pelaku utama di balik pabrik uang palsu di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).</p>
<p>Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Yudhiawan Wibosono dalam konferensi pers pada Kamis pekan kemarin, menyampaikan, tiga tokoh sentral tersebut di antaranya Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim (AI).</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/polres-gowa-sita-triliunan-uang-palsu-pabrik-kampus-uin-alauddin/">Polres Gowa Sita Triliunan Uang Palsu “Pabrik” Kampus UIN Alauddin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>‎Dua orang lainnya adalah inisial S dan ASS. Polisi belum mengungkap kedua sosok yang masuk dalam ring utama kasus pabrik uang palsu di dalam kampus tersebut.</p>
<p>‎“Saya sengaja tidak sebutkan karena belum memperoleh kekuatan hukum tetap, jadi harus diinisialkan,” ujarnya.</p>
<p>Kabar yang beredar, ASS merupakan tokoh sentral dalam kasus ini. Dia disebut-sebut merupakan seorang pengusaha ‎di Sulsel. Namun ini belum teronfirmasi karena polisi belum menyampaikan profilnya.</p>
<p>Yudhiawan menyampaiakan, awalnya produksi uang palsu ini di rumah ‎tersangka ASS, yakni di Jalan Sunu 3, Blok N 5, Kota Makassar, Sulsel. Kemudian dilanjutkan di Kampus II UIN Alauddin, Jl. H. M. Yasin Limpo 36, Gowa.</p>
<p><strong>Kronologi Perencanaan Pembuatan Uang Palsu</strong></p>
<p>Irjen Yudhiawan ‎membeberkan kronologi recana pembuataan uang palsu yang dilakukan para pelaku, khususnya para tokoh sentral dalam kasus pabrik uang palsu di Kampus II UIN Alauddin.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan para tersangka, lanjut dia, ‎timeline pembuatan dan pendanaan uang pasu ini dimulai dari Juni 2010 silam atau sudah cukup lama.</p>
<p>“Kemudian lanjut, ini 2011 sampai dengan 2012. Ini sudah sempat juga mencalonkan wali Kota Makassar, namun tidak mendapatkan kursi,” ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya, pada Juni 2022, ‎mereka kembali merencanakan untuk membuat uang palsu. Mereka juga mempelajari caranya. “Perencanaan pembuatan ini dari 2022. Tahun 2010 itu masih taraf pengenalan,” katanya.</p>
<p>Pada Oktober 2022, para tersangka mulai membeli alat cetak seharga Rp600 juta dan pemesanan kertas serta berbagai perlengkapan produksi lainnya dari Cina. Pada Mei 2024, mereka mulai memproduksi uang palsu.</p>
<p>‎Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, menambahkan, awalnya pencetakan uang palsu itu di rumah ASS. Namun karena membutuhkan jumlah uang palsu yang lebih banyak, maka diperlukan mesin cetak dan tempat yang lebih besar.</p>
<p>‎“Mereka memesan alat yang lebih besar.‎ Tadinya menggunakan alat yang lebih kecil. Mereka memesan alat yang lebih besar, yaitu alat cetak offset yang lebih besar senilai Rp600 juta. Mereka beli di Surabaya, namun alat itu dipesan dari Cina,” ujarnya.</p>
<p>‎Mesin cetak seharga Rp600 juta yang disebut-sebut berteknologi canggih itu diselundupkan oleh Andi Ibrahim ke dalam Kampus II UIN Alauddin di Gowa. Mesin ini disimpan di perpustakaan.</p>
<p>“[Dimsukkan ke] perpustakaan [malam hari] tanpa sepengetahuan pihak kampus,” katanya.</p>
<p>Mesin yang berbobot sangat berat tersebut dimasukkan menggunakan forklip.‎ Produksi uang palsu menggunakan mesin di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin tersebut mulai sekitar bulan September 2024.</p>
<p><strong>Produksi dan Aliran Uang Palsu</strong></p>
<p>Para tersangka mulai memproduksi uang palsu menggunakan mesin seharga Rp600 juta di Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin. Jumlah uang palsu yang dicetak nilainya ditaksir sudah ‎mencapai triliunan rupiah.</p>
<p>Uang palsu yang telah dicetak itu, di antaranya senilai Rp40 juta tidak sesuai kualitas yang ditentukan. Uang tersebut kemudian dimusnahan dengan cara dibakar. Sebagai gantinya, mereka mencetak lagi senilai Rp40 juta.</p>
<p>Pekan kedua pada November 2024, mulai ada penyerahan uang palsu senilai Rp150 juta. Setelah itu Rp250 juta dan terakhir senilai Rp200 juta. Setelah itu mereka menghentikan produksi uang palsu.</p>
<p>“Menghentikan aktivitas karena mereka sempat tahu kalau polisi melakukan penyelidikan. Ini jadi akhir November 2024,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut Yudhiawan menjelaskan, aliran uang palsu itu dari tersangka Andi Ibrahim kepada MN sejumlah Rp150 juta. Dari jumlah itu, MN memberikan kepada orang lain.</p>
<p>‎“Ada yang diberikan kepada seseorang Rp1 juta, ada yang Rp500 ribu, ada yang Rp25 juta, ada Rp10 juta, ada Rp8 juta, dan lain sebagainya. Ada yang dibakar, dikembalikan untuk dibakar Rp17,5 juta,” katanya.</p>
<p><strong>Masyarakat Lapor Beredarnya Uang Palsu ke Polisi</strong></p>
<p>Peredaran uang palsu komplotan Andi Ibrahim, ASS, dan S ini mulai terendus pihak kepolisian setelah mendapati adanya laporan masyarakat di wilayah Kecamatan Palangga.</p>
<p>“Masyarakat ini melapor kepada polsek bahwa diduga ada uang kertas palsu yang diedarkan,” ujarnya.</p>
<p>Piha Polsek Palangga kemudian melaporkan ke Polres Gowa. Satreskrim Polres Gowa kemudian melakukan penyelidika dan mulai menelusiri peredaran uang palsu tersebut.</p>
<p>“Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata dari saudara M yang telah melakukan transaksi. Saudara M melakukan transaksi dengan saudara AI [Andi Ibrahim] untuk melakukan jual-beli uang palsu,” katanya.</p>
<p>Adapun harga tukar uang palsu dengan uang asli itu adalah 1 banding 2, yakni satu lembar uang asli Rp100 ribu ditukar dengan 2 lembar uang palsu nominal Rp100 ribu.</p>
<p>“Kemudian transaksi ini juga melalui beberapa tersangka yang lain,” katanya.</p>
<p><strong>Polisi Tetapkan 17 Orang Tersangka</strong></p>
<p>Polres Gowa kemudian menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan. Awalnya, penyidik menetapkan 15 tersangka atas perannya masing-masing dalam kasus uang palsu tersebut.</p>
<p>Selain ada yang telah ditangkap, tersangka juga ada yang masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “DPO ini akan kita tangkap juga,” tandasnya.</p>
<p>Polres Gowa menyangka para tersangka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/rencana-pelaku-utama-hingga-aliran-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/">Rencana, ‎Pelaku Utama, hingga Aliran Uang Palsu Pabrik UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/rencana-pelaku-utama-hingga-aliran-uang-palsu-pabrik-uin-alauddin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BI: Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin Fenomena Gunung ES</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/bi-pabrik-uang-palsu-di-uin-alauddin-fenomena-gunung-es/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/bi-pabrik-uang-palsu-di-uin-alauddin-fenomena-gunung-es/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 22:45:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5974</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gowa, Indonesiawatch.id – Bank Indonesia (BI) menyebut sindikat pembuat dan pengedar uang palsu hasil ‎pabrikan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bi-pabrik-uang-palsu-di-uin-alauddin-fenomena-gunung-es/">BI: Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin Fenomena Gunung ES</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gowa, Indonesiawatch.id –</strong> Bank Indonesia (BI) menyebut sindikat pembuat dan pengedar uang palsu hasil ‎pabrikan di Kampus II UIN Alauddin Makassar merupakan fenomena gunung es.</p>
<p>“Sindikat jaringan pembuat dan pengedar uang palsu. Jadi uang palsu yang ditemukan di sini, ini seperti gunung es,” ujarnya dalam konferensi pers pengungkapan pabrik uang palsu Kampus II UIN Alauddin pada pekan kemarin.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/">Fantastis, Ini Harga Mesin Cetak Canggih Uang Palsu ‎di “Pabrik” UIN Alauddin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Lebih lanjut dia menyampaikan, fenomena gunung es ini adalah hanya permukannya saja yang tampak atau uang palsu yang telah disita ini trilunan, namun bisa jadi ‎yang sudah beredar lebih banyak lagi.</p>
<p>“Jadi permukaannya saja tetapi yang beredar mungkin sudah banyak, kita tidak tahu,” ucapnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, BI merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang mengelola uang.</p>
<p>‎“Nah, mengelola uang itu ada 6. Yang pertama adalah merencanakan, yang kedua adalah mencetak, yang ketiga adalah menarik, keempat adalah mencabut, kelima memusnahkan, ada juga mengeluarkan,” katanya.</p>
<p>Dengan demikian, ujar dia, kalau ada masyarakat atau organisasi tertentu yang mencetak, apalagi mengedarkan uang selain yang dicetak oleh Bank Indonesia, itu adalah tindakan kriminal.</p>
<p>“Ancamannya sudah disampaikan oleh Pak Kapolda, 10 tahun sampai seumur hidup dan dendanya Rp10 miliar sampai Rp100 miliar,” ujarnya.</p>
<p>Rizky menyampaikan, uang palsu yang dicetak oleh kompolotan Andi Ibrahim, secara kasat mata cukup sulit dibedekan dengan uang asli. Uang asali ‎pecahan Rp100 ribu yang dikeluarkan BI mempunyai lebih dari 10 fitur pengaman.</p>
<p>“Bank Indonesia untuk memastikan uangnya itu berkualitas, maka ada di pecahan 100 ribu ini, ada 11 atau lebih dari 10 security features yang ada,” tandasnya.</p>
<p>Selain bahannya khusus, lanjut dia, di antaranya ada benang pengaman, watermark, elektrotype, dan intaglio. “Jadi pencetakan yang kasar, ada rectoverso, jadi kalau dilihat diterawang itu saling melengkapi,” katanya.</p>
<p>Pengaman lainnya, yakni multicolor latent image. Menurut Rizky, ini paling susah dipalsukan. Kemudian terdapat latent image, blind code, color shifting. “Ini juga susah dipalsukan,” ujarnya.</p>
<p>“Ada UV fader. Kalau UV itu bisa gampang dipalsukan, tapi ada satu lagi namanya micro tex, jadi tulisannya kecil-kecil sekali dan itu sangat susah dipalsukan, selain juga dengan nomor seri yang satu sama lain pasti beda,” tandasnya.</p>
<p>Sedangkan ketika ditanya berapa persen tingkat kemiripan uang palsu hasil pabrikan di Kampus II UIN Alauddin, Rizky mengatakan, pihaknya ‎tidak dalam kapasitas membedakan berapa persennya.</p>
<p>“Apakah 50 persen, 90 persen, pokoknya beda. Satu saja beda, itu sudah palsu,” ujarnya.</p>
<p>Ia lantas menyampaikan, yang paling tidak bisa dipalsukan dalam elemen uang kertas adalah multi-color latent image. “Jadi kalau punya uang Rp100, bagian depan melihatnya harus miring. Kalau miring itu ada angka 1 0 0, itu warnanya merah, kuning, hijau,” katanya.</p>
<p>Kemudian, lanjut dia, ada juga latent image dan sebagainya. Itu paling susah dipalsukan. “Jadi satu saja tidak sama, itu sudah palsu. Bahannya itu sudah ketahuan dan hasil cetakannya relatif buruk,” katanya.</p>
<p><strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bi-pabrik-uang-palsu-di-uin-alauddin-fenomena-gunung-es/">BI: Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin Fenomena Gunung ES</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/bi-pabrik-uang-palsu-di-uin-alauddin-fenomena-gunung-es/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BI Dalami SBN Ratusan Triliun di Pabrik Uang Palsu Kampus UIN Alauddin</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/bi-dalami-sbn-ratusan-triliun-di-pabrik-uang-palsu-kampus-uin-alauddin/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/bi-dalami-sbn-ratusan-triliun-di-pabrik-uang-palsu-kampus-uin-alauddin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 17:15:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5972</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gowa, Indonesiawatch.id – Bank Indonesia (BI) mendalami Surat Berharga Negara (SBN) ratusan triliun dalam kasus...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bi-dalami-sbn-ratusan-triliun-di-pabrik-uang-palsu-kampus-uin-alauddin/">BI Dalami SBN Ratusan Triliun di Pabrik Uang Palsu Kampus UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gowa, Indonesiawatch.id –</strong> Bank Indonesia (BI) mendalami Surat Berharga Negara (SBN) ratusan triliun dalam kasus pabrik uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar.</p>
<p>Polres Gowa di Kampus II UIN Alauddin Makassar, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), menemukan dua SBN, yakni Rp700 triliun dan satu lembar fotokopi SBN senilai Rp45 triliun.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/polres-gowa-bakal-miskinkan-tersangka-utama-pabrik-uang-palsu-uin-alaudidin/">Polres Gowa Bakal Miskinkan Tersangka Utama “Pabrik” Uang Palsu UIN Alaudidin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>“Nanti kami selidiki. Yang jelas, kami yakin itu bukan asli,” ujar Rizky Ernadi Wimanda, Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel pada Kamis pekan kemarin.</p>
<p>Lebih lanjut Rizky usai konferensi pers pengungkapan pabrik uang palsu di Kampus II UIN Alauddin Makkasar pada akhir pekan lalu yang telah memproduksi triliunan uang palsu.</p>
<p>Lebih lanjut Rizky men‎yampaikan, SBN ini terbilang janggal selain jumlahnya sangat fantastis, yakni Rp700 triliun dan Rp45 triliun. “Nanti kami selidiki,” tandasnya.</p>
<p>Senada dengan Rizky, Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Yudhiawan, temuan SBN tersebut sangat menarik‎ dan pihaknya meminta Perwakilan BI Sulsel untuk membantu memastikan asli atau tidak.</p>
<p>Polres Gowa telah menetapkan 17 orang tersangka dan menyangka mereka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/bi-dalami-sbn-ratusan-triliun-di-pabrik-uang-palsu-kampus-uin-alauddin/">BI Dalami SBN Ratusan Triliun di Pabrik Uang Palsu Kampus UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/bi-dalami-sbn-ratusan-triliun-di-pabrik-uang-palsu-kampus-uin-alauddin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi: Rektor UIN Alauddin Berperan Besar dalam Pengungkapan Pabrik Uang Palsu</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/polisi-rektor-uin-alauddin-berperan-besar-dalam-pengungkapan-pabrik-uang-palsu/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/polisi-rektor-uin-alauddin-berperan-besar-dalam-pengungkapan-pabrik-uang-palsu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Dec 2024 00:48:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Collection]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Hamdan Juhanis]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UIN Alauddin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5906</guid>

					<description><![CDATA[<p>Makassar, Indonesiawatch.id – Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. ‎Hamdan...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/polisi-rektor-uin-alauddin-berperan-besar-dalam-pengungkapan-pabrik-uang-palsu/">Polisi: Rektor UIN Alauddin Berperan Besar dalam Pengungkapan Pabrik Uang Palsu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, Indonesiawatch.id –</strong> Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. ‎Hamdan Juhanis, mempunyai peran signifikan dalam mengungkap “pabrik” uang palsu di kampusnya.</p>
<p>Reonald kepada wartawan pada akhir pekan ini menyampaikan, Prof. Hamdan sangat membantu polisi dalam mengungkap pabrik uang palsu di Perpustakaan Kampus UIN Alauddin.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/polres-gowa-bakal-miskinkan-tersangka-utama-pabrik-uang-palsu-uin-alaudidin/">Polres Gowa Bakal Miskinkan Tersangka Utama “Pabrik” Uang Palsu UIN Alaudidin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>Ia menuturkan, awalnya berkoordinasi dengan Prof Hamdan setelah mendapatkan informasi bahwa diduga ada “pabrik”‎ uang palsu di di Kampus UIN Alauddin.</p>
<p>Prof. Hamdan,‎ kata Reonald, sangat kaget mendapat informasi tersebut. Dia kemudian menanyakan di bagian mana lokasinya. “Ini sementara kita cari Prof,” Reonald menuturkan.</p>
<p>Prof Hamdan lalu aktif mencari informasi tentang keberadaan atau lokasi pabrik uang palsu di Kampus UIN Alauddin. Menurut Reonald, jika Prof. Hamdan tidak membantu, penyidik akan kesulitan mengungkap pabrik uang palsu di dalam kampus tersebut.</p>
<p>“Kampus ini kan luas. Mungkin jika Prof tidak bantu, butuh waktu lama. Tapi atas bantuan Pak Rektor, kita temukan dalam waktu satu malam,” ujarnya.</p>
<p>Reonald mengungkapkan, Prof Hamdan didampingi wakil rektor I dan II serta beberapa pejabat UIN Alauddin lainnya hadir saat mesin pencetak uang palsu seharga Rp600 juta ditemukan di Gedung Perpustakaan UIN Alauddin.</p>
<p>Prof Hamdan ‎geram atas ulah atau perilaku bawahannya, yakni Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Andi Ibrahim, yang menjadikan kampus sebagai tempat untuk membuat uang palsu.</p>
<p>“Selaku pimpinan tertinggi di UIN saya marah, malu, tertampar,” ujarnya.</p>
<p>Ia menyampaikan, berbagai upaya untuk membuat nama baik yang dilakukan seluruh kalangan di UIN Alauddin sirna hanya gegarah ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>“Setengah mati kami membangun kampus, reputasi, bersama pimpinan dengan sekejap dihancurkan,” ujarnya.</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/polisi-rektor-uin-alauddin-berperan-besar-dalam-pengungkapan-pabrik-uang-palsu/">Polisi: Rektor UIN Alauddin Berperan Besar dalam Pengungkapan Pabrik Uang Palsu</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/polisi-rektor-uin-alauddin-berperan-besar-dalam-pengungkapan-pabrik-uang-palsu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Kepala Perpustakaan Selundupkan Mesin Cetak Canggih ke Kampus UIN Alauddin</title>
		<link>https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/</link>
					<comments>https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 07:20:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[News Update]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus UIN Alauddin]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin Cetak Uang Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Uang Palsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indonesiawatch.id/?p=5868</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Indonesiawatch.id – Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim, S.Ag., S.S., M.Pd., menyelundupkan mesin...</p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/">Ini Cara Kepala Perpustakaan Selundupkan Mesin Cetak Canggih ke Kampus UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Indonesiawatch.id –</strong> Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim, S.Ag., S.S., M.Pd., menyelundupkan mesin cetak canggih yang kemudian mencetak triliunan uang palsu ke dalam perpustakaan kampusnya.</p>
<p>Kapolres Gowa, ‎AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan, sebelum menggunakan mesin cetak canggih seharga Rp600 juta, para tersangka memproduksi uang palsu di luar kampus.</p>
<blockquote>
<h6><strong>Baca juga:</strong></h6>
<h6><strong><span style="color: #ff6600;"><a style="color: #ff6600;" href="https://indonesiawatch.id/fantastis-ini-harga-mesin-cetak-canggih-uang-palsu-di-pabrik-uin-alauddin/">Fantastis, Ini Harga Mesin Cetak Canggih Uang Palsu ‎di “Pabrik” UIN Alauddin</a></span></strong></h6>
</blockquote>
<p>“Awal pertama kan pembuatan uang palsu ini di salah satu rumah, yaitu atas nama AS. Itu di Jalan Sunduk, Makassar,” ujarnya dalam konferensi pers dikutip pada Jumat, (20/12).</p>
<p>Uang palsu ini diduga sudah mulai mendapatkan pasar sehingga para pelaku membutuhkan mesin dengan kapasitas yang lebih besar dan canggih. Mereka pun memesan mesin cetak yang lebih besar dari sebelumnya.</p>
<p>“Mereka memesan alat yang lebih besar, yaitu alat cetak offset yang lebih besar yang tadi sampaikan oleh Bapak Kapolda, senilai Rp600 juta. Mereka beli di Surabaya, namun alat itu dipesan dari Cina,” ujarnya.</p>
<p>Adapun dana Rp600 juta untuk membeli alat cetak itu berasal dari kocek atau dana pribadi. Polisi masih menelusi sumber dana ratusan juta untuk membeli tersebut.</p>
<p>“Sedang dalam pengembangan kami, karena rekan-rekan selalu mendesak kami untuk buka, akhirnya kita buka daripada blunder,” ucapnya.</p>
<p>Setelah mesin tersebut tiba di Sulsel, kemudian Andi Ibrahim menyelundupkannya ke dalam kampus salah satu kampus di Gowa, yakni UIN Alauddin tempatnya bekerja.</p>
<p>‎Mesin cetak berteknologi tinggi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam Gedung Perpustakaan UIN Alauddin tanpa sepengetahuan dari pihak kampus. Dia memasukkan mesin itu pada malam hari.</p>
<p>‎“Itu coba kami rekonstruksikan kemarin, dengan 25 personel Polri mengangkat alat itu tidak mampu, jadi mereka menggunakan forklip, alat itu masuknya,” kata Reonald.</p>
<p>Setelah masuk gedung perpustakaan, kemudian mesin tersebut didorong karena terdapat roda di bagian bawahnya.‎ Ada 6 roda pada mesin itu. Saat ini tinggal 4 karena tidak kuat menahan beban ketika didorong.</p>
<p>“Di awal bulan September 2024, TKP 2 [Perpustakan UIN Alauddin] mulai dilaksanakan tindak pidana [mencetak uang palsu] tersebut,” katanya.</p>
<p>Reonald menegaskan, ‎ada sejumlah pihak yang disinyalir terlibat dalam pembuatan dan peredaran uang paslu dari Kampus UIN Alauddin ini. Nantinya penyidik Polres Gowa akan menetapkannya sebagai tersangka.</p>
<p>‎“Nantinya akan kita tersangkakan kalau memang alat bukti sudah cukup, karena kami juga laporkan kepada Bapak Kapolda,” katanya.</p>
<p>Pada intinya, Polres Gowa akan menetapkan tersangka bagi siapapun ‎yang terlibat dalam produksi hingga pengedaran uang palsu tersebut ke masyarakat.</p>
<p>“Kami tidak mau tergesa-gesa menersangkakan seseorang, kami juga harus mengantongi minimal 2 alat bukti dan itu harus kuat,” tandasnya.</p>
<p>Kuatnya bukti ini membuat tersangka tidak bisa lagi mgelak dalam pencetakan dan peredaran uang palsu.‎ “Tidak bisa lagi menghambat penyidikan, baru kami tersangkakan,” ujarnya.</p>
<p>Polres Gowa menyangka para tersangka sesuai perannya masing-masing, yakni melanggar‎ Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3), dan Pasal 37 Ayat (1) dan 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</p>
<p>Sangkaan tersebut ancaman pidananya paling lama 10 tahun hingga seumur hidup dan ‎denda Rp10 sampai dengan atau maksimal Rp100 miliar.<br />
<strong>[red]</strong></p>
<p>The post <a href="https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/">Ini Cara Kepala Perpustakaan Selundupkan Mesin Cetak Canggih ke Kampus UIN Alauddin</a> appeared first on <a href="https://indonesiawatch.id">INDONESIAWATCH</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indonesiawatch.id/ini-cara-kepala-perpustakaan-selundupkan-mesin-cetak-canggih-ke-kampus-uin-alauddin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: indonesiawatch.id @ 2026-04-19 16:08:27 by W3 Total Cache
-->